Blog

  • Siang Bolong Sapi Warga Kota Probolinggo Raib, Diduga Digondol Lewat Sawah

    Siang Bolong Sapi Warga Kota Probolinggo Raib, Diduga Digondol Lewat Sawah

    Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi pencurian ternak kembali terjadi di Kota Probolinggo. Seekor sapi jantan milik Ahmad Fauzi (40), warga Kelurahan Kareng Lor, raib digondol pencuri pada Selasa (13/1/2026) siang hari, sekitar pukul 15.00 WIB. Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi di jam rawan lalu lintas warga.

    Sapi jantan yang ditaksir bernilai Rp13 juta itu merupakan sapi gadu atau titipan yang telah dirawat selama kurang lebih delapan bulan. Jika dijual saat ini, nilainya bisa mencapai Rp15 hingga Rp16 juta.

    “Sudah lama dirawat, tapi malah hilang. Padahal harganya sudah naik,” ujar Sima (50), saudara korban, Rabu (14/1/2026).

    Menurut keterangan keluarga, sapi tersebut sebelumnya diikat di belakang rumah dan ditambatkan pada beberapa pohon. Sekitar pukul 14.00 WIB, sapi masih terlihat berada di lokasi. Namun selang satu jam kemudian, ternak tersebut mendadak lenyap tanpa jejak.

    “Kira-kira jam tiga sore kami sadar. Sapinya sudah tidak ada, padahal sebelumnya masih terikat di tempat biasa,” ungkap Sima.

    Upaya pencarian sempat dilakukan warga dan keluarga, namun hasilnya nihil. Dugaan sementara, sapi dibawa kabur melalui area persawahan di belakang rumah.

    “Ada tanaman jagung yang rusak seperti terinjak. Diduga sapi ditarik lewat sawah, lalu keluar ke jalan samping rumah,” tuturnya.

    Menariknya, tidak ada warga yang menaruh curiga saat kejadian berlangsung. Hal ini diduga karena hari tersebut bertepatan dengan hari pasaran jual beli sapi, sehingga aktivitas keluar-masuk ternak dianggap wajar.

    “Warga mungkin mengira sapinya mau dijual,” katanya.

    Hingga kini, keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak kepolisian dengan alasan enggan berurusan panjang. Meski demikian, aparat kepolisian bersama perangkat RT dan RW setempat telah mendatangi lokasi kejadian dan menyarankan agar korban segera membuat laporan agar kasus pencurian tersebut dapat ditindaklanjuti. [ada/aje]

  • Pemprov DKI dukung toko kolaborasi MRT Jakarta dengan Tahilalats

    Pemprov DKI dukung toko kolaborasi MRT Jakarta dengan Tahilalats

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung toko hasil kolaborasi MRT Jakarta dengan industri kreatif Tahilalats (Tahilalats Station) di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk pengembangan ruang interaksi.

    “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung kolaborasi lintas sektor sebagai langkah kongkret dalam membuka peluang kerja sama baru bagi pengembangan kota Jakarta,” kata Wakil Gubernur DKI Rano Karno dalam peresmian Tahilalats Station di MRT Dukuh Atas Jakarta, Rabu.

    Menurut dia, MRT Jakarta telah menjadi bagian penting dalam mobilitas dan ruang interaksi warga setiap hari.

    Sepanjang Desember 2025, MRT Jakarta mencatat rata-rata 141.872 pelanggan per hari, dan kawasan Dukuh Atas BNI menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi.

    “Pada periode yang sama, di Stasiun Dukuh Atas BNI tercatat jumlah pelanggan tertinggi hampir 781.000 pelanggan dalam satu bulan, serta menjadi simpul konektivitas dengan berbagai moda transportasi publik lainnya,” tutur Rano.

    Dia pun berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan karya-karya kreatif kebanggaan Indonesia yang semakin dikenal luas oleh masyarakat.

    Lebih lanjut, Rano menilai sinergi antara MRT Jakarta dengan kreator lokal tersebut menunjukkan transportasi publik dapat tumbuh bersama dengan karya anak bangsa.

    “Semoga kolaborasi ini membawa manfaat dan semangat baru bagi warga Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan berbudaya,” ungkap Rano.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Skandal PPDS Unsri, Ini Pengakuan Mahasiswa Diduga Korban Bully dan Pemerasan Senior

    Skandal PPDS Unsri, Ini Pengakuan Mahasiswa Diduga Korban Bully dan Pemerasan Senior

    Liputan6.com, Jakarta – Viral aksi perundungan dan pemerasan terjadi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya Palembang (Unsri) oleh seniornya. Korban bahkan sampai mundur dan melakukan percobaan bunuh diri.

    Kasus itu terungkap dari unggahan akun Instagram @medicstory.id. Akun itu dengan lantang menceritakan informasi dari seorang residen junior yang tak tahan dengan perlakuan dari seniornya.

    Perundungan dialami korban berupa pemaksaan untuk membiayai hidup mewah pribadi seniornya, mulai dari uang semesteran, clubbing dan party, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan club sepeda bola senior, membeli skincare, hingga harus menanggung makan dan minum senior.

    Tidak hanya itu, peserta PPDS juga harus membelikan tiket pesawat dan tiket konser untuk senior, biaya sewa rumah dan indekos, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior, antar jemput anak senior, membelikan alat kesehatan, dan harus memenuhi kebutuhan mewah lainnya.

    “Dilakukan secara rapi, sembunyi-sembunyi, dan disertai dengan intimidasi dan ancaman, jika tidak menuruti maka junior akan dirundung, dikucilkan dan dipersulit selama masa pendidikannya oleh para oknum senior PPDS Unsri,” tulis @medicstory.id seperti dilihat merdeka.com, Rabu (14/1).

    Namun, pihak kampus dan tenaga pendidik atau dokter terkesan menutupi bahkan melakukan pembiaran terhadap fenomena itu. Tak tahan dengan perlakuan itu, junior PPDS sampai mengundurkan diri dan melakukan percobaan bunuh diri.

    Dalam tulisan itu, pengirim pesan memiliki bukti kuat pemerasan dan perundungan. Hal ini menandakan informasi tersebut bukan fitnah melainkan benar adanya.

    “Berupa rekening koran korban pemerasan, rekaman telepon dan chat pemerasan oleh senior,” tulisnya.

    Para korban berharap kasus ini menjadi perhatian karena sangat meresahkan dan mengancam nyawa calon dokter spesialis. Dalam pesan itu disebut PPDS Unsri memiliki database mahasiswa yang mengundurkan diri akibat kasus tersebut.

    “Setelah pesan ini tersebar, para junior akan dituduh dan diintimidasi, tapi kami tidak akan tinggal diam,” tulisnya.

    Kepala Humas Unsri Nurly Meilinda menyebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah berupa membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Satgas ini membantu dan berkoordinasi dalam proses investigasi.

    “Kami juga telah melakukan tahap klarifikasi dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk senior dan sejawat yang berada dalam lingkup akademik yang sama,” kata dia.

    Reporter: Merdeka.com/Elfayramy Semangat

  • Selain bongkar tiang monorel, Bina Marga tata drainase di Rasuna Said

    Selain bongkar tiang monorel, Bina Marga tata drainase di Rasuna Said

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan selain membongkar tiang monorel yang mangkrak, pihaknya juga akan melakukan penataan drainase di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

    “Terkait genangan yang ada di Rasuna Said ini, tentunya kami akan melakukan penataan jalan dan trotoar, dan itu sekaligus dengan penataan drainasenya. Jadi, Insya Allah, setelah nanti jadi semua, kalau memang ada genangan, sudah teralirkan ke drainase tepi jalan,” kata Heru saat dijumpai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu.

    Lebih lanjut, dia mengatakan terkait penataan jalan dan trotoar secara keseluruhan di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan rampung pada September 2026.

    “Tapi, ya, kami upayakan. Kalau memang bisa dipercepat, akan kami lakukan percepatan. Tapi, itu secara schedule September,” ujar Heru.

    Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi.

    Anggaran pembongkaran tiang-tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.

    Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.

    Proses pembongkaran itu dilakukan setiap malam hari, tepatnya mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

    Pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak itu pun diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan di ruas Jalan HR Rasuna Said sehingga kawasan tersebut menjadi lebih indah dan nyaman bagi masyarakat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Selain bongkar tiang monorel, Bina Marga tata drainase di Rasuna Said

    Selain bongkar tiang monorel, Bina Marga tata drainase di Rasuna Said

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan selain membongkar tiang monorel yang mangkrak, pihaknya juga akan melakukan penataan drainase di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

    “Terkait genangan yang ada di Rasuna Said ini, tentunya kami akan melakukan penataan jalan dan trotoar, dan itu sekaligus dengan penataan drainasenya. Jadi, Insya Allah, setelah nanti jadi semua, kalau memang ada genangan, sudah teralirkan ke drainase tepi jalan,” kata Heru saat dijumpai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu.

    Lebih lanjut, dia mengatakan terkait penataan jalan dan trotoar secara keseluruhan di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan rampung pada September 2026.

    “Tapi, ya, kami upayakan. Kalau memang bisa dipercepat, akan kami lakukan percepatan. Tapi, itu secara schedule September,” ujar Heru.

    Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi.

    Anggaran pembongkaran tiang-tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.

    Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.

    Proses pembongkaran itu dilakukan setiap malam hari, tepatnya mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

    Pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak itu pun diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan di ruas Jalan HR Rasuna Said sehingga kawasan tersebut menjadi lebih indah dan nyaman bagi masyarakat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Cabai, Beras hingga Daging Dikisaran Segini

    Cabai, Beras hingga Daging Dikisaran Segini

    Sebelumnya, Perum Bulog dapat tugas untuk menyerap 4 juta ton beras produksi lokal sepanjang 2026 ini. Untuk itu, ada pembiayaan senilai Rp 39,1 triliun untuk menjalankan mandat itu.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menetapkan serapan gabah kering panen (GKP) itu bisa dicapai tahun ini. Apalagi, ada proyeksi peningkatan produksi di masa panen.

    “Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Insya Allah, dengan kerja sama yang solid, target ini dapat tercapai dan akan menjadi catatan sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” kata Amran, mengutip keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

    Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mencatat ada peningkatan luas tanam padi pada periode Oktober hingga Desember 2025 sebesar 500 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, produksi gabah nasional diproyeksikan meningkat sepanjang tidak terdapat gangguan signifikan seperti bencana alam.

    “Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton. Capaian ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,5 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 30,34 juta ton.

    Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di akhir tahun 2025 tercatat 3,25 juta ton setelah sebelumnya sempat mencapai angka 4,2 juta ton pada Juli 2025. Hal ini menjadi pencapaian tertinggi sejak penugasan Perum Bulog tahun 1969.

     

  • Warga resahkan pemotor naik trotoar akibat macet di Matraman

    Warga resahkan pemotor naik trotoar akibat macet di Matraman

    Jakarta (ANTARA) – Warga meresahkan sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas di atas trotoar akibat kemacetan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.

    “Khawatir pasti. Saya sering olahraga jalan kaki di sini, tapi hak kami sebagai pejalan kaki jelas diambil. Kalau kita tidak waspada, bisa saja terjadi kecelakaan,” kata salah satu warga Matraman yang bernama Abbas (63) di Jakarta Timur, Rabu.

    Tindakan nekat sejumlah pengendara motor itu membuat pejalan kaki merasa tidak aman dan terpaksa mengalah. Padahal, fasilitas tersebut sejatinya diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki.

    Diketahui, arus kendaraan di Jalan Matraman Raya tersendat sejak pagi hari akibat antrean lampu lalu lintas dan aktivitas proyek pembangunan LRT Jakarta yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

    Kemacetan yang berkepanjangan itu membuat sebagian pengendara sepeda motor memilih mencari jalan pintas dengan menaiki trotoar.

    Trotoar yang semestinya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki itu pun seketika berubah menjadi jalur alternatif kendaraan bermotor.

    Sepeda motor melintas silih berganti dengan kecepatan cukup tinggi, sehingga pejalan kaki terpaksa menepi ke pinggir trotoar, bahkan turun ke badan jalan.

    Menurut Abbas, tindakan sejumlah pengendara motor yang menggunakan trotoar itu sudah menjadi pemandangan rutin, terutama pada jam masuk kerja.

    Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap pagi, ketika arus lalu lintas menuju kawasan Salemba mengalami kepadatan.

    Dia berharap agar aparat terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan penertiban secara rutin.

    “Ini bukan kejadian sekali dua kali. Hampir tiap pagi, terutama jam kerja, pengendara motor naik trotoar. Harusnya ada petugas yang sigap menertibkan,” ujar Abbas.

    Keresahan serupa juga dirasakan Syaiful (55), warga sekitar yang kerap memanfaatkan trotoar untuk berjalan kaki, baik untuk berolahraga maupun menuju halte Transjakarta.

    Dia mengaku merasa takut dan tidak nyaman saat harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor.

    “Kalau takut, ya, takut. Apalagi, saya sudah tidak muda lagi. Mau menegur juga biasanya yang salah justru lebih galak, jadi saya pilih jalan pelan di pinggir saja,” ucap Syaiful.

    Menurut dia, kondisi tersebut membuat pejalan kaki berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, trotoar merupakan hak pejalan kaki, namun di sisi lain, mereka harus mengalah demi menghindari risiko tertabrak kendaraan.

    “Saya paham, mereka buru-buru mau kerja, tapi kan tidak harus naik trotoar. Trotoar itu untuk pejalan kaki. Kalau bisa, ya, ditertibkan supaya kami merasa aman,” harap Syaiful.

    Hingga siang hari, masih terjadi kepadatan lalu lintas di Jalan Matraman Raya.

    Syaiful menginginkan adanya pengawasan dan penindakan tegas agar trotoar tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga keselamatan pejalan kaki lebih terjamin.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Aturan Baru Nyalain Mesin Motor MotoGP Setelah Kecelakaan, Berlaku Mulai 2026

    Aturan Baru Nyalain Mesin Motor MotoGP Setelah Kecelakaan, Berlaku Mulai 2026

    Jakarta

    FIM mengumumkan aturan baru dalam menyalakan mesin motor MotoGP setelah pebalap mengalami kecelakaan. Rider yang mengalami kecelakaan dan mesin motornya mati tak bisa asal-asalan menyalakan mesin untuk bergabung balapan lagi.

    Dikutip Crash, mulai musim 2026, para pebalap MotoGP tidak lagi diizinkan untuk menyalakan kembali motor mereka langsung dari pinggir lintasan setelah kecelakaan. Ada aturan baru jika ingin menyalakan mesin lagi dan kembali bergabung ke balapan.

    Seperti diketahui, mesin motor MotoGP biasanya otomatis mati ketika pebalap mengalami kecelakaan. Terkadang untuk bergabung balapan lagi, pebalap susah payah menyalakan mesin motornya karena memang motor MotoGP tidak memiliki starter elektrik seperti motor produksi massal.

    Sebelumnya, tidak ada aturan yang melarang pebalap MotoGP langsung menyalakan mesin motornya ketika crash. Mereka bisa menyalakan kembali motornya di area run-off sirkuit. Namun, hal ini berpotensi menciptakan situasi berbahaya karena membuat marshal dan pembalap tetap berada di area run-off di tengah sesi balapan.

    Arahan baru dari FIM telah melarang hal ini. Jika pebalap ingin menghidupkan kembali motornya setelah kecelakaan, maka harus dilakukan di belakang pembatas sirkuit, atau di area road service. Road service adalah jalanan di luar lintasan sirkuit yang biasanya digunakan untuk mobilitas marshall.

    Di MotoGP, pebalap masih dapat melanjutkan sesi setelah kecelakaan, tapi mereka harus menghidupkan kembali motor dari belakang pembatas lintasan dan bukan di area run-off.

    Jika motor masih menyala saat kecelakaan, pebalap dapat bergabung kembali. Meski begitu, marshal dapat mencegah pebalap kembali ke lintasan jika setelah pemeriksaan mereka menganggap motor tersebut mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan bahaya jika kembali ke lintasan, seperti ada kebocoran cairan.

    Perubahan peraturan dari FIM ini merupakan hasil keputusan yang dibuat oleh Komisi Grand Prix dan Komisi SBK. Hal ini telah dikomunikasikan dalam surat yang ditujukan kepada petugas lintasan balap sirkuit, federasi nasional, promotor balap, IRTA, dan anggota komisi balap sirkuit.

    “Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap motor yang tidak menyala di lintasan atau di area run-off harus segera dibawa ke belakang garis perlindungan pertama oleh marshal,” bunyi surat FIM tersebut.

    (rgr/dry)

  • 9
                    
                        Mens Rea Pandji Singgung Mata Gibran, Mahfud: Bilang "Ngantuk" Bukan Pidana
                        Nasional

    9 Mens Rea Pandji Singgung Mata Gibran, Mahfud: Bilang "Ngantuk" Bukan Pidana Nasional

    Mens Rea Pandji Singgung Mata Gibran, Mahfud: Bilang “Ngantuk” Bukan Pidana
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti sejumlah pihak yang menyebut komika Pandji Pragiwaksono menghina Wapres Gibran Rakabuming Raka karena ‘mengantuk’.
    Pada materi
    Mens Rea
    yang ditayangkan di Netflix, Pandji memang menyinggung mata Gibran yang terlihat seperti orang mengantuk.
    Mahfud menekankan, menyebut seseorang mengantuk bukanlah hinaan.
    Hal tersebut Mahfud sampaikan dalam siniar bertajuk ‘
    Mahfud MD
    Buka Suara: Kasus Pandji, Yaqut & Korupsi Pajak’ melalui akun YouTube pribadinya. Kompas.com telah meminta izin untuk mengutip pernyataan Mahfud.
    “Mari kita kembangkan ini. Karena di TV saya lihat tuh, ada anggota DPR yang berdebat bahwa orang bilang ngantuk itu menghina orang. Loh masa orang bilang ngantuk menghina?” ujar Mahfud.
    Mahfud pun mencoba bertanya kepada host siniar tersebut, apakah dia tersinggung atau tidak jika disebut mengantuk. Host tersebut pun menyatakan dirinya tidak merasa dihina oleh Mahfud karena mengantuk.
    Sebab, Mahfud mengingatkan, mengantuk adalah kondisi manusiawi, yang mana semua manusia bisa ngantuk.
    “Ngantuk itu bukan perbuatan jelek, bukan situasi jelek. Sehingga seumpama Anda tersinggung pun dibilang ngantuk, kan saya bukan menghina. Wong itu masalah keadaan biasa ngantuk,” ucapnya.
    Selanjutnya, Mahfud menyinggung pihak yang menafsirkan kondisi mata Gibran sebagai penyakit
    ptosis
    .
    Menurutnya, ptosis disebabkan oleh kelelahan, banyak pikiran, hingga ada juga yang berkaitan dengan masalah kejiwaan.
    Kalaupun Gibran memang betul mengalami ptosis, Mahfud menilai Pandji tidak bisa dibilang menghina anak Presiden ke-7 Joko Widodo itu.
    “Kalau betul ptosis seperti itu, berarti Pandji tidak menghina. Karena Pandji hanya bilang ngantuk. Yang menjelaskan arti ptosis itu yang menghina. Kalau itu dikaitkan dengan masalah kejiwaan, masalah penyakit yang tidak boleh diketahui orang, wong Pandji hanya bilang ngantuk,” jelas Mahfud.
    “Misalnya orang ngantuk, lalu disamakan dengan orang gila. Orang ngantuk disamakan dengan orang pencandu narkoba. Orang ngantuk disamakan dengan orang pemabuk. Enggak bisa. Substansinya harus jelas. Itu prinsip dalam hukum pidana. Sehingga kalau dalam hal itu enggak bisa juga si Pandji ini dikatakan telah menghina misalnya Gibran atau Muhammadiyah, NU gitu,” imbuhnya.
    Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi mengkritik materi
    stand-up comedy

    Pandji Pragiwaksono
    dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung kondisi mata Wakil Presiden
    Gibran Rakabuming Raka
    , karena dinilai menertawakan kondisi medis yang dikenal sebagai ptosis.
    Kritik tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, setelah Pandji melontarkan guyonan tentang mata Gibran yang terlihat sayu dan dianggap seperti orang mengantuk dalam materi komedinya yang tayang di Netflix.
    Tompi menegaskan bahwa kondisi mata yang tampak “mengantuk” bukan persoalan estetika atau ekspresi, melainkan kondisi medis yang memiliki penjelasan ilmiah.
    “Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi, seperti dikutip Kompas.com, Senin (5/1/2026).
    Ia menambahkan bahwa kritik, satire, dan humor sah dalam demokrasi, tetapi menyerang kondisi fisik yang tidak bisa dipilih oleh seseorang menunjukkan kemalasan berpikir.
    “Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjut Tompi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dilantik Kapolda Irjen Herry Heryawan, Ini Daftar Pejabat Baru Polda Riau

    Dilantik Kapolda Irjen Herry Heryawan, Ini Daftar Pejabat Baru Polda Riau

    Pekanbaru

    Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat utama (PJU) hingga kapolres. Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

    Upacara sertijab digelar di Aula Tribrata Polda Riau, Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Rabu (14/1/2026). Dalam prosesi ini, para pejabat baru diambil sumpah dalam jabatannya.

    Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melantik sejumlah pejabat utama (PJU) dan kapolres di Polda Riau, Rabu (14/1/2026). Foto: dok. Polda Riau

    Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP./2025, ST/2781 B/XII/KEP./2025, dan ST/2781 C/XII/KEP./2025 yang ditandatangani pada 15 Desember 2025.

    Berikut daftar pejabat baru di Polda Riau:

    1. Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes M Hasyim Risahondua
    2. Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika
    3. Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad
    4. Kepala Biro SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang
    5. Kabid Dokkes Polda Riau Kombes Parluhutan Sitindaon
    6. Kabidkeu Polda Riau Kombes Marsono
    7. Dirpoliar Polda Riau AKBP Afri Fajar Hermanto
    8. Karolog Polda Riau Kombes Imran Amir
    9. Karorena Polda Riau Kombes Daniel Widya Mucharam
    10. Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa (pengukuhan eselon)
    11. Dirpamobvit Polda Riau Kombes Suherman Zein
    12. Kabid TIK Polda Riau AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling
    13. Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Riau AKBP Anton Setyo Hartanto
    14. Kabagdalpers Biro SDM Polda Riau AKBP Budi Setiawan
    15. Kabagbinkar Biro SDM Polda Riau AKBP Raden Ricky Pratidiningrat

    1. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar
    2. Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Eka Ariandy Putra
    3. Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar
    4. Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Permana
    5. Kapolresta Pekanbaru AKBP Muharman Arta

    Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melantik sejumlah pejabat utama (PJU) dan kapolres di Polda Riau, Rabu (14/1/2026). Foto: dok. Polda Riau

    Sertijab Wakapolda Riau

    Pada kesempatan itu, Herry Heryawan juga menyampaikan apresiasi khusus atas dedikasi Brigjen Jossy selama bertugas di Bumi Lancang Kuning. Salah satu prestasi yang paling membekas adalah ketegasannya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

    Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memimpin sertijab, Wakapolda resmi dijabat Brigjen Hengki Haryadi. Sertijab digelar di Mapolda Riau, Rabu (14/1/2026). Foto: dok. Polda Riau

    “Beliau ini (Brigjen Jossy Kusumo) sangat terkenal di Kuantan Singingi (Kuansing), tokoh pemberantasan PETI, saya sekali lagi menyampaikan terima kasih,” kata Kapolda Irjen Herry.

    Selain jabatan Wakapolda, Irjen Herry menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaksanakan serah terima jabatan bagi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Riau lainnya yang masuk dalam daftar mutasi terbaru.

    Kapolda berharap, dengan hadirnya Brigjen Pol Hengki sebagai Wakapolda Riau yang baru, sinergitas di internal Polda Riau tetap terjaga dan program-program strategis, termasuk visi Green Policing, dapat terus berjalan berkesinambungan.

    (mea/dhn)