Blog

  • Cuitan Prabowo 2011 ke Pandji Bikin Publik Nostalgia: Kritik Membangun Bagus untuk Demokrasi Indonesia

    Cuitan Prabowo 2011 ke Pandji Bikin Publik Nostalgia: Kritik Membangun Bagus untuk Demokrasi Indonesia

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ribut-ribut soal spesial show bertajuk ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono, jejak digital lama Presiden Republik Prabowo Subianto, kembali menjadi pembicaraan publik.

    Kali ini, perhatian tertuju pada sebuah cuitan yang ditujukan kepada Pandji, saat Prabowo masih berada di luar pemerintahan.

    Cuitan tersebut muncul pada November 2011, ketika Pandji Pragiwaksono mengunggah pernyataan bernada santai di akun X pribadinya.

    Pandji kala itu menyebut Prabowo yang baru bergabung di Twitter dan menyinggung karyanya dalam album musik.

    “So, Prabowo is on twitter now. Good, I’ll make sure he’ll know that he’s in my song on the 4th album. And it aint pretty,” ucap Pandji (22/11/2011).

    Menariknya, Prabowo merespons langsung cuitan tersebut. Dalam balasannya, Prabowo justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik.

    “Saya tunggu album baru saudara Pandji. Kritik yang membangun bagus untuk demokrasi Indonesia,” tulis Prabowo dalam cuitannya kala itu.

    Respons tersebut sontak mendapat perhatian warganet. Cuitan Prabowo bahkan dibagikan ulang ribuan kali dan menuai berbagai komentar.

    Sejumlah komentar warganet pun kembali bermunculan, membandingkan dinamika sikap politik sebelum dan sesudah Prabowo berada di lingkaran kekuasaan.

    “Prabowo sebelum kenal Antek aseng,” ucap akun @mbeuuk di kolom komentar.

    “Nov 2011. Ini sih zaman si macan masih waras. Setelah gabung dgn Genk Shollow.vAura macan langsung ambles. Yang muncul aura jongos. Seperti yang di ucap Pandji, berharap apalagi, Polisi membunuh, Tentara berpolitik, Presiden memaafkan koruptor, Wakil Presiden kita Gibran,” sambut Warganet lain @Muh_N_UD.

  • Aplikasi Gojek Error, Pengguna Kesulitan Pesan Pengemudi dan Makanan

    Aplikasi Gojek Error, Pengguna Kesulitan Pesan Pengemudi dan Makanan

    Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi ride hailing, Gojek, mengalami gangguan yang membuat para penggunanya kesulitan untuk memesan pengemudi. Di media sosial, kabar ini bergulir dengan sangat cepat dengan banyaknya keluhan dari para pengguna setia Gojek. 

    Gangguan tersebut diketahui telah terjadi lebih dari 1 jam. Terlihat dari akun @mkleecat dan akun @fathurwithyou. Keduanya mengeluh tidak dapat memasukan lokasi penjemputan.

    “Wah Gojek kenapa nih gak bisa load location,” tulis Fatur di platform X, Selasa (13/1/2026). 

    Sementara itu akun @geehanii menyesali aplikasi Gojek error di sore hari atau pada jam sibuk (rush hour) pulang kerja. Pasalnya, Gojek sebagai salah satu aplikasi yang mereka andalkan untuk menuju tempat transportasi publik seperti stasiun, halte, atau bahkan pulang ke rumah. 

    “Rush hour banget,” tulis geehanii.

    Namun, tidak semua postingan di platform X berisi keluhan pengguna. Ada juga akun yang mengaku sebagai driver gojek, yang membuka orderan secara langsung lewat platform X. Akun @riyanda_f menawarkan pengguna Gojek yang berada di wilayah sekitar Cipete untuk pulang bareng bersama dirinya ke Pamulang.

    “Saya juga driver. Kita offline-in aja,” tulis Riyanda. 

    Bisnis coba mengkonfirmasi kepada Gojek perihal maraknya keluhan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Gojek belum membalas. 

    Sekadar informasi, Aplikasi Gojek merupakan super app asal Indonesia yang menyediakan layanan on-demand seperti transportasi (GoRide, GoCar), pengiriman makanan (GoFood), logistik (GoSend, GoBox), hingga pembayaran digital (GoPay). 

    Gangguan yang terjadi sore ini diketahui juga berdampak pada layanan pemesanan makanan GoFood. Belum diketahui, apakah layanan Gosend dan Gopay turut berdampak. Adapun pada 2023, Gojek memiliki sekitar 3,1 juta mitra driver dan merupakan salah satu plaform ride hailing terbesar di Indonesia.

  • Demo Pro-Pemerintah Digelar di Iran, Presiden-Menlu Hadir

    Demo Pro-Pemerintah Digelar di Iran, Presiden-Menlu Hadir

    Teheran

    Puluhan ribu warga Iran menggelar aksi pro-pemerintah di ibu kota Teheran pada Senin (12/1) waktu setempat, sebagai tandingan atas unjuk rasa antipemerintah yang mengguncang negara itu. Presiden Masoud Pezeshkian turut hadir langsung dalam aksi pro-pemerintah tersebut.

    Tayangan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir The Guardian, Selasa (13/1/2026), menayangkan kerumunan orang yang memadai jalanan di Teheran, sebelum berkumpul di Alun-alun Enqelab, untuk bergabung dalam aksi pro-pemerintah yang diberi nama “pemberontakan Iran melawan terorisme Amerika-Zionis”.

    Di lokasi tersebut, para demonstran pro-pemerintah mendengarkan pidato ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang mengecam intervensi Barat. Ghalibaf mengatakan bahwa Iran sedang berperang di empat front sekaligus.

    “Perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini, perang melawan terorisme,” ujarnya saat berbicara di hadapan demonstran pro-pemerintah Iran.

    Dalam aksi ditayangkan oleh berbagai media pemerintah Iran, dan yang diduga dimaksudkan untuk meredam unjuk rasa antipemerintah ini, para pendukung pemerintah Teheran menyerukan slogan berbunyi “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam bahasa Persia.

    Ghalibaf bersumpah bahwa militer Iran akan memberi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump “pelajaran yang tak terlupakan” jika Iran diserang.

    Kehadiran langsung Pezeshkian terlihat dalam tayangan Al Jazeera, yang menunjukkan Presiden Iran itu, yang didampingi para pengawal keamanannya, berjalan di tengah kerumunan aksi pro-pemerintah yang digelar di Teheran. Al Jazeera, media yang didanai Qatar, diizinkan untuk menyampaikan laporan langsung dari wilayah Iran meskipun internet dimatikan selama unjuk rasa berlangsung.

    Dalam pernyataannya, seperti dikutip Press TV, Pezeshkian menggambarkan aksi pro-pemerintah itu sebagai tanda “kewaspadaan dan tanggung jawab yang tak tertandingi” dalam membela cita-cita agama dan nasional, melawan “musuh-musuh yang menindas dan para teroris.

    Selain Pezeshkian, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, juga tampak hadir langsung dalam aksi pro-pemerintah. Tayangan media lokal Iran, IRIB News, menunjukkan Araghchi berjalan di tengah kerumunan pendukung pemerintah, dengan sejumlah pengawal keamanan mendampinginya.

    Saat berbicara kepada para diplomat asing di Teheran, Araghchi menegaskan bahwa “situasi telah sepenuhnya terkendali”.

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak hadir langsung, namun memberikan pesan yang ditayangkan televisi pemerintah Iran. “Aksi besar-besaran ini, penuh tekad, telah menggagalkan rencana musuh-musuh asing yang akan dilakukan oleh para tentara bayaran domestik,” ucapnya.

    Laporan kantor berita Fars menyebut sekitar 3 juta orang menghadiri aksi pro-pemerintah yang digelar di Teheran. Aksi semacam ini digelar ketika pemerintah Iran berusaha menampilkan citra normalitas, meskipun diguncang oleh gerakan protes terbesar sejak tahun 2009 lalu.

    Lihat juga Video Pemandangan Ngeri Mayat-mayat Berjejeran di Pinggir Jalan Iran

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Prabowo: SMA TN tanamkan akhlak jadi pemimpin bersih dari korupsi

    Prabowo: SMA TN tanamkan akhlak jadi pemimpin bersih dari korupsi

    Kita di sini benar-benar mencetak kader-kader yang patriotik, yang cinta tanah air, yang bertanggung jawab, disiapkan jadi pemimpin-pemimpin yang baik di semua bidang,

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan SMA Taruna Nusantara (TNI) memiliki peran penting dalam menanamkan akhlak, kepribadian, dan tanggung jawab kepemimpinan agar lahir pemimpin bangsa yang jujur serta bersih dari praktik korupsi.

    “Kita di sini benar-benar mencetak kader-kader yang patriotik, yang cinta tanah air, yang bertanggung jawab, disiapkan jadi pemimpin-pemimpin yang baik di semua bidang,” kata Prabowo dalam sambutannya pada peresmian SMA Taruna Nusantara di Malang, Jawa Timur, Selasa.

    “Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih, menjadi pemimpin-pemimpin yang jujur, tidak akan korupsi, yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” imbuhnya.

    Presiden menekankan pentingnya peran para pimpinan sekolah dalam menjalankan tugas pendidikan sesuai dengan filosofi SMA Taruna Nusantara.

    Dirinya menggarisbawahi sebagian besar pimpinan sekolah merupakan alumni yang memahami tujuan pendirian sekolah tersebut, yakni mencetak kader-kader patriotik, mencintai tanah air, bertanggung jawab.

    Selain itu, Kepala Negara juga meminta seluruh unsur pimpinan, termasuk pimpinan sekolah serta pamong guru untuk melaksanakan pendidikan secara optimal dengan pendekatan yang inovatif dan berorientasi pada pembinaan serta pengembangan peserta didik.

    “Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi,” ucapnya.

    Presiden menilai keberhasilan SMA Taruna Nusantara telah terbukti sejak didirikan pada 1990, dengan banyak lulusan yang menonjol di tingkat nasional.

    Prabowo juga mencatat keberadaan alumni SMA Taruna Nusantara dalam jajaran kabinet yang dipimpinnya pada berbagai jenjang jabatan.

    Ke depan, Presiden memandang pengembangan sekolah unggulan melalui penambahan SMA Garuda serta rencana pendirian satu sekolah unggulan di setiap kabupaten diharapkan dapat mempercepat kebangkitan kepemimpinan nasional dan kemajuan bangsa Indonesia.

    “Dengan tambahan SMA Garuda, juga dengan nanti tiap kabupaten satu sekolah unggulan, ini akan mempercepat kita harapkan kebangkitan kepemimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo Ingin Cetak Kader Patriotik

    Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo Ingin Cetak Kader Patriotik

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026).

    SMA Taruna Nusantara itu telah dibangun sejak November 2023. Luas tanah yang dijadikan tempat SMA Taruna Nusantara Malang itu mencapai 29,6 hektar. Adapun, jumlah kelas di SMA Taruna Nusantara Malang mencapai 30 dengan jumlah siswa 706.

    Dalam peresmiannya, Prabowo mengatakan sekolah seperti SMA Taruna Nusantara sangat penting. SMA Taruna Nusantara yang didirikan sejak 1990 di Magelang pun telah menghasilkan alumni-alumni yang berkiprah sebagai pemimpin nasional.

    “Kita di sini benar-benar mencetak kader-kader yang patriotik. Kader-kader yang cinta Tanah Air. Kader-kader yang bertanggung jawab. Disiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik di semua bidang,” ujar Prabowo dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026).

    Prabowo sendiri menargetkan untuk menghadirkan 6 SMA Taruna Nusantara pada 2026. Selain di Malang dan Magelang, telah terdapat SMA Taruna Nusantara di Cimahi. Kemudian, rencananya akan dibangun juga SMA Taruna Nusantara di IKN, Sumatera Selatan hingga Sulawesi Tenggara.

    Dilansir dari situs resmi SMA Taruna Nusantara, ide pembuatan sekolah menengah atas berbasis semi-militer itu dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jenderal LB Moerdani, pada 20 Mei 1985 lalu.  

    Ide itu lalu diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, guna mendirikan lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Tarun Nusantara lalu diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia (ABRI) Jenderal Try Sutrisno pada 1990. 

    Belakangan, Prabowo banyak memilih lulusan SMA Taruna Nusantara untuk menjadi pejabat di pemerintahannya. Baik dari level menteri hingga pejabat eselon.

    Beberapa di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).  

  • 4
                    
                        Hanya Pegawai Inti SPPG yang Diangkat Jadi ASN PPPK BGN, Relawan Tidak
                        Nasional

    4 Hanya Pegawai Inti SPPG yang Diangkat Jadi ASN PPPK BGN, Relawan Tidak Nasional

    Hanya Pegawai Inti SPPG yang Diangkat Jadi ASN PPPK BGN, Relawan Tidak
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak semua pegawai maupun relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) status PPPK.
    Penegasan ini merespons berbagai penafsiran keliru terhadap Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, yang menyebutkan bahwa “pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
    “Frasa ‘pegawai SPPG’ dalam pasal tersebut merujuk secara spesifik pada pegawai inti dengan fungsi strategis, bukan seluruh personel yang terlibat dalam operasional harian SPPG,” ujar Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
    Nanik menjelaskan, pegawai SPPG dapat diangkat menjadi
    ASN PPPK
    itu adalah kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
    Sementara, posisi di luar itu, seperti relawan, tidak termasuk dalam skema pengangkatan PPPK.
    “Yang dimaksud pegawai SPPG dalam konteks PPPK adalah jabatan inti yang memiliki fungsi teknis dan administratif strategis, yaitu kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Di luar itu, termasuk relawan, tidak masuk dalam skema pengangkatan PPPK,” ujar Nanik.
    Menurut Nanik, klarifikasi pegawai yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK ini penting agar tidak menimbulkan ekspektasi.
    “Khususnya di kalangan relawan yang selama ini berperan aktif mendukung pelaksanaan Program MBG di lapangan,” ujar dia.
    Nanik melanjutkan, meski tak berstatus sebagai ASN, relawan SPPG tetap menjadi bagian penting dari ekosistem Program MBG.
    Peran relawan sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program, tetapi secara regulasi mereka tidak termasuk dalam kategori pegawai yang diangkat sebagai PPPK.
    “Status mereka bersifat partisipatif dan non-ASN, sesuai dengan desain kebijakan yang menempatkan relawan sebagai penggerak sosial, bukan aparatur negara,” kata Nanik.
    “Ini sudah dirancang sejak awal agar program tetap inklusif dan berkelanjutan,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Rendam 6 Kecamatan, Pemkab Kudus Tetapkan Darurat Bencana

    Banjir Rendam 6 Kecamatan, Pemkab Kudus Tetapkan Darurat Bencana

    Jakarta

    Sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), terendam banjir hingga hari ini. Pemerintah Kabupaten menetapkan darurat bencana banjir.

    Dilansir detikJateng, ada 6 kecamatan di Kudus yang kebanjiran per hari ini, Selasa (13/1/2026), yang terdiri dari 10.652 KK dengan 33.789 jiwa terdampak banjir. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

    “Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 12 hingga 19 Januari 2026,” jelas Bupati Kudus Samani Intakoris dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (13/1).

    Dia mengatakan, di Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati, ada 24 warga dari 14 kepala keluarga yang sebelumnya dievakuasi ke posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri. Mereka menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta bantuan uang tunai untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.

    Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Mereka mendapatkan makanan siap saji, sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi dalam kondisi aman dan tercukupi.

    Baca selengkapnya di sini

    (lir/dhn)

  • Cuma di Indonesia, Pengendara Lawan Arah Dikasih ‘Karpet Merah’

    Cuma di Indonesia, Pengendara Lawan Arah Dikasih ‘Karpet Merah’

    Jakarta

    Di Indonesia, pengendara lawan arah seperti dikasih ‘karpet merah’. Bahkan, di sejumlah kasus, pengendara lain yang melaju di jalur sebenarnya terpaksa harus mengalah dan memberikan ruang untuk mereka bisa melintas.

    Bukan hanya itu, di sejumlah kawasan, ada jalur-jalur tertentu yang memang rutin dijadikan ‘jalan pintas’ untuk melawan arah. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan lain terpaksa maklum dan mengalah.

    Sebagai contoh, di Bekasi, Jawa Barat, ada sejumlah jalur yang sehari-hari dilintasi pengendara dari arah berlawanan, misalnya di flyover Kranji, persimpangan Galaxy, putaran balik Grand Kota Bintang (Kotbin) dan masih banyak lagi.

    Motor lawan arah di Kalimalang. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Namun, saking banyaknya yang melanggar, jalur tersebut seakan ‘dipatenkan’ dan menjadi karpet merah untuk para pelanggar lalu lintas. Mereka yang melawan arah di kawasan itu pasti marah ketika ditegur. Mereka akan berpikir: yang lain juga lewat sini, kok.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, hukum soal larangan melawan arah memang tak benar-benar ditegakkan di Indonesia. Imbasnya, kebiasaan itu lama-lama dianggap normal dan banyak pengendara lain yang menirunya.

    “Banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana saat dihubungi detikOto, dikutip Senin (12/1).

    “Nggak dipungkiri, banyak juga pengemudi yang berpikir pendek. Sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan dan teguran polisi dianggap angina lalu. Menurut saya, ini salah satu yg membuat hilangnya wibawa petugas,” tambahnya.

    Motor lawan arah di Kalimalang. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Di Indonesia, hukuman melawan arah memang cenderung remeh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Karuan saja, pelawan arah di sini hanya diancam dendam maksimum Rp 500 ribu. Sementara di Malaysia 15 ribu ringgi atau Rp 60 jutaan!

    Sony menegaskan, pelawan arah tak boleh terus-terusan dikasih karpet merah di Indonesia. Sebab, dia khawatir, situasi lalu lintas di dalam negeri akan makin kacau di masa depan.

    “Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di sini lima tahun lagi? Jadi, lima tahun itu implementasi hukum yang tegas yang diterapkan pihak polisi,” kata Sony kepada detikOto.

    (sfn/dry)

  • Persiapan Indonesia Emas 2045, Pemerintah Perluas Pembangunan SMA Taruna Nusantara

    Persiapan Indonesia Emas 2045, Pemerintah Perluas Pembangunan SMA Taruna Nusantara

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

    Hal tersebut disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

    Prasetyo menjelaskan, setelah meresmikan kampus tersebut, Presiden melanjutkan agenda kunjungan kerja di Kabupaten Malang. Ia menegaskan pembangunan SMA Taruna Nusantara terus diperluas di berbagai wilayah Indonesia.

    “Setelah kampus SMA Taruna Nusantara yang sudah ada, sekarang Kementerian Pertahanan di bawah Yayasan YPPSDP dan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara telah membangun dua kampus, yaitu di Malang dan di Cimahi,” ujar Prasetyo.

    Selain dua kampus yang telah berdiri, pemerintah juga tengah memproses pembangunan SMA Taruna Nusantara di tiga lokasi lainnya, yakni di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Sulawesi Utara, dan Sumatra Selatan.

    Menurut Prasetyo, pengembangan sekolah unggulan tersebut berjalan beriringan dengan program pemerataan pendidikan yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

    “Ini memang kita kerjakan secara paralel. Di satu sisi kita membangun fasilitas pendidikan untuk rakyat Desil 1 dan Desil 2, di sisi lain sekolah-sekolah unggulan juga kita bangun,” katanya.

    Dia menegaskan, pembangunan SMA Taruna Nusantara bertujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, dan karakter yang kuat.

    “Kita benar-benar ingin mempersiapkan keberdayaan manusia Indonesia yang kita harapkan akan mengawal kebangkitan Indonesia Emas 2045,” pungkas Prasetyo.

  • Kena Timah Panas, Tersangka Curas di Pamekasan Terancam Penjara Maksimal 15 Tahun

    Kena Timah Panas, Tersangka Curas di Pamekasan Terancam Penjara Maksimal 15 Tahun

    Pamekasan (beritajatim.com) – Tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial AU (30), warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara setelah aksinya menyebabkan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Pamekasan.

    AU merupakan tersangka dalam kasus perampokan yang berujung kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Tacempa, Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Pamekasan, Rabu (7/1/2025). Dalam peristiwa tersebut, korban berinisial SMR (60), warga Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pagantenan, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan usai kejadian curas.

    Selain korban meninggal, tiga korban lainnya juga mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif. Korban HS (26), warga Bulangan Barat, mengalami patah tulang, sementara dua korban lainnya, KYL (18) dan ALF (7), mengalami luka akibat insiden tersebut.

    Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim Polres Pamekasan berhasil menangkap tersangka AU di wilayah Kabupaten Sampang pada Sabtu (10/1/2026). Namun dalam proses penangkapan, tersangka melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri.

    “Saat proses penangkapan tersangka melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Wakapolres Pamekasan, Kompol Hendry Soelistiawan, saat konferensi pers di Gedung Tatag Trawang Tungga Mapolres Pamekasan, Jalan Stadion 81 Pamekasan, Senin (12/1/2026).

    Ia menjelaskan, tindakan tegas berupa penembakan terukur dilakukan karena tersangka dinilai membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar.

    “Penindakan ini dilakukan petugas karena tersangka berupaya melarikan diri dan membahayakan petugas maupun masyarakat sekitar, sehingga petugas menghadiahkan timah panas pada bagian kaki tersangka,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Dony Setiawan menegaskan bahwa tersangka dijerat Pasal 479 Ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.

    “Jika perbuatan curas sebagaimana dimaksud dengan Ayat 1 mengakibatkan matinya seseorang, pelaku terancam pidana dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. [pin/beq]