Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memastikan seluruh pompa di setiap wilayah itu berfungsi dengan baik selama musim hujan untuk mengatasi genangan dan banjir.
“Saya sudah cek ya, pompa-pompa di Jakarta Selatan ini dipastikan berfungsi dengan baik dan siap. Pompa cadangan juga lengkap. Artinya, ketika terjadi musibah banjir maka bisa meminimalisir dampaknya pada masyarakat,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar kepada wartawan di Petogogan Jakarta, Selasa.
Anwar mengatakan pada Selasa ini pihaknya beserta jajaran menyebar untuk melakukan kerja bakti di 10 kecamatan selama musim hujan.
Dia menilai dengan adanya rutin kerja bakti maupun pengerukan di setiap wilayah maka membuktikan perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Jalan NIS kita kerjakan dengan berkoordinasi di 10 kecamatan pada hari ini, Jumat hingga Minggu untuk terus kita laksanakan memastikan pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mengurangi genangan dan banjir,” ucapnya.
Sementara, Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo menambahkan pihaknya selalu menyiagakan pompa sebelum musim hujan tiba di sejumlah lokasi.
“Pompa stasioner kita ada di 48 titik, pompa portabel ada 14 unit yang bisa keliling dan kita lengkapi juga dengan pompa apung untuk area yang tidak bisa diakses pompa portabel,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Selatan menggelar kerja bakti massal bertajuk Jaga Jakarta yang dilaksanakan serentak di 10 kecamatan.
Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada sejumlah ruas jalan, saluran air dan lingkungan permukiman yang dinilai membutuhkan penanganan kebersihan dan perawatan.
Lokasi kerja bakti tersebar di berbagai wilayah, antara lain Kecamatan Kebayoran Baru di Jalan Wijaya Timur RW 01 Kelurahan Petogogan, Kecamatan Tebet di Jalan Inspeksi Ciliwung RW 04 Kelurahan Bukit Duri, serta Kecamatan Pancoran di Jalan Guru Amin Kelurahan Duren Tiga.
Selain itu, di Kecamatan Mampang Prapatan, Cilandak, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Setiabudi, dan Jagakarsa dengan titik lokasi meliputi jalan lingkungan, saluran air, hingga area sekitar fasilitas umum.
Pemerintah Provinsi DKI mengalokasikan pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun dan Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir dalam Tahun Anggaran (TA) 2026.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




/data/photo/2026/01/13/696609eab8ce9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)



