Blog

  • Danrem 051/Wijayakarta kunjungi Kodim Kabupaten Bekasi

    Danrem 051/Wijayakarta kunjungi Kodim Kabupaten Bekasi

    Pengarahan Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso kepada prajurit di Aula Markas Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Rabu.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

    Danrem 051/Wijayakarta kunjungi Kodim Kabupaten Bekasi
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Kamis, 08 Mei 2025 – 07:35 WIB

    Elshinta.com – Komandan Korem (Danrem) 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0509/Kabupaten Bekasi didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 051 PD Jaya Dewi Nugroho.

    Kehadiran Danrem 051/Wijayakarta bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab 051 PD Jaya disambut Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Danang Waluyo beserta Ketua Persit KCK Cabang XXIII Riski Danang serta para perwira dan anggota kodim setempat.

    Danrem 051/Wkt di Kabupaten Bekasi, Rabu, mengatakan tujuan kedatangan ini untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan program Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyangkut ketahanan pangan.

    “Prioritas Bapak Kasad ada di program ketahanan pangan kemudian kegiatan kelestarian alam dan lingkungan hidup, penanganan stunting serta kegiatan- kegiatan lain yang berdampak langsung ke masyarakat,” katanya.

    Danrem dalam pengarahan juga mengingatkan kepada seluruh anggota untuk bijak dalam mengelola keuangan keluarga guna mencegah persoalan ekonomi yang dapat berdampak pada tugas dan kehidupan.

    “Saya juga berpesan agar prajurit mampu menjadi insan teritorial yang sejati, selalu berbuat terbaik di mana pun bertugas dan berada. Tetap semangat, senyum, sapa, salam silaturahmi,” ucap dia.

    Sementara itu, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 051 PD Jaya Dewi Nugroho menyampaikan agar anggota Persit mempunyai keterampilan yang dapat bermanfaat untuk membantu perekonomian keluarga. Usai mengunjungi Kodim 0509, Danrem juga menyempatkan diri bertemu Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang berikut jajaran unsur forum koordinasi pimpinan daerah di Gedung Bupati Bekasi.

    Brigjen TNI Nugroho menekankan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui optimalisasi peran dan kontribusi positif prajurit dalam berbagai program pembangunan pemerintah daerah.

    “Keberadaan TNI di wilayah bisa berkontribusi positif dalam berbagai aspek program pembangunan. Intinya adalah kami, tadi saya sampaikan ke Bapak Bupati untuk betul-betul memanfaatkan teman-teman TNI yang di wilayah. Silakan. Apapun bentuk program dari beliau,” katanya.

    Sumber : Antara

  • Pasar Gelap Kekuasaan

    Pasar Gelap Kekuasaan

    Pasar Gelap Kekuasaan
    Dosen Fakultas Hukum Universitas Pasundan & Sekretaris APHTN HAN Jawa Barat
    ADA

    kekuasaan
    yang tak hadir dalam berita resmi. Ia tak dibicarakan dalam rapat paripurna, tak tertulis dalam konstitusi, dan tak disinggung dalam konferensi pers partai. Namun ia nyata. Ia hidup di lorong-lorong senyap kekuasaan.
    Di sana, jabatan bukan mandat rakyat, tapi komoditas. Loyalitas bukan ideologi, tapi harga.
    Kekuasaan
    tidak dimenangkan, tapi dibeli. Saya menyebutnya: pasar gelap kekuasaan.
    Pasar ini tidak memiliki etalase. Tidak ada tanda jual-beli. Namun barangnya jelas: kursi menteri, rekomendasi Pilkada, wewenang penegakan hukum, hingga pasal-pasal undang-undang. Semua bisa dinegosiasikan, semua bisa dijual, semua bisa dibeli.
    Di tempat inilah, konstitusi kadang dikalahkan oleh catatan kecil dari lobi-lobi yang tidak pernah dipublikasikan. Di sini pula, suara rakyat kadang tenggelam oleh bisikan para makelar kekuasaan.
    Transaksi itu terjadi dalam senyap. Kadang dalam pertemuan tertutup di hotel, kadang dalam percakapan yang tidak direkam, kadang dalam tatapan yang cukup untuk menyampaikan pesan. Tidak ada kuitansi, tapi ada komitmen. Tidak ada kontrak, tapi ada konsesi.
    Kekuasaan tidak lagi dicapai lewat kepercayaan publik, tetapi lewat modal politik dan ekonomi. Dalam sistem yang permisif dan mahalnya biaya politik, jabatan publik menjadi investasi. Dan seperti semua investasi, ia harus kembali modal.
    Dalam banyak kasus, pasar ini membentuk ulang wajah kekuasaan kita. Seorang pengusaha bisa membeli pengaruh politik. Seorang politisi bisa menyewakan loyalitasnya. Seorang aparat bisa memperdagangkan kewenangan.
    Demokrasi
    menjadi prosedur, tapi keputusan dibuat di tempat lain. Di ruang yang tak bisa dijangkau hukum, tak bisa dilacak pers, dan tak bisa dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat.
    Goethe dalam
    Faust
    pernah menggambarkan bagaimana manusia menyerahkan jiwanya demi kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Di negeri ini, jiwa yang dijual bukan hanya satu. Ia kolektif.
    Institusi-institusi kehilangan suara karena tunduk pada kekuasaan informal. Lembaga penegak hukum kehilangan taji karena menunggu aba-aba politik. Lembaga legislatif kehilangan marwah karena sibuk menjajakan pengaruh.
    Dan kita tahu, sekali kepercayaan publik hancur,
    demokrasi
    tak lagi punya alas.
    Pasar gelap kekuasaan bukan hanya persoalan moral individu. Ia tumbuh dari sistem yang rusak: partai yang oligarkis, pemilu transaksional, dan birokrasi yang lentur terhadap tekanan kekuasaan.
    Mahar politik dalam pencalonan, bagi-bagi jabatan pasca-Pemilu, dan negosiasi proyek berbasis afiliasi politik hanyalah gejala dari ekosistem yang memperlakukan kekuasaan sebagai barang dagangan.
    Di banyak daerah, seorang calon kepala daerah harus “membeli perahu” untuk bisa maju. Di pusat, kursi kabinet bisa menjadi hasil lelang koalisi. Semuanya terbungkus rapi dalam bahasa diplomatis: akomodasi politik.
    Apa akibat dari semua ini?
    Kebijakan tidak lagi dirumuskan demi kepentingan publik, tapi berdasarkan siapa yang “berjasa” di belakang layar. Proyek dirancang bukan berdasarkan kebutuhan rakyat, tapi siapa yang memodali kampanye.
    Kita melihat undang-undang yang disusun tergesa-gesa, tidak berpihak pada publik, tapi menguntungkan segelintir.
    Kita menyaksikan orang-orang yang tidak pernah bersentuhan dengan pelayanan publik, tiba-tiba duduk di kursi penting, hanya karena “berkontribusi politik”.
    Publik tahu ini semua. Seperti pembeli yang sudah bosan protes harga, rakyat terdiam. Mereka tahu harga demokrasi terlalu mahal, tapi tak punya pilihan lain.
    Kita hidup dalam demokrasi yang kehilangan jiwa. Pemilu menjadi festival, tapi bukan perayaan pilihan rasional. Ia hanya panggung yang dirancang agar transaksi bisa dibenarkan dengan suara terbanyak.
    Bisakah pasar ini dibongkar?
    Barangkali terlalu optimistis jika kita berharap perubahan datang dari dalam sistem. Karena banyak aktor yang hidup dari pasar ini.
    Yang lebih mungkin adalah gerakan dari luar: warga yang sadar, media yang berani, dan suara-suara independen yang tidak tergantung logika patronase.
    Namun tentu saja, jalan ini panjang. Karena yang kita hadapi bukan hanya rezim politik, tetapi budaya diam yang sudah menjadi kebiasaan.
    Kita telah terlalu lama membiarkan prinsip digantikan oleh kepentingan. Terlalu lama menganggap transaksi sebagai bagian normal dari politik. Terlalu lama menoleransi pemimpin yang bicara etika tapi bertransaksi di balik layar.
    Dan semakin lama kita membiarkan itu, semakin dalam pasar gelap ini mengakar.
    Barangkali yang kita butuhkan bukan sekadar hukum yang lebih keras, tapi kesadaran baru—bahwa kekuasaan tak seharusnya diperjualbelikan.
    Bahwa jabatan bukan hak milik, tapi amanah. Bahwa politik, jika benar dijalankan, adalah seni membela yang lemah, bukan membela yang membayar.
    Jika tidak, maka sejarah akan mencatat kita sebagai generasi yang kehilangan arah. Generasi yang membiarkan demokrasi dibajak oleh transaksi. Generasi yang tahu bahwa negara sedang dijual, tapi memilih diam.
    Dan ketika semua sudah gelap, suara hati akan terdengar seperti bisikan kecil di tengah pasar. Tak terdengar. Tak dianggap. Tak penting.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mendag Budi Santoso: Revisi Aturan Impor Bisa Rampung Pekan Ini – Halaman all

    Mendag Budi Santoso: Revisi Aturan Impor Bisa Rampung Pekan Ini – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor bisa selesai pada pekan ini.

    Budi mengungkap sejumlah poin revisi Permendag 8 antara lain mengenai deregulasi pada beberapa komoditas tertentu. Ia mengklaim ini sudah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan regulasi ini dilakukan agar mampu menarik investasi ke Indonesia. 

    Revisi ini pun diharapkan bisa memberi kemudahan bagi para investor. 

    “Deregulasi itu tidak hanya kebijakan impor. Ya deregulasinya kebijakan impor, kebijakan ekspor, dan kebijakan perdagangan dalam negeri,” katanya ketika ditemui di kantor Kemendag, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

    “Jadi bagaimana kita menarik investasi, kita memberikan kemudahan berusaha kepada semua pelaku usaha. Mudah-mudahan selesai minggu ini ya,” ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor sudah tinggal ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

    “Sudah ada di Pak Menteri Perdagangan, tinggal diteken,” kata Airlangga saat ditemui di Kantornya, Selasa (6/5/2025).

    Untuk diketahui, Airlangga bersama Mendag Busan dan Sekjen Kementerian Perindustrian telah menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Gedung Ali Wardhana Selasa siang.

    Sayangnya, Airlangga enggan menjelaskan poin apa saja yang deregulasi dalam aturan Permendag 8 itu. Dia justru menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Perdagangan.

    Bahkan menyoal Peraturan Teknis (Pertek), Airlangga juga enggan berkomentar banyak.

    “Itu tunggu ke Pak Mendag besok,” jelas dia.

    Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim menyatakan, poin yang direvisi dalam Permendag itu tergolong banyak. Termasuk deregulasi soal pakaian jadi.

    “Deregulasi terutama pakaian jadi, persyaratan pertek nanti direlaksasi,” papar dia.

    Sebagai informasi, Permendag 8 mulai berlaku pada 17 Mei 2024. 

    Permendag 8 merelaksasi beberapa komoditas yang sebelumnya diperketat oleh Permendag 36 Tahun 2023.

    Komoditas tersebut seperti barang elektronik, alas kaki, pakaian jadi dan aksesoris, tas dan katup. Kemudian, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, perbekalan rumah tangga, tas dan katup.

    Komoditas tersebut tidak perlu lagi menggunakan Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Kementerian Perindustrian, hanya perlu laporan surveyor (LS) dan tanpa perlu persetujuan impor (PI).

  • Truk Tabrak Angkot Tewaskan 11 Orang Ternyata Tak Berizin, Kok Boleh Jalan?

    Truk Tabrak Angkot Tewaskan 11 Orang Ternyata Tak Berizin, Kok Boleh Jalan?

    Jakarta

    Kecelakaan maut yang melibatkan truk lagi-lagi terjadi. Kemarin, truk muatan pasir menabrak angkot di Purworejo, Jawa Tengah, hingga menewaskan 11 orang. Truk tersebut tidak terdaftar dalam sistem perizinan Kementerian Perhubungan.

    Kecelakaan maut itu terjadi di Jl Purworejo-Magelang tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/5/2025) siang. Dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia dan 6 lainnya luka-luka. Seluruh korban adalah penumpang angkot yang merupakan rombongan takziah. Angkot sampai hancur tak berbentuk.

    Ternyata, truk itu tidak memiliki izin angkutan. Menteri Perhubungan mengkonfirmasi bahwa truk tersebut tidak terdaftar dalam sistem perizinan.

    “Adapun telah diperiksa pada aplikasi Mitra Darat, truk tersebut tidak terdaftar di dalam sistem perizinan yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi seperti dikutip Antara.

    Setelah cek di Data Laik Kendaraan di aplikasi Mitra Darat yang bisa diakses secara publik, truk dengan nomor polisi B 9970 BYZ tidak ditemukan. Tapi kenapa masih boleh beroperasi di jalan?

    Pengamat transportasi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mencurigai masih maraknya praktik pungutan liar (pungli) di lapangan. Pungli itu membuat truk tak berizin masih beroperasi di jalan.

    “Angkutan barang itu punglinya mulai dari baju seragam sampai nggak pakai baju,” kata Djoko kepada detikOto, Kamis (8/5/2025).

    Djoko menilai pemerintah harus tegas memberantas praktik truk over dimension over load (ODOL) dengan menindak oknum pungli. Untuk memberantas truk ODOL itu, menurut Djoko, butuh program pemberantasan pungli di lapangan.

    “Selama tidak memasukkan program pemberantasan pungli dan (menetapkan) upah standar pengemudi, ini menjadi kendala juga,” ucapnya.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Indonesia akan bebas truk ODOL pada 2026. Pemerintah sedang menyiapkan peraturan presiden (Perpres) terkait pemberantasan truk ODOL itu. Djoko menyebut, dalam perpres itu harus diatur soal pemberantasan pungli.

    “Di Perpres itu harus dimasukkan pemberantasan pungli, kedua upah standar pengemudi. Karena (untuk memberantas) oknum pungli itu Presiden harus turun tangan, Presiden yang nindak dalam perpresnya,” tegas Djoko.

    (rgr/din)

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Daftar Lengkap dan Peluang Beli Murah

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Daftar Lengkap dan Peluang Beli Murah

    Jakarta: Buat kamu yang rutin memantau harga logam mulia, ada kabar baik! Harga emas Antam hari ini, Kamis, 8 Mei 2025, mengalami penurunan sebesar Rp3.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. 
     
    Saat ini, harga emas berada di level Rp1,953 juta per gram.
     
    Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut turun Rp3.000 menjadi Rp1,802 juta per gram. Buat kamu yang ingin menjual emas, angka ini bisa jadi referensi.
    Daftar lengkap harga emas Antam hari ini
    Biar kamu lebih mudah memantau, berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran per gram:
     
    Emas batangan 0,5 gram: Rp1,026 juta.
    Emas batangan 1 gram: Rp1,953 juta.
    Emas batangan 2 gram: Rp3,846 juta.
    Emas batangan 3 gram: Rp5,744 juta.
    Emas batangan 5 gram: Rp9,540 juta.
    Emas batangan 10 gram: Rp19,025 juta.
    Emas batangan 25 gram: Rp47,437 juta.
    Emas batangan 50 gram: Rp94,795 juta.
    Emas batangan 100 gram: Rp189,512 juta.
    Emas batangan 250 gram: Rp473,515 juta.
    Emas batangan 500 gram: Rp946,820 juta.
    Emas batangan 1.000 gram: Rp1,893 miliar.
     

    Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli emas?
    Penurunan harga seperti ini bisa jadi peluang menarik bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi emas. Meskipun nilainya bisa fluktuatif dalam jangka pendek, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang dipercaya banyak investor.

    Kalau kamu sudah punya rencana investasi jangka panjang, beli emas saat harganya sedang turun seperti sekarang bisa jadi strategi yang cerdas.

    Tips Aman Membeli Emas Antam
    – Beli dari tempat resmi. Pastikan kamu membeli di toko resmi seperti butik Logam Mulia atau mitra resmi yang terpercaya.
    – Simpan bukti pembelian. Struk dan sertifikat emas penting banget untuk jual kembali nanti.
    – Pilih ukuran sesuai kebutuhan. Emas 1 gram cocok untuk pemula, sedangkan ukuran lebih besar cocok untuk investasi jangka panjang.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Revisi Permendag 8/2024 Masih Dibahas, Mendag Target Rampung Pekan Ini

    Revisi Permendag 8/2024 Masih Dibahas, Mendag Target Rampung Pekan Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang mengatur tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor masih dalam tahap pembahasan.

    Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan revisi Permendag 8/2024 akan rampung pada pekan ini.

    “Sekarang masih dilakukan pembahasan, mudah-mudahan selesai minggu ini. Nanti kami sampaikan isi-isinya apa ya kalau sudah selesai [revisi Permendag 8/2024],” kata Budi dalam acara peluncuran Gerakan Kamis Pakai Lokal di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

    Budi mengungkap revisi Permendag 8/2024 nantinya akan memuat deregulasi terhadap produk tertentu untuk menarik investasi investor asing ke Indonesia.

    Di samping itu, Budi menjelaskan revisi Permendag 8/2024 juga akan memberikan kemudahan kepada pelaku usaha untuk berusaha di Tanah Air. Dia menambahkan bahwa sejumlah poin dalam revisi Permendag 8/2024 itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kami akan melakukan deregulasi terhadap produk-produk tertentu untuk menarik investasi, untuk menghasilkan kemudahan berusaha. Jadi deregulasi itu tidak hanya kebijakan impor, kebijakan ekspor, dan kebijakan perdagangan dalam negeri,” tuturnya.

    Padahal sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut revisi Permendag 8/2024 telah rampung dan tinggal menunggu diteken oleh Mendag Budi Santoso.

    Airlangga menuturkan bahwa revisi dalam aturan impor ini mencakup relaksasi sejumlah pertimbangan teknis (Pertek) dan service level agreement (SLA). 

    Adapun, revisi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta regulasi tersebut dicabut karena dinilai tidak menguntungkan pelaku usaha.

  • Bareskrim Ungkap Kasus PMI Non Prosedural di Nunukan

    Bareskrim Ungkap Kasus PMI Non Prosedural di Nunukan

    NUNUKAN – Satgas Koordinasi Penegakan Hukum Desk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bareskrim Mabes Polri mengungkap kasus penempatan Imigran Ilegal yang terindikasi kuat sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

    Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah mengatakan kasus ini terungkap berkat adanya laporan masyarakat mengenai dugaan pengiriman warga negara Indonesia secara ilegal ke Malaysia lewat Kalimantan Utara untuk dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga dan buruh perkebunan sawit.

    “Kita bersama personel gabungan lainnya melaksanakan pemeriksaan terhadap penumpang kapal KM. Thalia pada hari Senin tanggal 05 Mei 2025 dan mengungkap 4 kasus dengan 3 tersangka dan berhasil menyelamatkan sebanyak 19 orang Korban, Kemudian melakukan pemeriksaan penumpang kapal KM. Bukit Siguntang pada hari Selasa tanggal 6 Mei 2025 dan berhasil mengungkap 5 kasus dengan 4 tersangka dan menyelamatkan 63 orang Korban sehingga total 9 Laporan Polisi dengan 7 tersangka dan menyelamatkan Korban sebanyak 82 orang” kata Brigjen Nurul Azizah, Rabu, 8 Mei.

    Modus operandi yang digunakan adalah mengirimkan PMI secara non prosedural lewat pelabuhan – pelabuhan kecil di wilayah Nunukan khususnya Pulau Sebatik menuju Malaysia dengan meminta bayaran sebesar Rp. 4.500.000 hingga Rp. 7.500.000 kepada Korban yang memiliki paspor maupun tidak.

    “Barang bukti yang diamankan yaitu 14 paspor, 13 unit Handphone, 13 tiket kapal, 2 surat cuti dari perusahaan Malaysia dan 3 kartu vaksin dari klinik di Malaysia,” kata dia.

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 Undang – undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan PMI, Pasal 4 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 120 ayat 2 UU Nomor 06 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan janji/bujuk rayu atau iming – iming baik melalui perekrut/ sponsor atau media sosial, silahkan dipertanyakan keabsahan perusahaan dan kontrak kerja sehingga para PMI dapat terlindungi hak – haknya sebagai pekerja migran dan juga mendorong Pemerintah Daerah untuk menyediakan pelatihan keterampilan bagi yang ingin bekerja diluar negeri,” sambung Brigjen Nurul Azizah.

    Satgas Penegakan Hukum Desk Perlindungan Pekerja Indonesia akan terus melakukan penegakan hukum secara konsisten dan tegas dengan harapan membawa manfaat dan rasa aman bagi warga negara Indonesia.

  • Jokowi Memang Tidak Bisa Dipercaya

    Jokowi Memang Tidak Bisa Dipercaya

    GELORA.CO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi untuk ketiga kalinya tidak hadir dalam sidang mediasi soal dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Rabu 7 Mei 2025.

    Peneliti media dan politik Buni Yani menyesalkan tidak hadirnya ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu dalam sidang mediasi tersebut. Padahal yang bersangkutan sedang berada di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara I, Sumber, Banjarsari, Solo.

    “Jokowi memang tidak bisa dipercaya. Dia kembali berbohong. Sebelumnya dia mengatakan dia hanya akan menunjukkan ijazahnya di depan hakim,” kata Buni Yani melalui laman Facebook pribadinya yang dikutip Kamis 8 Mei 2025.

    Menurut Buni Yani, seharusnya Jokowi menghadiri sidang mediasi seraya membawa ijazah aslinya. Sebab dalam beberapa kesempatan, ia baru bersedia menunjukkan ijazah aslinya di muka pengadilan.

    “Hakim yang mana lagi yang akan dipilih Jokowi sebagai tempat menunjukkan ijazahnya? Kok bisa jadi rumit dan berbelit-belit begini?” tanya Buni Yani. 

    “Sebetulnya Jokowi punya ijazah yang sah atau bagaimana ini? Kira-kira begitu publik saling bertanya sekarang,” sambungnya.

    Sebelumnya, Jokowi mengatakan, ketidakhadirannya di sidang mediasi, karena sudah memberikan kuasa kepada tim kuasa hukum.

    “Semuanya sudah kita berikan kuasa kepada tim kuasa hukum, baik untuk mediasi maupun urusan gugatan perkara,” kata Jokowi kepada wartawan, Rabu 7 Mei 2025.

     

    Meski demikian, Jokowi akan datang jika sidang mediasi dilanjutkan dalam persidangan. Namun itu jika memang diperlukan.

    “(Kalau lanjut ke persidangan apakah akan datang?) kalau diperlukan,” kata Jokowi.

    Jokowi juga berjanji akan membawa ijazahnya ke persidangan apabila diperlukan.

    “Kalau diperlukan (akan membawa ijazah),” kata Jokowi.

    Sidang mediasi kasus pelaporan ijazah palsu milik Jokowi sudah berlangsung dua kali, Rabu 30 April 2025 dan Rabu 7 Mei 2025.

    Dalam dua kali sidang mediasi tersebut, Jokowi tidak hadir dan diwakilkan oleh kuasa hukumnya, YB Irpan.

  • Wisma Haji Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat di Indramayu

    Wisma Haji Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat di Indramayu

    Jakarta

    Menteri Sosial RI (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Wisma Haji Indramayu, Jawa Barat. Lokasi ini diusulkan menjadi awal pelaksanaan Sekolah Rakyat di wilayah Indramayu. Gus Ipul mengatakan gedung Wisma Haji ini bakal direvitalisasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada tahun ini.

    “Alhamdulillah, kita menemukan aset yang luar biasa ya, bisa dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini. Sekarang kita akan mencoba meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera bisa mensurvei tempat ini,” ungkap Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/5/2025).

    “Lalu nanti dihitung (biaya) renovasinya, mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dimulai renovasi,” sambungnya.

    Gus Ipul menjelaskan seiring dengan hal tersebut, tim Satgas Sekolah Rakyat yang terdiri dari berbagai Kementerian/Lembaga akan melakukan rekrutmen kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa. Perekrutan ini nantinya melibatkan pemerintah daerah.

    “Nanti yang melakukan rekrutmen itu terdiri dari berbagai lembaga. Satu, Kementerian Sosial; dua, Kementerian Dikdasmen; tiga, nanti ada juga dari Pak Bupati atau Pemerintah Daerah,” jelas Gus Ipul.

    “Ada dari BPS, kemudian tentu nanti dibantu Pak Bupati oleh Dinsos daerah sama (ketua) RT, RW, lurah, Kades, dan camat setempat,” lanjutnya.

    “Sebagaimana arahan Presiden, makanya yang bisa sekolah di sini adalah mereka yang masuk dalam statistik, istilahnya itu miskin ekstrem atau miskin. Mereka yang berada di bawah, yang mungkin belum bisa mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang ada atau putus sekolah,” ungkap Gus Ipul.

    “Jadi ini semua dalam rangka untuk memperluas akses pendidikan, terutama buat keluarga miskin,” imbuhny.

    “Mungkin jumlah yang direkrut nanti murid-muridnya sekitar 200-an orang dari keluarga yang sangat tidak mampu, supaya bisa disekolahkan, boarding juga di sini untuk memutus mata rantai kemiskinan. Insyaallah bisa menjadi orang-orang yang berpendidikan dan memiliki kesempatan untuk bisa lebih maju,” jelas Lucky.

    Lebih lanjut, Lucky menegaskan pihaknya berjanji akan mengebut proses persiapan Sekolah Rakyat di Indramayu. Menurut Lucky, program ini akan dikejar persiapannya dalam hitungan hari alih-alih minggu.

    “Maka akan turun alat-alat berat di sini untuk beresin yang di luarnya. Terus nanti akan diasesmen, untuk dilihat berapa kira-kira estimasi biayanya untuk renovasi ini dan tentu nanti dari Kementerian PU akan hadir juga,” pungkasnya.

    (hnu/ega)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Fujifilm Instax Mini 41 Rilis di Indonesia, Tawarkan Desain Retro dengan Fitur Canggih – Page 3

    Fujifilm Instax Mini 41 Rilis di Indonesia, Tawarkan Desain Retro dengan Fitur Canggih – Page 3

    Fujifilm baru saja meluncurkan kamera medium format terbarunya, GFX100RF. Kamera ini menjadi sorotan berkat desainnya ringkas dan ringan, hanya seberat 735 gram, namun tetap menjanjikan kualitas gambar sangat tinggi.

    Fujifilm GFX100RF dilengkapi sensor GFX 102MP CMOS II dan prosesor X-Processor 5, menawarkan performa mengesankan di berbagai kondisi pencahayaan.

    Meskipun ukuran bodinya kecil, kamera ini dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang sangat cocok untuk fotografer profesional, sebagaimana dikutip dari PCMag, Jumat (21/3/2025).

    Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diketahui tentang spesifikasi Fujifilm GFX100RF, mulai dari desain kompak hingga fitur-fitur tambahan menarik.

    Fujifilm GFX100RF memiliki desain terinspirasi dari seri X100VI, dengan bodi aluminium kokoh dan elegan. Tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan perak, kamera ini sangat mudah dibawa kemana-mana.

    Ukuran kecilnya membuatnya berbeda dari kamera medium format lainnya dengan bodi besar dan berat. Dengan dimensi sekitar 3,6 x 5,3 x 3,0 inci, kamera medium format ini dapat dengan mudah disimpan dalam tas atau saku jaket.

    Desain ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan berat hanya 735 gram, Anda tidak akan merasa terbebani saat membawa kamera baru Fujifilm ini sepanjang hari.