Blog

  • Menko AHY Arahkan Pembangunan IKN jadi Smart City Saat Dampingi Presiden Prabowo

    Menko AHY Arahkan Pembangunan IKN jadi Smart City Saat Dampingi Presiden Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, AHY mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo untuk membahas arah pembangunan IKN, termasuk pengembangan konsep kota cerdas yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    Pembahasan rapat terbatas meliputi sejumlah kawasan strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan sistem transportasi, pemanfaatan teknologi digital, hingga penerapan prinsip kota hijau dan kota cerdas yang menjadi fondasi pembangunan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.

    AHY menegaskan bahwa pengembangan IKN sebagai smart city tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada tata kelola pembangunan yang terkoordinasi, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

    “IKN dirancang sebagai kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh ekosistem pembangunan berjalan selaras,” ujar AHY.

    Lebih lanjut, AHY menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan pembangunan infrastruktur digital, energi bersih, air dan sanitasi, serta transportasi cerdas dapat terintegrasi secara optimal.

    “Sinergi lintas sektor tersebut penting agar pembangunan IKN tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung visi Indonesia menuju pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas AHY.

  • InJourney Pastikan Penerbangan di Soetta Kembali Normal

    InJourney Pastikan Penerbangan di Soetta Kembali Normal

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memastikan aktivitas penerbangan di bandar udara terbesar di tanah air ini kembali normal setelah sempat terganggu akibat cuaca buruk pada Senin (12/1).

    “Alhamdulillah hari ini operasi penerbangan normal dan lancar. Sejak pukul 00.00 WIB hingga saat ini normal,” kata Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Selasa.

    Ia mengungkapkan dalam hal ini otoritas Bandara Soetta telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengantisipasi kendala yang terjadi, seperti drainase di dalam kawasan bandara yang berfungsi dengan baik.

    “Seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta Runway 1, Runway 2 dan Runway 3 dapat tetap beroperasi normal,” ujarnya.

    Menurut dia, sejak dilanda cuaca buruk dengan intensitas hujan tinggi, sebanyak 109 penerbangan dengan keberangkatan dilakukan penundaan (delay).

    Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.00-14.00 WIB ada tujuh penerbangan berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat dan 31 penerbangan dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).

    “Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional yang cepat dan tepat terkait dampak hujan,” ungkap dia.

    Pengelola Bandara Soetta mengimbau para penumpang pesawat dan pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta agar tiba 3 jam lebih awal dari waktu penerbangan, untuk mengantisipasi perubahan jadwal dan kondisi lalu lintas, serta memantau informasi penerbangan melalui aplikasi atau website maskapai dan layar informasi di bandara.

    Sementara itu, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah menerapkan prosedur go-around, holding maupun divert, sebagai bagian dari menjaga keselamatan penerbangan.

    EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan seluruh prosedur tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2 dan Annex 6 dan CASR yang berlaku di Indonesia.

    “Seluruh aturan tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan,” papar dia.

  • Ini kata pengamat transportasi terkait pembongkaran tiang monorel

    Ini kata pengamat transportasi terkait pembongkaran tiang monorel

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menilai pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan merupakan simbol dari penghapusan kegagalan pembangunan di Ibu Kota.

    “Tiang monorel ini sudah lama menjadi simbol proyek yang gagal. Pembongkaran itu adalah bentuk komitmen untuk membersihkan Jakarta dari warisan masalah pembangunan yang tidak tuntas,” kata Tigor di Jakarta, Selasa.

    Tigor menyebut langkah ini bukan sekadar penataan kota, melainkan simbol keberanian pemerintah daerah mengakhiri persoalan lama yang selama bertahun-tahun tak terselesaikan.

    Menurut Tigor, keberadaan tiang monorel yang mangkrak selama kurun waktu 17 tahun telah menjadi “monumen kegagalan pembangunan” di Jakarta.

    Untuk itu, pembongkaran itu, tegasnya, memiliki makna penting dalam menghapus citra negatif tersebut.

    Ia menambahkan, kawasan Kuningan merupakan wilayah strategis yang menjadi pusat perkantoran nasional dan internasional, termasuk banyak kantor kedutaan besar negara sahabat.

    Keberadaan tiang monorel mangkrak di kawasan tersebut, kata Tigor, berpotensi menimbulkan preseden buruk di mata dunia internasional.

    “Kuningan adalah wajah Jakarta di mata global. Kalau ada proyek mangkrak selama belasan tahun, itu mencerminkan lemahnya tata kelola pembangunan. Pembongkaran ini memperbaiki citra Jakarta sebagai kota global yang serius menata wilayahnya,” ujarnya.

    Ia mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai berhasil menuntaskan persoalan yang tidak terselesaikan selama 17 tahun dan melewati beberapa periode kepemimpinan gubernur sebelumnya.

    “Ini bukan persoalan mudah. Selama 17 tahun masalah ini dibiarkan tanpa kepastian. Keberhasilan Mas Pram menuntaskan itu menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan strategis,” ucapnya.

    Tigor menilai proses penyelesaian pembongkaran tiang monorel telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola pemerintahan yang baik.

    Koordinasi langsung
    Ia menyoroti adanya koordinasi langsung yang dilakukan Pramono Anung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan sebagai langkah penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum.

    “Koordinasi dengan KPK dan Kejaksaan menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah. Ini dilakukan secara transparan, akuntabel dan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” imbuhnya.

    Tigor menyebut, pembongkaran tiang monorel bukan hanya soal membersihkan fisik kota, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah menyelesaikan masalah besar.

    Pembongkaran tiang monorel diharapkan menjadi titik awal penataan kawasan Kuningan yang lebih rapi, estetis dan berkelas internasional, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangun kota yang berwibawa, tertib dan berkelanjutan.

    “Ini adalah pesan bahwa Jakarta tidak boleh lagi meninggalkan proyek mangkrak. Setiap pembangunan harus direncanakan matang, dieksekusi dengan baik dan diselesaikan sampai tuntas,” kata dia menambahkan.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bank Tanah Bakal Optimalisasi Lahan 20.000 Ha di Bengkulu

    Bank Tanah Bakal Optimalisasi Lahan 20.000 Ha di Bengkulu

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Bank Tanah mengungkap rencana optimalisasi lahan potensial hingga 20.000 hektare di Provinsi Bengkulu dalam rangka mendukung pemerataan investasi sekaligus menyediakan ruang bagi pengembangan sektor produktif di wilayah tersebut. 

    Komitmen tersebut disampaikan usai Badan Bank Tanah resmi meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada hari ini, Selasa (13/1/2026).

    “Untuk total lahan [yang dikerjasamakan] saat ini kami masih identifikasi. Tadi sudah disampaikan dalam paparan, tapi perkiraan kami sekitar 20.000-an hektare,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/1/2025).

    Sementara pada tahap awal, tindaklanjut nota kesepahaman ini akan mensinergikan pemanfaatan bersama Pemprov Bengkulu atas Hak Pengelolaan (HPL) Seluas 397 Ha di Bengkulu. 

    Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu mendorong realisasi berbagai program pembangunan di Provinsi Bengkulu, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi daerah. 

    Dia merinci, pihaknya berencana mengoptimalkan lahan tersebut untuk mendukung pengembangan Kawasan Industri untuk mendukung rencana hilirisasi komoditas kopi hingga sawit. Selain itu, Pemprov juga berencana melakukan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bengkulu.

    Dengan penandatanganan nota kesepakatan ini, Helmi berharap Pemprov hingga pemerintah desa menjadi lebih berdaya. 

    “Kami ucapkan terima kasih dan kami berharap bisa mengoptimalkan tanah negara agar punya nilai ekonomi, sosial yang lebih tinggi. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Tanah atas sinergi yang terjalin saat ini,” tutur dia.

    Sebagai informasi, sejumlah indikator makro ekonomi di Bengkulu mencerminkan tujuan tersebut. Realisasi investasi di Bengkulu per triwulan II 2025 tercatat sebesar Rp901 miliar atau naik 12,26% dari triwulan sebelumnya.  

    Data BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu per triwulan III 2025 mencapai 4,56% (yoy).

  • Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Berlanjut di Pasuruan, Polisi Dalami Adegan Pembuangan Jasad

    Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Berlanjut di Pasuruan, Polisi Dalami Adegan Pembuangan Jasad

    Pasuruan (beritajatim.com) – Proses hukum kasus pembunuhan tragis mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memasuki tahap krusial dengan digelarnya rekonstruksi lanjutan di Kabupaten Pasuruan. Penyidik Polda Jawa Timur memfokuskan peragaan adegan di lokasi pembuangan jasad untuk memastikan kesesuaian keterangan para tersangka dengan fakta di lapangan.

    Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (13/1/2026), dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rekonstruksi sebelumnya yang digelar di kawasan Cangar, Kota Batu, yang memperagakan adegan eksekusi korban.

    Dalam rekonstruksi di Pasuruan, penyidik memperagakan adegan ke-11 hingga ke-15, yang menggambarkan secara detail detik-detik saat para pelaku menurunkan jasad korban dari dalam mobil sebelum membuangnya di area semak-semak.

    Adegan-adegan tersebut dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan pembuktian unsur perencanaan dalam tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh dua tersangka.

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan bahwa lokasi di Pasuruan memang dikhususkan untuk memperagakan proses pembuangan jasad korban.

    “Di sini adalah tempat pembuangan, jadi tadi ada beberapa adegan yang disesuaikan dengan BAP dan tidak ada sanggahan dari tersangka,” ujar Jumhur di lokasi rekonstruksi.

    Pada peragaan adegan ke-15, penyidik menyoroti adanya koordinasi yang dilakukan kedua tersangka saat berupaya menyembunyikan jejak kejahatan di lokasi yang relatif sepi. Dari rekonstruksi tersebut, polisi juga menemukan fakta baru terkait upaya pelaku untuk mengelabui petugas.

    Penyidik mengungkap bahwa para tersangka sempat berusaha mengondisikan seolah-olah korban merupakan korban tindak kejahatan jalanan atau begal.

    Jumhur menjelaskan, upaya tersebut dilakukan dengan membeli helm di tengah perjalanan dari Malang menuju Pasuruan, guna memperkuat skenario palsu yang telah direncanakan sebelumnya.

    “Perjalanan berangkat menuju ke sana, memang ada rencana korban ini mau dikondisikan seolah-olah dia mungkin korban begal,” tambahnya.

    Terkait motif, kepolisian menyebut sementara ini tindakan pembunuhan dipicu oleh rasa sakit hati salah satu tersangka terhadap korban akibat konflik di masa lalu. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya motif lain yang melatarbelakangi perbuatan tersebut.

    Setelah rekonstruksi di Pasuruan rampung, penyidik Polda Jatim berencana melanjutkan rekonstruksi di wilayah Probolinggo untuk melengkapi rangkaian peristiwa dalam berkas perkara.

    Rekonstruksi yang memperagakan total 15 adegan ini menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk memperkuat alat bukti sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan. [ada/beq]

  • Begal Payudara Sasar Anak di Jakbar Bikin Resah Warga, Polisi Selidiki

    Begal Payudara Sasar Anak di Jakbar Bikin Resah Warga, Polisi Selidiki

    Jakarta

    Aksi begal payudara menyasar anak di bawah umur terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Aksi tersebut membuat warga sekitar resah.

    Dilansir Antara, Selasa (13/1/2026) aksi pelaku terekam CCTV. Ketua RT 09 RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin menyebut pelaku berjumlah dua orang.

    “Ini kemarin, ada orang yang sama terekam dua kali di CCTV, melakukan begal payudara di depan Mushalla Baitul Ghufron Jalan H. Sodon, Meruya Selatan,” kata Pijai.

    Pelaku terekam CCTV dua kali melakukan perbuatan tersebut. Hal itu membuat warga resah dan menimbulkan trauma bagi para korban.

    “Warga saya, orang ngontrak, pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya,” kata dia.

    Pijai pun mengungkap hasil analisis rekaman CCTV yang terekam bersama jajaran RW setempat. Pihaknya mendapati bahwa sepeda motor yang digunakan pelaku berpelat nomor B-4410-BKE.

    “Wajahnya juga sudah terlihat jelas, semoga polisi bisa segera menangkap,” ujar Pijai.

    Rekaman CCTV Saat Pelaku Beraksi

    Kedua pelaku mulanya terlihat sedang bertanya arah kepada seorang bapak-bapak yang berjalan kaki. Kemudian kedua pelaku berputar balik dan berpapasan dengan seorang pelajar perempuan yang mengenakan seragam putih biru.

    Pelaku yang mengenakan topi dan masker melakukan aksi tak senonoh itu saat berpapasan. Mereka langsung tancap gas kabur usai beraksi.

    Dalam rekaman lainnya, didapati bahwa kedua pelaku yang sama, ternyata juga sempat beraksi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 11.14 WIB. Saat itu, para pelaku menyasar seorang perempuan yang tengah mengendarai sepeda di Jalan H Sodon RT 04 RW 02.

    Kedua pelaku awalnya melaju menggunakan sepeda motor di belakang korban yang mengendarai sepeda. Kemudian, pelaku yang dibonceng pun melancarkan aksinya saat motor tersebut mendahului korban.

    Polisi Selidiki

    Kapolsek Kembangan Kompol Moch Taufik membenarkan adanya laporan dari warga setempat mengenai begal payudara. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

    “Sudah ada koordinasi dengan pihak terkait di daerah itu. Akan segera didalami,” kata Taufik.

    Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Kini peristiwa tersebut sedang diselidiki.

    “Sudah ada olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Kembangan, akan segera diselidiki lebih lanjut,” ujarnya.

    (dek/dhn)

  • Aktivis Pengungkap Kamp Uighur Terancam Dideportasi ke China

    Aktivis Pengungkap Kamp Uighur Terancam Dideportasi ke China

    Jakarta

    Heng Guan, warga negara Cina yang mendokumentasikan jaringan fasilitas penahanan di Xinjiang, telah berbulan-bulan ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Sementara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) berupaya mendeportasinya.

    Sidang kedua Guan dijadwalkan Senin (12/01) setelah jaksa DHS sempat meminta pengadilan pada Desember lalu untuk mendeportasinya ke Uganda melalui kesepakatan migran negara ketiga. Permintaan itu kemudian ditarik setelah muncul kekhawatiran di Washington, tetapi ICE tetap mendorong deportasi Guan ke Cina, kata pengacaranya, Chuangchuang Chen.

    “Saya akan lompat dari pesawat jika dideportasi,” kata Guan kepada DW dalam wawancara eksklusif dari fasilitas penahanan ICE. “Saya lebih baik mati daripada dipenjara di Cina.”

    Pria berusia 38 tahun asal Henan ini masuk ke Amerika Serikat (AS) pada 2021 dengan perahu dari Bahama setelah membuat vlog 20 menit tentang Xinjiang, menuduh pemerintah Cina melakukan penahanan massal terhadap muslim Uighur.

    Guan yakin ia akan dipenjara jika kembali ke Cina.

    “Saya tidak kecewa dengan AS,” katanya sambil tetap yakin bahwa tinggal di Amerika adalah satu-satunya perlindungan dari balas dendam Cina.

    Chen mengatakan tidak berharap hakim mengeluarkan putusan, “kecuali pihak berwenang mencabut kasus ini.”

    Pencari suaka dalam ketidakpastian hukum

    “Saya pikir saya legal sebelum ditangkap. Setidaknya saya legal selama menunggu permohonan suaka,” kata Guan.

    Guan diizinkan bekerja selama kasus suakanya masih dalam proses. Wawancara suaka biasanya memakan waktu bertahun-tahun untuk dijadwalkan, ditambah dengan prosedur hukum lainnya.

    “Saya tidak menyangka akan ditangkap,” kata Guan. “Ini perubahan di bawah pemerintahan saat ini.”

    Guan mengatakan dia menunjukkan dokumen izin kerja dan SIM kepada agen ICE, tetapi dia tetap diborgol dan dipindahkan ke beberapa fasilitas penahanan.

    Setelah ditangkap, ICE memberinya surat perintah administratif yang menyatakan dia tidak memenuhi syarat untuk masuk ke AS. Guan ditahan sejak saat itu. Seorang hakim imigrasi menolak permohonan jaminan kebebasannya pada Desember lalu.

    Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di Washington tentang risiko tinggi persekusi kepada Guan jika ia dideportasi ke Cina.

    Dukungan publik, termasuk dari Kongres, meningkat setelah LSM Human Rights in China mempublikasikan kasusnya.

    Chen mengatakan dukungan politik itu membantu, tetapi nasib Guan pada akhirnya bergantung pada hakim imigrasi.

    DW meminta komentar dari ICE, tetapi tidak mendapat jawaban.

    Merekam jaringan penahanan Xinjiang

    Guan yang lahir dan besar di Cina Tengah pernah bekerja di pabrik dan ladang minyak. Ia mulai hobi fotografi saat kuliah dan membuat vlog perjalanan sejak 2018.

    Perjalanan motor ke Xinjiang pada 2019 mengubah fokusnya.

    “Saya tidak tahu tentang kamp-kamp Uighur saat itu, tetapi saya merasakan suasana sosial yang aneh, melihat aturan ketat dan kontrodi sana,” kata Guan.

    Setelah membaca investigasi BuzzFeed News pada 2020 yang menggunakan citra satelit untuk melacak kamp penahanan Uighur, Guan memutuskan kembali ke Xinjiang.

    Ia merekam video 20 menit tentang beberapa lokasi penahanan berdasarkan informasi media AS.

    “Saat saya sadar jurnalis asing tidak bebas masuk ke Xinjiang, saya merasa punya tanggung jawab sipil untuk mendokumentasikan dan menjadi saksi,” ujarnya.

    Untuk merilis rekaman tersebut, Guan menyimpulkan bahwa dia harus meninggalkan Cina.

    Amerika Serikat bukanlah tujuan pertamanya. Guan terbang ke Ekuador dan kemudian Bahama, negara-negara yang mengizinkan pemegang paspor Cina masuk tanpa visa.

    “Tidak semua negara menjamin kebebasan berekspresi atau melindungi pembangkang, beberapa bahkan pernah mendeportasi mereka ke Cina. Saya mempertimbangkan semua opsi,” katanya.

    “Akhirnya, karena terpaksa, tanpa pilihan lain, saya harus mencari cara tidak biasa untuk masuk ke AS.” Ia membeli perahu karet kecil dan mesin tempel di Bahama sebelum berangkat ke Florida, menurut LSM Human Rights in China.

    Setelah tiba di AS pada 2021, Guan mengunggah rekaman Xinjiang ke internet. Video itu segera menarik perhatian peneliti pelanggaran HAM Cina.

    Alison Killing, salah satu penulis investigasi BuzzFeed News, mengatakan video Guan membantu mengonfirmasi apakah fasilitas itu penjara atau pusat penahanan.

    Tiba di waktu yang salah

    Video Xinjiang juga memutus hubungan Guan dengan kampung halaman.

    Ibunya, Yun Luo, yang pindah ke Taiwan, datang ke AS untuk menghadiri sidang anaknya. Ia mengatakan kerabat di Cina telah diinterogasi dan memutus kontak dengan Guan.

    “Itu sangat menyedihkan. Kami biasa mengobrol di telepon setiap minggu,” kata Luo. “Sekarang mereka tidak membalas pesan saya.”

    Informasi pribadi Guan juga bocor secara online setelah dia mengunggah video ke YouTube. Luo mengatakan bahwa mereka “tidak akan berhenti mengejarnya setelah video itu dirilis.”

    “Dia datang ke AS pada waktu yang salah, hal ini tidak akan terjadi jika dia datang puluhan tahun lebih awal,” lanjut Luo.

    Meski demikian, Guan mengatakan ia menghargai kebebasan yang ia rasakan di Amerika Serikat, walau belum bisa menikmati dengan sepenuhnya. “Kebebasan seperti ini tidak pernah saya miliki di Cina,” ujarnya.

    “Hanya saja saat ini, kita kebetulan sedang menghadapi kebijakan anti-imigrasi radikal dari presiden.”

    “Saya tidak kecewa,” ujar Guan kepada DW. “Saya melihat ini sebagai dinamika wajar dalam sistem politik. Hanya saja, saya mengalaminya di waktu yang kurang beruntung.”

    Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

    Editor: Hani Anggraini

    Lihat juga Video: 3 WNA Asal Jepang dan China Dideportasi karena Salah Gunakan Visa

    (ita/ita)

  • PTBA Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif Lewat Program Beasiswa AYO SEKOLAH

    PTBA Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif Lewat Program Beasiswa AYO SEKOLAH

    Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengungkapkan, pemberian Beasiswa Ayo Sekolah merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk terus berbagi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

    “Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampak positif yang dapat kita berikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

    Tercatat, sepanjang tahun 2025, Program AYO SEKOLAH telah memberikan manfaat kepada 2.659 siswa yang tersebar di wilayah operasional Bukit Asam, meliputi Tanjung Enim, Palembang, Bandar Lampung, Ombilin, dan Jakarta. Adapun rincian penerima manfaat terdiri dari 896 siswa SD, 1.200 siswa SMP dan 563 siswa SMA/SMK.

    Total bantuan pendidikan yang disalurkan melalui Program AYO SEKOLAH sepanjang tahun 2025 mencapai Rp3,9 miliar. Penyaluran bantuan pendidikan ini dilakukan secara berkala dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Skema penyaluran ini memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

     

    “Program AYO SEKOLAH diharapkan mampu menjamin akses pendidikan dasar hingga menengah bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di wilayah operasional Perusahaan, serta meningkatkan kualitas dan peluang masa depan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” lanjutnya.

    Pelaksanaan program AYO SEKOLAH ini juga sejalan dengan komitmen Bukit Asam dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

  • Stok Beras Bulog Capai 3,36 Juta Ton, Bapanas Pastikan Tak Perlu Impor

    Stok Beras Bulog Capai 3,36 Juta Ton, Bapanas Pastikan Tak Perlu Impor

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi tanpa membuka keran importasi sepanjang 2026.

    Direktur Distribusi Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengatakan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman yang didukung dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

    Rachmi menuturkan bahwa stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 mencapai 3,36 juta ton. Stoknya terdiri dari CBP sekitar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 129.000 ton.

    “Dengan posisi cadangan tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa impor. Fokus kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen,” kata Rachmi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (13/1/2026).

    Rachmi menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat langkah stabilisasi melalui penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar.

    Tercatat, hingga 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng alokasi Oktober—November 2025 telah menjangkau 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 96,71% dari total sasaran 18,27 juta PBP.

    Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng. Sisa pagu yang relatif kecil terus dipercepat penyelesaiannya, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses distribusi.

    Rachmi menuturkan, pergerakan harga di pasar tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, meski pasokan nasional dalam kondisi kuat, seperti kelancaran distribusi, permintaan musiman, hingga kondisi wilayah tertentu.

    “Harga di tingkat konsumen bisa berfluktuasi. Karena itu, pemerintah terus memantau harga harian dan siap melakukan operasi pasar serta penyaluran beras SPHP jika diperlukan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bapanas mencatat, sebagian besar pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten/kota telah memiliki serta mengelola Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) sebagai lapisan pengaman tambahan untuk merespons gejolak harga dan kondisi darurat di daerah.

  • Bangkitkan Industri Tekstil, Pemerintah Siap Guyur Rp 101 Triliun

    Bangkitkan Industri Tekstil, Pemerintah Siap Guyur Rp 101 Triliun

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto memaparkan terkait perkembangan indikator makro ekonomi terkini. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia diprediksi tetap solid dengan kemungkinan resesi salah satu yang paling rendah dibanding negara lain.

    Hal tersebut diungkapkan Airlanga dalam acara Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025 di BPK Tower, Jakarta, Senin (12/1/2026).

    Kinerja perekonomian nasional hingga akhir tahun 2025 tetap menunjukkan fundamental yang kuat dan resiliensi, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu terjaga di kisaran 5% selama tujuh tahun terakhir.

    Sepanjang tahun 2025, Pemerintah secara aktif menyalurkan stimulus fiskal senilai total Rp110,7 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang digelontorkan secara bertahapdi setiap kuartal.

    Stimulus tersebut diperkuat dengan berbagai program non-APBN seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Belanja di Indonesia Saja (BINA), dan Every Purchase is Cheap (EPIC Sale).

    Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dengan mengandalkan sejumlah sektor prioritas, antara lain ketahanan pangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp164,4 triliun, ketahanan energi Rp402,4 triliun, program Makan Bergizi Gratis Rp335 triliun, pendidikan Rp757,8 triliun, kesehatan Rp244 triliun, UMKM dan Desa Rp181,8 triliun, pertahanan Rp424,8 triliun, serta investasi dan dagang Rp57,7 triliun.

    Pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor industri dan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian, untuk menghadapi era ekonomi digital, Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial (AI), menginisiasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement, serta memperkuat kerja sama internasional, termasuk dalam aksesi OECD dan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (EU-CEPA).

    Selain itu, Pemerintah juga mendorong QRIS sebagai game changer, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta memperbaiki iklim dan proses investasi melalui Satgas Percepatan Program Stratetgis Pemerintah (P2SP).

    “Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga mendorong pentingnya sektor industri tekstil untuk kita pertahankan karena sektor industri tekstil ini adalah yang paling terbuka untuk menghadapi perang dagang. Oleh karena itu Bapak Presiden minta agar dibuat langkah khusus dan kami sudah melakukan studi untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia dan dari hasil studi tersebut Indonesia berpotensi menjadi 5 pemain besar tekstil dunia karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan,” ujar Menko Airlangga.