Organisasi: API

  • Klarifikasi Kejagung Soal Aksi ‘Koboi’ Jaksa Todongkan Senjata Api di Pondok Aren

    Klarifikasi Kejagung Soal Aksi ‘Koboi’ Jaksa Todongkan Senjata Api di Pondok Aren

    Bisnis.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan klarifikasi oknum Jaksa Agung yang menodongkan pistol ke pengguna jalan di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Kamis (31/7/2025).

    Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna mengonfirmasi bahwa oknum tersebut merupakan jaksa fungsional di Kejaksaan Agung bidang Pidana Umum.

    Anang menceritakan itu hanya kesalahpahaman karena oknum tidak terima diklason oleh pengendara saat sedang menurunkan istri. 

    Dia membenarkan oknum tersebut membawa pistol. Namun hanya dikantongi dan tidak ditodongkan seperti narasi yang beredar.

    “Tidak ada menodongkan [pistol],” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/8/2025).

    Saat ditanya identitas atau inisial oknum jaksa, Anang enggan menjawabnya. Menurutnya seorang jaksa diizinkan membawa senjata api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. 

    “Diperbolehkan lah di Undang-Undang. Boleh kok,” katanya.

    Akan tetapi, dia tidak bisa membenarkan tindakan oknum tersebut. Pasalnya setiap petugas yang membawa senjata  tidak bisa sembarangan menampilkan pistol tanpa tujuan yang penting.

    Anang mengatakan oknum jaksa itu tidak dipecat, hanya mendapatkan pembinaan dan pengawasan.

    “Ya enggak [dipecat] lah, kan jaksa fungsional. Cuma diperiksa kecuali pejabat struktural,” jelasnya.

    Anang meminta maaf atas tindakan oknum jaksa tersebut dan menyampaikan bahwa dia sudah memasuki masa pensiun.

    Diketahui, sebuah video yang diunggah oleh akun instagram @lbj_jakarta menampilkan keributan antara oknum jaksa dengan pengendara sekitar.

    “Korban juga mengatakan pengendara Pajero [oknum jaksa] sempat menodongkan pistol dan mengaku sebagai aparat,” tulis caption dalam video.

  • Munaslub Partai Golkar, Kahar Muzakir: Ah Itu Biasa Saja, Namanya Politik

    Munaslub Partai Golkar, Kahar Muzakir: Ah Itu Biasa Saja, Namanya Politik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Soliditas internal Partai Golkar diklaim sangat solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia di tengah isu Musyawaran Nasional Luar Biasa (Munaslub).

    Karena itu, elite Partai Golkar cukup santai menanggapi kabar tentang wacana munaslub tersebut. Bahkan petinggi Golkar mengaku tidak perlu menanggapi isu tersebut, terlibih tidak jekas sumber atau pihak yang menginginkan munaslub.

    Mantan Wakil Ketua MPR RI, Kahar Muzakir menegaskan bahwa kondisi Golkar justru sangat solid di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia ketika muncul isu Munaslub. “Iya. Lebih di atas solid,” kata Kahar Muzakir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (8/8).

    Ditanya soal kemungkinan adanya pihak luar yang coba menggoyang kepemimpinan Bahlil Lahadaliam, pria kelahiran Sumatera Selatan (Sumsel) itu menegaskan bahwa hal seperti itu bagi Golkar adalah hal biasa saja.

    “Ah, itu biasa saja. Namanya politik. Biar ada berita laku,” ujar dia.

    Politikus senior Golkar menambahkan, saat ini internal parpol berlambang Pohon Beringin tidak berencana melaksanakan Munaslub untuk mengganti kursi ketua umum. “Enggak ada munaslub, ya,” kata dia.

    Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji juga sebelumnya menegaskan bahwa kader Partai Golkar tidak punya agenda melaksanakan Munaslub, dalam rangka mengganti ketua umum partai berkelir kuning itu.

    Sarmuji yang merupakan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI itu menyatakan wacana Munaslub yang belakangan berembus sangat tak jelas, sehingga isu itu sebenarnya tidak perlu ditangani. “Namanya juga isu, seperti asap tanpa api. Tak perlu ditanggapi,” kata Sarmuji.

  • Gulkarmat Jaksel padamkan kebakaran Ruang Kopi Melawai

    Gulkarmat Jaksel padamkan kebakaran Ruang Kopi Melawai

    Kebakaran melanda kafe Ruang Kopi Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). ANTARA/HO-Gulkarmat Jakarta Selatan.

    Gulkarmat Jaksel padamkan kebakaran Ruang Kopi Melawai
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 08 Agustus 2025 – 09:23 WIB

    Elshinta.com – Sebanyak 73 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan memadamkan kebakaran di kafe Ruang Kopi, Jalan Sunan Ngampel, Melawai, Kebayoran Baru.

    “Total pengerahan 21 unit atau 73 personel yang dikerahkan,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda di Jakarta, Jumat.

    Awalnya, dia mengatakan pihaknya mendatangi lokasi kebakaran pada pukul 04.57 WIB dengan mengerahkan lima unit. Berdasarkan keterangan karyawan kafe, saat itu ada asap dari dapur di lantai satu. Kemudian, ia berusaha memadamkan api tersebut dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

    “Kemudian pihaknya melapor ke Damkar untuk meminta bantuan penanganan kebakaran,” ucap Syamsul.

    Api dapat dilokalisir pada pukul 05.25 WIB dan dilakukan pendinginan tahap awal pukul 05.29 WIB.

    “Saat ini sedang proses pemadaman, dan diduga penyebabnya karena fenomena kelistrikan, ” ujar Syamsul.

    Luas area yang terbakar, yakni 400 meter persegi dengan taksiran kerugian mencapai Rp500 juta. Tidak ada korban luka maupun jiwa dari peristiwa kebakaran tersebut.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Tembak Siswa SMK Hingga Tewas, Aipda Robig Zaenudin Divonis 15 Tahun Penjara Denda Rp200 Juta

    Tembak Siswa SMK Hingga Tewas, Aipda Robig Zaenudin Divonis 15 Tahun Penjara Denda Rp200 Juta

    SEMARANG – Anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dalam kasus penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO.

    Putusan tersebut dibacakan Hakim Ketua Mira Sendang Sari dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat, 8 Agustus 2025. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

    Selain pidana penjara, Aipda Robig juga dijatuhi denda sebesar Rp200 juta. Jika tidak dibayar, denda itu akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

    “Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 80 ayat (3) dan (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ujar Hakim Mira dalam persidangan dikutip dari Antara. 

    Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian dan luka.

    Peristiwa penembakan terjadi pada Kamis, 23 November 2024, di Jalan Candi Penataran Raya, Kota Semarang. Saat itu, terdakwa melintas dan berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor yang saling berkejaran sambil membawa senjata tajam.

    Salah satu motor dari rombongan itu disebut memepet kendaraan Aipda Robig yang datang dari arah berlawanan. Merasa terancam, terdakwa lantas mengeluarkan senjata api dan memerintahkan rombongan berhenti.

    Ia kemudian melepaskan satu tembakan peringatan dan tiga tembakan ke arah rombongan. Salah satu peluru mengenai pangkal paha korban GRO hingga menyebabkan kematian. Dua korban lain, berinisial S dan A, juga mengalami luka tembak di dada dan tangan kiri.

    Namun, dalam pertimbangannya, majelis hakim menolak dalih pembelaan terdakwa yang mengaku menembak karena merasa terancam. Hakim menilai tidak ada bukti bahwa terdakwa diancam dengan senjata tajam saat kejadian.

    “Tindakan terdakwa tidak dapat dikategorikan sebagai upaya pembelaan diri karena tidak ada ancaman nyata terhadap dirinya maupun masyarakat,” ucap hakim.

    Majelis juga menilai tindakan terdakwa tidak sesuai dengan prosedur penggunaan kekuatan oleh anggota Polri. Selain itu, perbuatan tersebut dinilai telah mencoreng citra institusi kepolisian.

    Atas putusan itu, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan masih pikir-pikir.

  • Puan Sentil Dirut KAI soal Kereta Anjlok: Permintaan Maaf Baik, Tapi Benahi Sistem – Page 3

    Puan Sentil Dirut KAI soal Kereta Anjlok: Permintaan Maaf Baik, Tapi Benahi Sistem – Page 3

    Puan pun mengatakan permintaan maaf adalah bagian dari akuntabilitas. Namun, masyarakat juga menanti reformasi menyeluruh di sektor transportasi, termasuk perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP), mitigasi risiko kecelakaan, dan peningkatan kualitas layanan.

    “Bukan hanya keretanya yang harus kembali ke rel, tapi juga kepercayaan rakyat juga harus bisa kembali. Itu tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata, tapi dengan pembenahan menyeluruh dan sikap bertanggung jawab,” ungkap Puan.

    Oleh karenanya, ia mendorong evaluasi terhadap koordinasi antara operator dan regulator kereta api. Puan menekankan bahwa celah komunikasi serta lemahnya pengawasan teknis bisa menjadi akar masalah yang perlu diselesaikan.

    “Kurangnya koordinasi bisa memicu kelalaian yang fatal. Karena itu, setelah permintaan maaf, yang harus dilakukan adalah duduk bersama untuk merombak sistem transportasi yang ada,” katanya.

     

  • Panen Pujian, Jersey PSM Makassar Disebut yang Terbaik di Super League Musim Ini

    Panen Pujian, Jersey PSM Makassar Disebut yang Terbaik di Super League Musim Ini

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar resmi meluncurkan jersey kandang terbarunya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Peluncuran dilakukan secara daring melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Kamis (7/8/2025).

    Dalam peluncuran tersebut, PSM memperkenalkan kolaborasi eksklusif dengan apparel global asal Jerman, Adidas. Kerja sama ini langsung menyita perhatian publik, terutama karena Adidas menjadi satu-satunya brand internasional yang secara resmi mensponsori klub peserta liga musim ini.

    “Ewako spirit x tiga garis. Perkenalkan jersey baru PSM Makassar 2025/2026,” tulis caption unggahan klub tersebut.

    Jersey anyar Juku Eja hadir dengan warna merah maroon yang menjadi ciri khas klub. Desainnya memadukan nuansa elegan dan modern, dengan tiga garis putih khas Adidas melintang di kedua lengan. Di bagian depan, satu sponsor utama ditempatkan tepat di tengah, sementara dua sponsor pendukung disusun di bagian atas, menjaga keseimbangan visual. Aksen putih dari bawah ketiak hingga pinggang memberikan sentuhan kontras yang dinamis.

    Peluncuran jersey ini disambut positif, baik dari warganet maupun kalangan sepak bola. Dua mantan pemain PSM, Asnawi Mangkualam dan Marc Klok, turut memberikan reaksi dengan meninggalkan komentar berupa emotikon api dan tepuk tangan di unggahan tersebut.

    Pujian juga datang dari konten kreator sepak bola, Arul El Pundit, yang menyebut desain jersey ini sangat elegan. “Warna merah maroon khas PSM Makassar dipadukan dengan list putih di bagian pinggul, kemudian tidak banyak sponsor di bagian depan menambah estetika dari jersey ini,” ujarnya.

  • 6,3 Juta Penumpang KAI Pakai Face Recognition, Begini Cara Daftarnya – Page 3

    6,3 Juta Penumpang KAI Pakai Face Recognition, Begini Cara Daftarnya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 6,3 juta orang telah menggunakan layanan pindai wajah atau face recognition hingga 31 Juli 2025. Layanan ini mampu membuat belanja KAI semakin hemat.

    VP Public Relation KAI, Anne Purba menyampaikan sebanyak 6.318.132 pelanggan memilih menggunakan Face Recognition (FR) saat boarding, menggantikan tiket fisik. Jumlah ini terkumpul dalam periode Januari-Juli 2025.

    “Kepercayaan pelanggan terhadap teknologi Face Recognition menunjukkan bahwa transformasi digital yang kami lakukan telah sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin praktis dan tentunya ramah lingkungan,” kata Anne dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).

    Penggunaan layanan digital ini membuat KAI berhasil menghemat pembelian 16.295 rol kertas tiket senilai Rp239.129.125.

    Sementara itu, sejak diluncurkan pertama kali pada 2022, total 16.398.343 pelanggan telah memanfaatkan layanan ini. Dari situ, KAI berhasil hemat mencapai 40.296 rol kertas tiket senilai Rp 599.136.661.

    “Inovasi ini merupakan bagian dari perjalanan KAI menuju layanan transportasi yang semakin mudah, cepat, dan ramah lingkungan,” tutup Anne.

     

  • Kriminal kemarin, pencurian motor hingga pelaku penusukan ditangkap

    Kriminal kemarin, pencurian motor hingga pelaku penusukan ditangkap

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa hukum dan kriminal terjadi di Jakarta pada Kamis (7/8), mulai dari pencuri yang meletuskan senjata api (senpi) untuk membubarkan massa hingga pelaku peristiwa penusukan ditangkap.

    Berikut lima berita pilihan untuk menemani aktivitas Anda pagi hari ini:

    Pencuri motor di Cengkareng letuskan senpi untuk bubarkan massa

    Jakarta (ANTARA) – Seorang pria pencuri sepeda motor di wilayah Rusun Daan Mogot Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat, meletuskan senjata api (senpi) untuk menakuti-nakuti dan membubarkan massa yang hendak menangkapnya pada Kamis sore.

    Selengkapnya

    Mata elang beli aplikasi untuk lacak nomor kendaraan tunggak angsuran

    Jakarta (ANTARA) – Mata elang (debt collector) berinisial VMA yang menganiaya korban di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengaku membeli aplikasi untuk melacak nomor polisi kendaraan yang menunggak angsuran kredit.

    “Dari hasil pemeriksaan, mereka membeli sebuah aplikasi,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim di Jakarta Utara, Kamis.

    Selanjutnya

    Massa desak Mahkamah Agung bebaskan Ngarijan Salim

    Jakarta (ANTARA) – Koalisi Masyarakat Pemerhati Hukum Indonesia menggelar unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, untuk mendesak pembebasan Ngarijan Salim, lansia berumur 82 tahun yang terjerat kasus dugaan penggelapan pajak.

    Selengkapnya

    Keluarga korban teriaki penabrak sebagai pembunuh di ruang sidang

    Jakarta (ANTARA) – Keluarga korban tabrak lari tidak bisa membendung amarahnya dan meneriaki terdakwa wanita berinisial IVS (65) sebagai pembunuh saat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis.

    Selanjutnya

    Pelaku penusukan di toilet SPBU di Jakut ditangkap

    Jakarta (ANTARA) – Petugas Kepolisian menangkap pelaku penusukan berinisial RJT (37) terhadap korban berinisial DEL (20) di dalam toilet SPBU Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (3/8) sekitar pukul 07.30 WIB.

    Selengkapnya

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10
                    
                        Saat Jakarta Tak Pernah Siang di Kampung Tongkol…
                        Megapolitan

    10 Saat Jakarta Tak Pernah Siang di Kampung Tongkol… Megapolitan

    Saat Jakarta Tak Pernah Siang di Kampung Tongkol…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kehidupan warga di Kampung Tongkol, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, seolah tak “mengenal” siang.
    Cahaya matahari sulit menembus ke permukiman yang membuat siang hari terasa seperti malam yang tak berujung.
    Lorong-lorong sempit hanya selebar 1,5 meter menjadi satu-satunya jalur lalu lintas warga. Di beberapa titik, sepeda motor terparkir di depan rumah mempersempit ruang gerak.
    Di antara dinding-dinding bata yang menempel tanpa celah, terlihat jemuran pakaian yang masih basah menggantung.
    Bagi warga, getaran dan bising kereta sudah menjadi bagian hidup sehari-hari.
    “Enggak sih, (kami) beradaptasi dengan lingkungan sangat baik. Kami di sini kekeluargaan, saling membantu. Justru dengan kampung unik seperti ini kan kami saling membantu,” kata Tias (54), salah satu warga saat ditemui
    Kompas.com
    , Rabu (6/8/2025).
    Tias telah tinggal di Kampung Tongkol lebih dari dua dekade. Ia pindah dari Kampung Sumur, Klender, demi mendekatkan diri dengan tempat kerja suaminya di Taman Sari, Jakarta Barat.
    “Waktu itu kan ayahnya ini kerjanya jauh, di Taman Sari. Nah, pas itu kan ada teman nawarin kontrakan. Ini setahun cuma kena Rp 1,4 juta. Itu satu tahun. Saya senang sekali ya, saya coba-cobalah,” ujarnya.
    Lama-kelamaan, rasa betah tumbuh. Rumah kontrakan yang awalnya ia sewa akhirnya bisa ia beli.
    “Alhamdulillah rumah itu (sekarang) kebeli sama saya sendiri. Jadi sampai saat ini,” kata dia.
    Dari rumah itu, Tias membesarkan anak-anaknya. Salah satunya sempat berkuliah, namun terhenti karena keterbatasan biaya.
    “Anak saya juga tadinya kan kuliah, cuma karena saya nggak mampu, jadi dia sementara berhenti dulu. Sudah di rumah saja,” ungkapnya.
    Tias mengakui bahwa ia dan warga lainnya tak pernah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rumahnya.
    “Alhamdulillah kami kan nggak bayar pajak tanah. Ini dari PJKA,” katanya.
    Lahan yang ia tempati, seperti juga rumah-rumah warga lain di Kampung Tongkol, merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) atau Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
    Ia bahkan menyebut keberadaan got dan sistem serapan air membuat wilayah itu relatif aman dari banjir dan nyamuk.
    “Di sini Alhamdulillah tidak… tidak pernah, tidak pernah kami sampai kehujan atau kebanjiran gitu,” ujarnya.
    Ketua RT 07 RW 01 Kampung Tongkol, Saprudin, menceritakan bahwa kawasan ini pernah dibongkar besar-besaran pada 1989.
    Namun, pada masa reformasi 1998, warga kembali menghuni lahan tersebut.
    “Saya ingat ini kan tahun 1982, itu dulunya sudah ada pemukiman warga. Tahun 1989 pernah dibongkar. Kan kosong ya, sudah dibongkar, enggak ada pemukiman lagi. Zaman reformasi pada matok-matok, dibangun lagi,” ujarnya.
    Saprudin menuturkan bahwa praktik jual beli bangunan marak dilakukan tanpa sepengetahuan RT, bahkan tanpa surat atau sertifikat resmi, karena tanah yang ditempati merupakan aset milik negara.
    “Mereka tuh jual semua (bentuknya) bangunan, bukan tanah karena itu kan tanah PJKA. Jadi kalau mereka sudah bangun (lalu) bosan, semuanya dijual. Jadi mereka tuh jual beli pun tidak sepengetahuan kita (RT),” katanya.
    Saprudin mengakui praktik jual-beli bangunan di Kampung Tongkol berlangsung secara diam-diam.
    Transaksi terjadi hanya atas bangunan tanpa hak tanah dan sering kali tanpa pemberitahuan kepada RT.
    “Pernah tuh warga, punya bangunan di kolong tol, dia jual-beli sama orang tapi tidak melalui saya. Pas dia meninggal, jadi rebutan. Saya enggak ada urusan. Kenapa? Jual-beli tadi itu saya tidak tahu dan tidak diberitahu,” ujarnya.
    Kondisi ini kerap memicu sengketa warisan atau kepemilikan bangunan.
    Saat ini, wilayah RT 07 mencakup sekitar 30 kepala keluarga, sebagian besar pendatang tinggal di pinggir rel atau kolong jalan tol.
    Saprudin menyebut, bangunan-bangunan di Kampung Tongkol awalnya hanya berupa ruang berteduh sederhana tanpa dapur atau kamar mandi.
    Namun, seiring waktu, warga memperluas dan menambah fasilitas hingga menjadi rumah permanen.
    “Itu di atas rel ada bangunan dan dikontrakin. Awalnya di bawah, tapi lama-lama di atas rel juga dibikin kamar, dinding, dapur. Jadi berkembang begitu aja,” katanya.
    Meski begitu, ia menegaskan keterbatasan peran pengurus lingkungan, tidak bisa menindak karena urusan PJKA.
    “Itu seharusnya urusan PJKA. Tanah mereka. Kalau kita kan nggak bisa apa-apa. Pemda juga terbatas,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Curi Motor di Rusun Daan Mogot, Pelaku Tembakkan Senpi untuk Takuti Warga

    Curi Motor di Rusun Daan Mogot, Pelaku Tembakkan Senpi untuk Takuti Warga

    JAKARTA – Seorang pria pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di kawasan Rusun Daan Mogot Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat, nekat melepaskan tembakan dari senjata api (senpi) pada Kamis sore. Aksi tersebut dilakukan untuk menakut-nakuti dan membubarkan warga yang hendak menangkapnya.

    Meski sempat menimbulkan kepanikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga dan sempat diamuk massa hingga babak belur.

    Pihak kepolisian yang dikonfirmasi pada Kamis malam membenarkan peristiwa tersebut. Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Cengkareng, AKP Gultom Parman, mengatakan bahwa pelaku telah diamankan.

    “Pelaku sudah diamankan,” ujarnya singkat.

    Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian terkait aksi pencurian serta penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut. “Sedang ditindaklanjuti,” tambah Gultom.

    Peristiwa ini juga terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @warga.jakbar, tampak warga beramai-ramai menyeret pelaku menuju posko sekuriti Rusun Daan Mogot usai ditangkap.

    Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang ke lokasi dan menjemput pelaku yang sudah dalam kondisi tak berdaya. Pelaku diangkat ke dalam mobil patroli, diiringi sorakan serta hujatan dari warga yang geram.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail kronologi, jenis senjata api yang digunakan, maupun ada tidaknya korban akibat tembakan tersebut.