Negara: Amerika Serikat

  • 180 Perusahaan Kanada Jajaki Kerja Sama Dagang di Indonesia – Page 3

    180 Perusahaan Kanada Jajaki Kerja Sama Dagang di Indonesia – Page 3

    Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Pernyataan Bersama Penyelesaian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

    Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng, dalam pembukaan kegiatan Misi Dagang Kanada ke Indonesia di Jakarta, Senin (2/12/2024).

    “Setelah perjuangan kedua tim perunding selama lebih dari 2,5 tahun, Indonesia akhirnya berhasil memiliki perjanjian dagang komprehensif dengan Kanada. Melalui Indonesia-Canada CEPA ini, akses pasar produk-produk Indonesia akan semakin luas hingga ke wilayah Amerika Utara, khususnya Kanada,” ujar Mendag Budi.

    Keuntungan Bagi Indonesia Melalui CEPA

    Perjanjian perdagangan ini tidak hanya mencakup perdagangan barang, tetapi juga memberikan preferential treatment bagi penyedia jasa Indonesia, termasuk di sektor:

    Jasa bisnis
    Telekomunikasi
    Konstruksi
    Pariwisata
    Transportasi

    Selain itu, akses investasi di sektor-sektor strategis seperti manufaktur, pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, penggalian, dan infrastruktur energi akan semakin mudah berkat CEPA.

    Lebih lanjut, perjanjian ini mencakup komitmen pada berbagai isu penting lainnya, seperti:

    Hak kekayaan intelektual
    Praktik regulasi yang baik
    Niaga elektronik (e-commerce)
    Persaingan usahaUsaha Kecil dan Menengah (UKM)
    Pemberdayaan ekonomi perempuan
    Perlindungan lingkungan

  • Perluas Akses Pasar ke Kanada, Indonesia Selesaikan ICA-CEPA – Page 3

    Perluas Akses Pasar ke Kanada, Indonesia Selesaikan ICA-CEPA – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Pernyataan Bersama Penyelesaian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

    Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng, dalam pembukaan kegiatan Misi Dagang Kanada ke Indonesia di Jakarta, Senin (2/12/2024).

    “Setelah perjuangan kedua tim perunding selama lebih dari 2,5 tahun, Indonesia akhirnya berhasil memiliki perjanjian dagang komprehensif dengan Kanada. Melalui Indonesia-Canada CEPA ini, akses pasar produk-produk Indonesia akan semakin luas hingga ke wilayah Amerika Utara, khususnya Kanada,” ujar Mendag Budi.

    Keuntungan Bagi Indonesia Melalui CEPA

    Perjanjian perdagangan ini tidak hanya mencakup perdagangan barang, tetapi juga memberikan preferential treatment bagi penyedia jasa Indonesia, termasuk di sektor:

    Jasa bisnis
    Telekomunikasi
    Konstruksi
    Pariwisata
    Transportasi

    Selain itu, akses investasi di sektor-sektor strategis seperti manufaktur, pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, penggalian, dan infrastruktur energi akan semakin mudah berkat CEPA.

    Lebih lanjut, perjanjian ini mencakup komitmen pada berbagai isu penting lainnya, seperti:

    Hak kekayaan intelektual
    Praktik regulasi yang baik
    Niaga elektronik (e-commerce)
    Persaingan usahaUsaha Kecil dan Menengah (UKM)
    Pemberdayaan ekonomi perempuan
    Perlindungan lingkungan

     

  • Persaingan Ketat di Balik Merosotnya Bisnis Nissan

    Persaingan Ketat di Balik Merosotnya Bisnis Nissan

    Jakarta

    Nissan kini tengah menghadapi masa sulit yang mengancam kelangsungan bisnisnya. Berbagai tantangan, mulai dari persaingan dengan mobil listrik murah asal China hingga tekanan regulasi di pasar utama, membuat produsen otomotif asal Jepang ini berada dalam situasi keuangan yang genting.

    Mengutip Dailymail, penjualan global Nissan menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Pada paruh pertama tahun fiskal 2024, penjualan turun 3,8 persen menjadi 1,59 juta unit. China sebagai salah satu pasar terbesar Nissan bahkan mengalami penurunan yang lebih tajam, yakni mencapai 14,3 persen. Kondisi ini semakin diperburuk oleh maraknya mobil listrik murah dari China yang menawarkan harga kompetitif dan berhasil merebut pangsa pasar global. Jika kondisi ini terus berlanjut, Nissan diperkirakan akan menghadapi utang terbesar dalam sejarahnya pada 2026, yang bisa mencapai $5,6 miliar atau setara Rp 85 triliun.

    Langkah Pemangkasan untuk Bertahan

    Untuk menghadapi tekanan ini, Nissan mengambil berbagai langkah efisiensi. Perusahaan mengumumkan rencana pemangkasan 9.000 pekerja dan pengurangan kapasitas produksi hingga 20 persen di 25 jalur produksinya. Upaya ini bertujuan untuk menghemat biaya operasional sebesar $2,6 miliar atau setara Rp 40 triliun pada tahun ini.

    Selain itu, Nissan menunda peluncuran sejumlah model baru dan menjual sebagian besar sahamnya di Mitsubishi Motors. CEO Nissan, Makoto Uchida, secara simbolis memotong gajinya hingga 50 persen untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadapi krisis ini.

    Persaingan Ketat di Sektor Elektrifikasi

    Menurut laporan Forbes, tertinggal dalam pengembangan kendaraan listrik menjadi tantangan utama bagi Nissan. Hingga saat ini, perusahaan hanya memiliki dua model kendaraan listrik yang dijual secara global. Sementara itu, teknologi hybrid e-Power yang sukses di pasar domestik Jepang, belum diperkenalkan di Amerika Serikat, salah satu pasar otomotif terbesar dunia.

    Sebagai langkah untuk tetap bersaing, Nissan berkomitmen memangkas biaya produksi kendaraan listriknya hingga 30 persen. Namun, para analis menilai upaya ini belum cukup untuk melawan dominasi produsen mobil listrik asal China dan mobil hybrid dari pesaing seperti Toyota.

    Tekanan Regulasi di Inggris

    Di Inggris, Nissan juga menghadapi tekanan dari kebijakan Zero Emissions Vehicles Mandate (ZEV) yang mewajibkan produsen meningkatkan penjualan kendaraan listrik secara bertahap hingga larangan total kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel pada 2030. Kebijakan ini dinilai memberatkan, terutama bagi produsen yang belum memiliki portofolio kendaraan listrik murni dalam jumlah besar.

    Meski tengah menghadapi berbagai tantangan, Nissan masih memiliki beberapa produk unggulan yang diminati pasar. Model Rogue misalnya, tetap menjadi salah satu kendaraan terlaris di Amerika Serikat, sementara Qashqai dan Juke berhasil mempertahankan popularitasnya di Eropa.

    Namun, waktu terus berjalan bagi Nissan. Jika langkah strategis tidak segera diambil, perusahaan ini diperkirakan hanya memiliki waktu 12 hingga 14 bulan untuk bertahan. Selain mempertimbangkan penguatan kerja sama dengan produsen lain seperti Honda, Nissan juga harus mempercepat pengembangan teknologi kendaraan listrik dan meningkatkan efisiensi operasional untuk tetap kompetitif di pasar global.

    (rgr/dry)

  • Heboh Jack Ma Muncul di Kantor Alibaba, Dikerumuni Karyawan

    Heboh Jack Ma Muncul di Kantor Alibaba, Dikerumuni Karyawan

    Jakarta

    Jack Ma, pendiri Alibaba, mendadak mengunjungi kantor pusat perusahaan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang di China. Kunjungan langka itu tentu menghebohkan karena seperti diketahui, sosok berusia 60 tahun itu sudah jarang muncul.

    Kedatangannya itu menurut para karyawan Alibaba adalah dalam rangka menunjukkan dukungannya terhadap kerajaan e-commerce yang ia luncurkan seperempat abad lalu.

    Kunjungan Ma ke kampung halamannya Hangzhou itu adalah yang pertama sejak Maret 2023, ketika ia mendatangi sekolah yang ia dirikan. Meski Jack Ma sudah mengundurkan diri sebagai Chairman Alibaba tahun 2019 dan tak banyak tampil sejak 2020, ia tetap dipandang luas sebagai pemimpin spiritual Alibaba.

    Kunjungannya ke kampus Alibaba terjadi pada saat pemerintah China berusaha meningkatkan kembali kepercayaan ke sektor swasta, karena ekonomi terbesar kedua dunia itu bergulat dengan beberapa tantangan. Mulai dari penurunan pasar properti hingga geopolitik usai presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada impor dari China.

    Dalam foto yang diambil seorang karyawan di lokasi dan dibagikan kepada South China Morning Post yang dikutip detikINET, Senin (2/12/2024) Ma yang tersenyum dan santai, mengenakan topi putih, terlihat melambaikan tangan kepada staf.

    Kemunculan Ma terjadi seminggu setelah Alibaba mengumumkan penyesuaian internal terbesarnya setelah menerapkan restrukturisasi perusahaan pada awal tahun 2023 yang membagi kerajaan bisnisnya menjadi enam unit.

    Dalam perombakan terbaru, Alibaba menggabungkan operasi e-commerce domestik dan luar negeri jadi satu unit di tengah persaingan yang makin ketat dengan pesaing, terutama dengan Pinduoduo di pasar domestik. Harga saham Alibaba naik sedikit, namun saham mereka turun lebih dari dua pertiga dari puncaknya akhir tahun 2020.

    Ma dan salah satu pendiri Alibaba, Joe Tsai, saat ini merupakan dua pemegang saham terbesar dari raksasa e-commerce tersebut. Mereka agresif membeli saham yang anjlok di New York dan Hong Kong. Ma membeli sekitar USD 50 juta saham pada kuartal keempat tahun lalu, meningkatkan kepemilikannya hingga lebih dari 4,3%, menjadikannya pemegang saham tunggal terbesar.

    (fyk/fay)

  • Hadapi Kebijakan Proteksionisme Donald Trump, Luhut Minta Pemerintah Bermain Cantik – Page 3

    Hadapi Kebijakan Proteksionisme Donald Trump, Luhut Minta Pemerintah Bermain Cantik – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Dunia tengah was-was dengan berbagai kebijakan yang bakal dikeluarkan oleh Donald Trump usai dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pada Januari 2025. Begitu pula dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

    Menurutnya, Pemerintah Indonesia perlu mewaspadai kebijakan proteksionisme yang kemungkinan bakal diterapkan di periode kedua pemerintahan Trump akan membuat dolar AS menguat. Hal ini ditakutkan berimbas pada pelemahan rupiah.

    “Kita melihat lagi dampak masa jabatan Presiden Donald Trump kedua ini, perlambatan (ekonomi) dunia, PDB dunia akan lebih rendah, dan inflasi global lebih tinggi, karena kita takut dolar AS tambah kuat, akan kena ke rupiah kita,” kata Luhut dikutip dari Antara, Senin (2/12/2024). 

    Luhut mengatakan Indonesia perlu untuk “bermain cantik” dengan AS. Hal ini karena ia menilai Trump sebagai pemimpin yang pragmatis, yang mana akan selalu bertindak dengan reaksi keras apabila terdapat kebijakan yang menyangkut kepentingan dirinya.

    “Ini kan banyak dampak politik dari setiap kebijakan yang kita buat, karena Presiden Trump itu, saya paham mengenai dia, orang yang pragmatis. Dari cara yang menyangkut kepentingan dia, dia akan bereaksi dengan keras,” ujarnya.

    Kemudian dalam pidatonya, Luhut juga menyoroti adanya Kementerian Efisiensi AS atau Department of Government Efficiency (DOGE) yang nantinya bakal dinakhodai Elon Musk.

    Menurutnya, pembentukan kementerian itu kian mencerminkan tekad Trump yang akan memangkas hal-hal yang tidak perlu dari pemerintahannya. Perubahan ini juga harus terus diwaspadai Indonesia.

    “Saya lihat menteri efisiensinya dia, si Elon Musk yang saya kenal baik juga, itu pasti mereka akan melakukan itu, dan dia akan cut budget dia (AS) sampai 2 triliun dolar AS. Artinya apa? Akan banyak efisiensi,” terangnya.

     

  • Produk Tekstil-Kelapa Sawit RI Bakal Bebas Tarif Bea Masuk ke Kanada

    Produk Tekstil-Kelapa Sawit RI Bakal Bebas Tarif Bea Masuk ke Kanada

    Jakarta

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan ada sejumlah produk Indonesia yang akan dibebaskan tarif bea masuk ke Kanada. Hal ini sejalan dengan rampungnya perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia – Canada Comprehensive Economic Partnership/ ICA-CEPA).

    Budi mengatakan perjanjian tersebut akan diimplementasikan pada 2026. Adapun sejumlah manfaat yang didapatkan Indonesia dari perjanjian tersebut, yakni pembebasan tarif bea masuk bagi produk-produk Indonesia yang ingin ekspor ke Kanada.

    “Manfaat yang diperoleh Indonesia melalui Indonesia-Kanada CEPA yang pertama perdagangan barang mendapatkan liberalisasi hingga 90,5% dari total tarif yang masuk ke Kanada dengan nilai perdagangan sebesar US$ 1,4 miliar,” kata Budi di Hotel Mulia Jakarta, Senin (2/12/2024).

    Budi menyebut ada beberapa produk yang dikenakan bebas tarif bea masuk ke Kanada, seperti tekstil, kertas dan turunannya, kayu dan turunannya, makanan olahan, sarang burung walet, dan kelapa sawit.

    Selain itu, manfaat lainnya, seperti perdagangan jasa yang menjamin treatment bagi penyedia jasa Indonesia, termasuk sektor jasa, seperti jasa bisnis, telekomunikasi, konstruksi, pariwisata, dan transportasi. Kemudian, peluang investasi pembukaan akses pasar di sektor manufaktur, pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, dan penggalian, serta infrastruktur energi.

    “Komitmen lainnya yaitu hak kekayaan intelektual, praktik regulasi yang baik, e-commerce, persaingan usaha, usaha kecil menengah, pemberdayaan ekonomi perempuan, lingkungan, dan ketenagakerjaan,” imbuh Budi.

    Budi menilai dengan perjanjian perdagangan ini semakin membuka peluang produk Indonesia Tembus ke pasar Amerika Utara. Menurutnya, ini menjadi kesempatan baik bagi Indonesia menghalau hambatan-hambatan dari negara sekitar Kanada.

    “Justru dengan CEPA ini ya, CEPA ini kita peluangnya menjadi besar. Kita bisa masuk, yang saya katakan tadi, kita bisa masuk ke negara lain, di Amerika Utara melalui CEPA ini. Jadi justru ini akses yang bagus buat kita untuk menghindari hambatan-hambatan dari negara di sekitar Kanada,” terang Budi.

    (kil/kil)

  • Perjanjian Dagang Kanada-RI Bakal Diimplementasikan Tahun 2026

    Perjanjian Dagang Kanada-RI Bakal Diimplementasikan Tahun 2026

    Jakarta

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia – Canada Comprehensive Economic Partnership/ ICA-CEPA) akan diimplementasikan pada 2026 mendatang. Rencananya, perjanjian tersebut akan ditandatangani pada pertengahan 2025.

    Budi mengatakan kedua negara telah menyepakati beberapa poin dalam perjanjian tersebut. Hal ini disampaikan kedua negara di sela-sela KTT APEC pada 15 November lalu.

    “Perundingan Indonesia-Kanada CEPA telah selesai setara substantif dan diumumkan oleh kedua Kepala Negara di sela-sela KTT APEC tanggal 15 November 2024 di Lima Peru. Kedua negara sepakat perjanjian dapat ditandatangani pada pertengahan 2025 dengan perkiraan waktu implementasi pada tahun 2026,” kata Budi di Hotel Mulia Jakarta, Senin (2/12/2024).

    Budi menjelaskan Indonesia dan Kanada telah menandatangani Joint Ministerial Statement hari ini yang menandakan berakhirnya negosiasi ICA CEPA. Penandatanganan itu dilakukan oleh Mendag Budi Santoso dan Menteri Promosi, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng.

    Dia menyebut ada dua nota kesepahaman atau MoU yang disepakati kedua negara. Kedua kesepakatan itu, yakni kerja sama di mineral kritis dan kerja sama sanitasi dan vito sanitasi.

    “Saya dan Minister Merry Ng telah menandatangani Joint Ministerial Statement atas Penyelesaian Indonesia-Kanada CEPA. Ada dua MoU bagian dari IK CEPA yaitu Kerjasama Mineral Kritis dan Kerjasama Sanitasi dan Vito Sanitasi juga ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Kanada,” jelas Budi.

    Dia pun mengajak pada pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini. Sebab, perjanjian ini menjadi salah satu upaya memperluas pasar Indonesia ke Amerika Utara.

    “Saya mengajak kepada pelaku usaha dari kedua negara untuk memanfaatkan momentum positif dan bekerjasama demi menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakatnya,” imbuh Budi.

    (kil/kil)

  • Cerita Luhut Risau Pikirkan Nasib RI Usai Nonton Film Robot

    Cerita Luhut Risau Pikirkan Nasib RI Usai Nonton Film Robot

    Jakarta

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengkhawatirkan nasib manusia dalam 10 tahun ke depan. Hal ini berkaitan dengan penerapan teknologi seperti robot hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelijen/AI).

    Luhut mengatakan, kerisauannya ini muncul usai menonton film berjudul ’60 Minutes’ di Amerika Serikat (AS). dalam film itu, ditunjukkan bagaimana pembuatan robot yang bisa saling berbicara hingga membuat programnya sendiri.

    “Yang saya risau teman-teman sekalian adalah AI. Artificial Intelligence ini saya nonton film kemarin 60 Minutes, program di Amerika, itu bagaimana mereka bikin robot, robotnya sekarang bisa bicara sama robot lain dan memprogram dirinya dia,” kata Luhut dalam ASN Talent Academy Explore di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).

    “Ditanya disitu, bagaimana kelihatannya 10 tahun lagi ke depan robot bisa lebih cerdas dari manusia? Tidak ada yang bisa menjawab,” sambungnya.

    Menurutnya, apabila apa yang digambarkan dalam film tersebut akan menjadi nyata di masa mendatang, tenaga manusia akan digantikan dengan tenaga robot. Ia pun mencontohkan seperti pengelolaan perpajakan di Kementerian Keuangan, nantinya juga bisa dikelola oleh teknologi robotik.

    Luhut juga sempat diundang ke Bali untuk menghadiri quantum gathering. Saat itu, ia mengaku berbicara dengan quantum computing, serta membahas mengenai teori yang akan jauh lebih cepat dari apa yang ada sekarang, serta dapat membantu memecahkan banyak masalah.

    “Jadi kita satu sisi sekarang melihat ada transformasi teknologi, yang kalau kita tidak hati-hati kita ketinggalan di belakang, akan kalah efisiensinya dengan kita,” ujarnya.

    Meski demikian, menurutnya saat ini Indonesia punya kondisi ekonomi yang cukup baik sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Menurutnya, hal ini menjadi modal besar bagi Indonesia untuk terus berkembang.

    “Indonesia juga dengan keadaan semua yang tidak bagus kita punya modal besar yang kuat, kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih bisa di 5,2% dan kita kalau terus baik begini masih bisa mungkin 5,3% ke depan,” kata dia.

    (shc/rrd)

  • Biden Ampuni Putranya dari Kasus Kriminal, Partai Republik Meradang

    Biden Ampuni Putranya dari Kasus Kriminal, Partai Republik Meradang

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) yang akan segera meninggalkan jabatannya, Joe Biden, memberikan pengampunan kepada putranya, Hunter Biden, yang divonis bersalah atas dakwaan federal terkait senjata api dan pajak. Pengampunan ini diberikan meskipun Biden sebelumnya berjanji tidak akan mengambil langkah tersebut.

    Pengampunan ini diambil hanya beberapa minggu sebelum Hunter dijadwalkan menerima hukuman atas vonis senjata api dan pengakuan bersalahnya atas tuduhan pajak, yang akan menyelamatkannnya dari kemungkinan hukuman penjara akibat vonis tersebut.

    Dalam pernyataan melalui email kepada kantor berita Associated Press, Hunter Biden menyatakan rasa syukur atas pengampunan ini dan berjanji akan mendedikasikan hidupnya untuk membantu mereka yang masih menderita.

    “Saya telah mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan saya selama masa tergelap dalam hidup saya akibat kecanduan, kesalahan yang dieksploitasi untuk mempermalukan saya dan keluarga saya demi keuntungan politik,” katanya.

    Apa kata Joe Biden?

    Biden menyebut vonis terhadap putranya sebagai “ketidakadilan.”

    “Tidak ada orang berpikiran jernih ketika melihat fakta dalam kasus Hunter dapat mencapai kesimpulan lain selain bahwa Hunter disasar hanya karena ia adalah putra saya, dan itu salah,” ujar presiden dalam sebuah pernyataan.

    Hunter pertama kali mengungkapkan bahwa ia sedang diselidiki secara federal pada Desember 2020, hanya sebulan setelah Biden terpilih sebagai presiden.

    “Saya harap rakyat Amerika memahami mengapa seorang ayah dan presiden mengambil keputusan ini,” tambahnya, sembari menyebut bahwa keputusan tersebut dibuat akhir pekan ini saat keluarga presiden merayakan liburan Thanksgiving di Nantucket, Massachusetts.

    “Ada upaya untuk menghancurkan Hunter, yang telah lima setengah tahun hidup dalam kesadaran penuh meskipun menghadapi serangan tanpa henti dan penuntutan selektif. Dalam percobaan menghancurkan Hunter, mereka mencoba menghancurkan saya, dan tidak ada alasan untuk percaya bahwa ini akan berhenti di sini. Cukup sudah.”

    Bertentangan dengan janji sebelumnya

    Penggunaan kekuasaan luar biasa seorang presiden oleh Biden ini dilakukan saat ia bersiap meninggalkan Gedung Putih, menjelang pelantikan Donald Trump yang dijadwalkan pada 20 Januari.

    Langkah ini bertentangan dengan sejumlah janji Biden sebelumnya untuk tidak menggunakan kekuasaan tersebut demi kepentingan keluarganya.

    Pada Juni, Biden secara tegas menolak kemungkinan memberikan pengampunan atau grasi kepada Hunter dalam wawancara dengan ABC News.

    Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, juga menegaskan kembali janji itu pada 8 November.

    “Kami telah menjawab pertanyaan itu berkali-kali. Jawaban kami tetap sama, yaitu tidak,” ujarnya.

    Republikan marah atas pengampunan ini

    Partai Republik mengecam keputusan Biden, dengan banyak anggota Kongres menyampaikan kemarahan mereka di media sosial.

    “Joe Biden adalah pembohong dan munafik, sampai akhir,” ujar Anggota Kongres Marjorie Taylore Greene di media sosial X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

    Anggota Kongres Andy Biggs mengatakan bahwa Biden akan “dicatat sebagai salah satu presiden paling korup dalam sejarah Amerika.”

    “Hunter Biden adalah seorang kriminal, tetapi ayahnya yang korup tidak akan membiarkan keadilan ditegakkan di bawah pemerintahan yang mengikuti aturan hukum,” katanya di X.

    Ketua Komite Pengawas DPR, James Comer, mengatakan bahwa “sangat disayangkan bahwa, alih-alih mengungkap kebenaran tentang kesalahan mereka selama puluhan tahun, Presiden Biden dan keluarganya terus melakukan segala cara untuk menghindari pertanggungjawaban.”

    Kritik bahkan datang dari sebagian anggota Partai Demokrat sendiri, seperti Gubernur Colorado Jared Polis.

    “Sebagai seorang ayah, saya tentu memahami keinginan Presiden Joe Biden untuk membantu putranya dengan mengampuni dia, tetapi saya kecewa karena dia menempatkan keluarganya di atas kepentingan negara,” ujar Polis.

    Gubernur itu memperingatkan bahwa pengampunan ini adalah “preseden buruk yang dapat disalahgunakan oleh presiden berikutnya dan sayangnya akan mencoreng reputasinya.”

    rs/gtp (AP, Reuters)

    Lihat video: Dulu Bilang Tidak, Biden Kini Beri Grasi untuk Putranya Hunter

    (ita/ita)

  • Rencana Elon Musk Bikin Koloni di Mars Diprediksi Berujung Kematian

    Rencana Elon Musk Bikin Koloni di Mars Diprediksi Berujung Kematian

    Jakarta

    Elon Musk sudah lama berkoar-koar soal rencananya membangun koloni permanen di Planet Mars. Namun rencana ini diprediksi akan berakhir dengan bencana.

    CEO SpaceX itu ingin membangun pemukiman permanen di Mars yang akan dihuni satu juta orang pada tahun 2050 untuk melanjutkan peradaban manusia jika kondisi di Bumi semakin memburuk. Saat ini SpaceX terus menguji coba roket Starship yang nantinya akan membawa manusia ke Planet Merah.

    Menurut Kelly dan Zach Weinersmith, penulis buku ‘A City in Mars: Can We Settle Space, Should We Settle Space, and Have We Really Thought This Through’, Mars bukan planet yang tetap untuk dihuni manusia dalam jangka panjang.

    “Tidak mungkin kita bisa menampung hingga satu juta orang di Mars tanpa terjadi sesuatu yang sangat buruk, baik dalam hal ternyata kita tidak bisa punya bayi di sana, serta ibu dan bayi meninggal atau terkena kanker,” kata Kelly dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip dari Futurism, Senin (2/12/2024).

    “Jika Anda ingin melakukan ini, itu harus dalam bentuk kerja keras untuk membangun yang perlahan dari generasi ke generasi hingga ke titik di mana kita bisa mandiri di Mars,” sambungnya.

    Kelly, seorang pakar biologi dan asisten profesor di Rice University di Houston, Amerika Serikat, mengatakan reproduksi mungkin akan menjadi tantangan paling besar di Mars karena paparan radiasi yang sangat tinggi.

    Permukaan Mars juga memiliki gravitasi yang sangat rendah – hanya 38% dari gravitasi yang ada di permukaan Bumi – akan memiliki dampak signifikan terhadap kepadatan tulang manusia yang hidup lama di luar angkasa.

    “Anda bisa bayangkan betapa sulitnya, misalnya, saat persalinan dimulai dan Anda harus berharap pinggul Anda cukup kuat untuk melakukannya,” kata Kelly.

    “Kami terkejut dengan banyaknya masalah yang kami pikir dapat kami tangani. Tapi ternyata kami hanya memiliki sedikit data yang relevan tentang bagaimana orang dewasa akan menghadapinya, apalagi tentang bagaimana memiliki bayi (di luar angkasa),” sambungnya.

    Meski begitu, Kelly tetap menyambut positif upaya SpaceX dan NASA untuk mendaratkan manusia pertama di Mars. Menurutnya planet tetangga Bumi itu akan menjadi tempat yang cocok untuk melakukan banyak penelitian.

    “Mungkin di kehidupan kita, kita akan melihat orang mendarat di Mars, melakukan eksplorasi dan pulang (ke Bumi), itu bisa saja terjadi, tapi saya rasa kita tidak akan punya bayi di Mars,” pungkasnya.

    (vmp/fay)