Mungkinkah Manusia Hidup Lebih dari 100 Tahun? Begini Temuan Ilmuwan

Mungkinkah Manusia Hidup Lebih dari 100 Tahun? Begini Temuan Ilmuwan

JAKARTA – Pertanyaan tentang batas usia manusia selalu menarik untuk dibahas. Di tengah kemajuan teknologi medis dan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, banyak orang bertanya-tanya, apakah manusia bisa hidup lebih dari 100 tahun, atau bahkan jauh melampaui itu?

Faktanya manusia tertua yang pernah tercatat dalam sejarah adalah Jeanne Calment, perempuan asal Prancis yang meninggal dunia pada usia 122 tahun. Rekor ini hingga kini belum terpecahkan. Hal tersebut membuat para ilmuwan bertanya, apakah usia tersebut merupakan batas alami manusia, atau masih bisa ditembus di masa depan.

Menurut Dr. Dan Belsky, profesor epidemiologi dari Columbia University, jawaban atas pertanyaan ini belum sepenuhnya jelas. Dalam wawancaranya dengan media WIRED, ia memberikan penyampaian.

“Sejauh yang kita ketahui, orang tertua yang pernah hidup adalah Jeanne Calment yang mencapai usia 122 tahun. Sejak itu, belum ada satu pun manusia yang melampaui usia tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman LADbible.

Saat ini, harapan hidup rata-rata global berada di kisaran 73 tahun, meski angkanya berbeda-beda di setiap negara. Faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, pola makan, hingga lingkungan hidup sangat memengaruhi panjang umur seseorang. Meski demikian, sejumlah ahli meyakini bahwa jumlah manusia yang hidup hingga usia 100 tahun akan terus meningkat.

Penulis dan jurnalis William J. Kole melalui bukunya The Big 100: The New World of Super-Aging memperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia berusia 100 tahun akan meningkat hingga delapan kali lipat dibanding saat ini. Ia memprediksi setengah dari anak-anak berusia lima tahun yang hidup sekarang berpotensi mencapai usia tiga digit.

Namun, Dr. Belsky mengingatkan peningkatan jumlah lansia berusia sangat tua tidak serta-merta berarti batas usia manusia bisa terus bertambah tanpa batas. Ia menjelaskan para peneliti telah membandingkan usia orang tertua di dunia selama lebih dari satu abad dan hasilnya menunjukkan usia maksimal manusia cenderung stagnan di kisaran yang sama.

β€œIni memunculkan dugaan ada batas biologis usia manusia. Namun apakah batas itu sudah kita capai atau masih bisa didorong lebih jauh, kita belum benar-benar tahu,” ujar Dr. Belsky.

Sejumlah penelitian biologis mencoba menjawabnya dari sisi sel tubuh. Salah satu studi menyebutkan bahwa secara teoritis, daya tahan sel manusia mungkin hanya mampu bertahan hingga usia sekitar 150 tahun.

Setelah itu, sistem perbaikan sel melemah dan tubuh tidak lagi mampu mempertahankan fungsinya. Meski angka ini lebih bersifat teoritis, para ilmuwan menyebutnya sebagai garis akhir kemampuan biologis manusia.

Di sisi lain, fenomena blue zones juga sering dijadikan contoh bahwa manusia bisa hidup sangat panjang. Wilayah seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, Nicoya di Kosta Rika, Icaria di Yunani, dan Loma Linda di California dikenal memiliki jumlah penduduk berusia lanjut yang tinggi.

Pola makan sederhana, aktivitas fisik rutin, hubungan sosial yang kuat, serta tingkat stres yang rendah diyakini menjadi kunci umur panjang di daerah-daerah tersebut.

Manusia memang bisa hidup lebih dari 100 tahun, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Namun apakah manusia bisa hidup jauh melampaui batas usia yang pernah tercatat masih menjadi misteri. Para ilmuwan sepakat selain usia panjang, kualitas hidup yang sehat dan bermakna tetap menjadi tujuan utama.