Malang (beritajatim.com) – Tidak ada libur operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Pelayanan tetap berjalan meski memasuki masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi selama libur sekolah, terutama bagi kelompok sasaran prioritas program MBG.
Koordinator Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah mengatakan, fokus pelayanan MBG pada momen libur sekolah seperti Nataru diarahkan kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk kelompok sasaran B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetap diberikan,” kata Athoillah, Sabtu (27/12/2025).
Ia memastikan seluruh dapur MBG di Kota Malang tetap beroperasi dan menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, distribusi MBG bagi siswa dilakukan dengan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
“Pemberian gizi tetap berjalan rutin dan tidak terpengaruh libur sekolah. Untuk yang di sekolah, kadang ada siswa yang keberatan, libur tapi masih diminta mengambil paket MBG. Jadi kami mengikuti juknis, hanya menawarkan dan tidak memaksa,” ujar Athoillah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana mengatakan, pengaturan distribusi MBG selama masa libur sekolah sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Menurutnya, pihak sekolah paling memahami kondisi dan kebutuhan di lapangan selama periode libur Nataru.
“Keputusan ada di sekolah masing masing. Kami tidak mengimbau untuk menyetop sementara, karena menyesuaikan kondisi sekolah saat libur. Karena jika tidak ada pengajuan, maka anggaran tidak dicairkan. Jadi aman meskipun MBG diliburkan sementara,” ujar Suwarjana. [luc/beq]
