TRIBUNNEWS.COM – Dalam situasi yang semakin memanas, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan bahwa Israel bersiap untuk meningkatkan agresi militer terhadap Gaza.
Katz mengancam bahwa jika Hamas terus menolak untuk membebaskan para sandera, Israel Defense Forces (IDF) akan merebut wilayah tambahan di Gaza.
Katz juga menyampaikan bahwa operasi militer ini dirancang untuk melindungi masyarakat Israel dan tentara IDF dengan memperluas zona keamanan di sekitar Gaza.
Langkah ini merupakan respons terhadap sikap Hamas yang menolak membebaskan 24 dari 59 sandera yang masih hidup.
PM Israel, Benjamin Netanyahu, juga turut menegaskan bahwa, “Israel akan mulai sekarang bertindak melawan Hamas dengan kekuatan militer yang meningkat.” Namun, tindakan ini dipandang oleh Hamas sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sebelumnya yang dianggap tidak dipatuhi oleh Netanyahu.
Apa Dampak Dari Perintah Evakuasi Warga Gaza?
Sementara itu, untuk mempercepat rencana pencaplokan, militer Israel telah menyebarkan selebaran yang memerintahkan warga sipil Gaza untuk segera mengungsi dari area pertempuran.
Setelah perintah ini dikeluarkan, banyak warga Palestina yang berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka, mencari tempat yang lebih aman akibat rencana serangan besar-besaran oleh Israel di Jalur Gaza.
Berapa Banyak Korban Jiwa yang Sudah Terjadi di Gaza?
Dalam konteks konflik yang berkepanjangan ini, jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat.
Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, jumlah korban telah mencapai 590 orang, termasuk anak-anak dan orang tua.
Situasi ini diperburuk oleh kondisi rumah sakit yang hampir lumpuh karena banjirnya pasien dan kelangkaan persediaan medis serta bahan bakar.
Petugas kesehatan di Gaza menghadapi tantangan yang luar biasa.
Jika situasi tidak berubah dalam beberapa hari ke depan, banyak rumah sakit berisiko kolaps akibat kekurangan bahan bakar untuk menjalankan operasional mereka.
Apa Respon Dunia Terhadap Agresi Israel?
Meskipun tindakan Israel mendapat kecaman dari berbagai pihak dan pemimpin dunia, Netanyahu tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur.
Ancaman terhadap Hamas yang terus berlanjut ini menunjukkan bahwa situasi di wilayah tersebut semakin mendekati titik kritis, dan masa depan keamanan serta kemanusiaan di Gaza tampak semakin suram.
Ketegangan ini menggambarkan kompleksitas konflik yang berkepanjangan dan mengingatkan kita akan kebutuhan mendesak untuk solusi diplomatik yang dapat mengakhiri siklus kekerasan ini.
Apakah masih ada harapan untuk penyelesaian damai di Gaza?
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).