Menteri Kebudayaan Angkat Penasihat Senior, Sejarah dan Museum Jadi Fokus Kebijakan

Menteri Kebudayaan Angkat Penasihat Senior, Sejarah dan Museum Jadi Fokus Kebijakan

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengangkat sejumlah tokoh senior nasional sebagai Penasihat Menteri untuk memperkuat arah kebijakan strategis Kementerian Kebudayaan, khususnya di bidang sejarah, sastra, dan permuseuman.

Surat Keputusan (SK) Penasihat Menteri diserahkan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senin (19/1). Tokoh yang menerima SK secara langsung antara lain Singgih Tri Sulistiyono sebagai Penasihat Bidang Pelestarian Sejarah dan Budaya Kemaritiman, Taufik Ismail sebagai Penasihat Bidang Penguatan Sastra Indonesia, Putu Supadma Rudana sebagai Penasihat Bidang Strategi dan Pengelolaan Museum, serta Batara Richard Hutagalung sebagai Penasihat Bidang Literasi Sejarah Nasional.

Fadli Zon menegaskan, penunjukan penasihat dilakukan untuk memastikan kebijakan kebudayaan bertumpu pada kedalaman keilmuan dan pengalaman panjang para tokoh. Salah satu fokus utama yang akan dikawal para penasihat adalah penyusunan buku-buku sejarah nasional.

“Tahun ini kami menargetkan penulisan sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945–1950, serta sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Samudera Pasai,” kata Fadli. Buku-buku tersebut disiapkan sebagai rujukan kredibel bagi penguatan literasi sejarah generasi muda.

Di bidang sastra, Kementerian Kebudayaan juga mendorong penerjemahan karya sastra Indonesia ke bahasa asing sebagai bagian dari diplomasi budaya. Sementara di sektor permuseuman, perhatian diarahkan tidak hanya pada museum nasional, tetapi juga museum daerah, swasta, tematik, serta museum tokoh dan pahlawan nasional.

Batara Richard Hutagalung menilai amanah sebagai Penasihat Menteri merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat literasi sejarah nasional. Singgih Tri Sulistiyono menekankan pentingnya narasi sejarah yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai perekat bangsa, sementara Putu Supadma Rudana menilai penguatan museum menjadi kunci perawatan ingatan kolektif bangsa.

Selain kepada tokoh yang hadir, Kementerian Kebudayaan juga akan menyerahkan SK Penasihat Menteri kepada Wardiman Djojonegoro, Noerhadi Magetsari, Anhar Gonggong, dan Taufik Abdullah.