Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Menelusuri RS Gatoel Mojokerto: Dulunya Milik Juragan Pabrik Gula Belanda Eschauzier

Menelusuri RS Gatoel Mojokerto: Dulunya Milik Juragan Pabrik Gula Belanda Eschauzier

Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran yang melanda RS Gatoel dini hari tadi membawa kita kembali ke jejak sejarah panjang rumah sakit tersebut. Dahulu, RS Gatoel merupakan milik seorang warga negara Belanda bernama Eschauzier.

Menurut Ayunafiq dalamm tulisannya di laman facebook (beritajatim.com telah ijin mencupliknya) menjelaskan pada tanggal 4 April 1930, sebuah rumah sakit diresmikan di Mojokerto.

“Fasilitas kesehatan yang terhitung modern itu dinamakan Eschauzierfabriken Ziekenhuis atau Rumah Sakit Pabrik (Gula) Eschauzier,” kata Ayuhanafiq asal Mojokerto ini menjelaskan.

Awal Mula Klinik Pabrik Gula

Letaknya di Jalan Gatoel, membuat masyarakat lebih mengenalnya sebagai Rumah Sakit Gatoel. Sesuai namanya, rumah sakit ini dikhususkan untuk melayani para pegawai pabrik gula milik Eschauzier.

Sebagai seorang taipan gula, Eschauzier memiliki banyak pabrik gula di wilayah Mojokerto, dengan SF Brangkal, Dinojo, Sentanen Lor, dan Ketanen sebagai yang terbesar. Ribuan orang yang terlibat dalam proses produksi gula membutuhkan layanan kesehatan yang memadai, dan itulah yang mendorong Eschauzier untuk membangun rumah sakit ini.

Perkembangan Fasilitas Kesehatan

Awalnya, di lokasi tersebut terdapat sebuah poliklinik bernama Polikliniek Gatoel yang didirikan pada tahun 1927. Seiring meningkatnya jumlah pasien, kebutuhan akan fasilitas yang lebih lengkap pun semakin mendesak.

Menjadi Rumah Sakit Modern

Zeikenhuis Eschauzier, nama resmi RS Gatoel saat itu, diawasi langsung oleh Prof. Rodenwaldt dari Dienst der Assaineering, dinas urusan kebersihan. Keterlibatan seorang pejabat dengan gelar akademis tinggi menunjukkan keseriusan Eschauzier dalam membangun fasilitas kesehatan yang modern.

Melayani Pasien dari Berbagai Golongan

Meskipun difokuskan untuk para pegawai pabrik gula, RS Gatoel juga melayani pasien umum. Hal ini dikarenakan Mojokerto memiliki populasi orang asing yang cukup besar, yaitu sekitar 10% dari total penduduk 400 ribu jiwa.

Mayoritas orang asing di Mojokerto, sekitar 1.600 orang, bekerja di industri gula, sedangkan 4.500 orang China berfokus pada sektor perdagangan. Kedua golongan ini menjadi pengguna utama layanan RS Gatoel, bahkan pasien dari Jombang pun turut berobat di sana.

Jejak Eschauzier di Bidang Kesehatan

Selain RS Gatoel, Eschauzier juga membangun beberapa poliklinik, seperti di dekat Pabrik Ketanen Kutorejo. Di Surabaya, ia mendirikan Rooms Katholiek Ziekenhuis (RKZ) yang masih dikenal hingga saat ini.

Kebakaran RS Gatoel menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan di Mojokerto. Namun, sejarah panjang dan kontribusinya dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang. (ted)

Merangkum Semua Peristiwa