Menaker Yassierli Pimpin Apel Bulan K3 Nasional 2026, Tekankan Transformasi Keselamatan Kerja

Menaker Yassierli Pimpin Apel Bulan K3 Nasional 2026, Tekankan Transformasi Keselamatan Kerja

Selain angka kecelakaan yang tinggi, Menaker Yassierli juga memetakan empat tantangan struktural yang menghambat optimalisasi K3 di tanah air. Pertama adalah masalah kualitas dan pemerataan layanan yang belum sebanding dengan luas wilayah Indonesia. Kedua, adanya fragmentasi layanan antara pusat dan daerah yang sering kali berjalan sendiri-sendiri.

Ketiga, Menaker menyayangkan pendekatan promotif dan preventif yang belum menjadi arus utama. Padahal, investasi pada pencegahan jauh lebih efisien dibandingkan biaya penanganan pasca-kecelakaan. Tantangan keempat adalah masih rendahnya kepatuhan perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

“Seharusnya, keberadaan SMK3 memastikan perusahaan memiliki kebijakan K3, peta risiko K3 dan mitigasinya, pelatihan SDM K3, prosedur tanggap darurat, serta mekanisme evaluasi yang sistematis,” jelasnya.

Menaker berharap momentum Bulan K3 Nasional 2026 ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar profit, tetapi juga mengedepankan hak pekerja atas lingkungan kerja yang aman dan bermartabat. Dengan implementasi SMK3 yang disiplin, diharapkan angka fatalitas dapat ditekan secara signifikan di masa depan.