Melihat Proses Meluruhnya Sel Epitel yang Menyusun Dinding Rahim, Yuk Pahami Setiap Fasenya

Melihat Proses Meluruhnya Sel Epitel yang Menyusun Dinding Rahim, Yuk Pahami Setiap Fasenya

YOGYAKARTA – Dalam kesehatan reproduksi, proses meluruhnya sel epitel yang menyusun dinding rahim disebut sebagai menstruasi atau haid.

Menstrusi terjadi ketika lapisan dinding rahim luruh dan keluar dari tubuh. Proses ini merupakan salah satu hal lumrah terjadi pada wanita, terutama bagi mereka yang sudah memasuki masa pubertas.

Agar lebih memahaminya, simak proses terjadinya menstruasi dalam artikel di bawah ini.

Melihat Proses Meluruhnya Sel Epitel yang Menyusun Dinding Rahim

Pada wanita, sistem reproduksi akan mulai aktif saat memasuki fase pubestas yang ditandai dengan pertumbuhan payudara dan munculnya rambut halus di ketiak serta area kemaluan.

Setelah tanda-tanda pubertas muncul, wanita akan mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini biasanya terjadi antara usia 10-16 tahun dan akan berhenti saat memsuki usia 40-50 tahun.

Selama menstruasi, tubuh wanita akan mengeluarkan darah yang terdiri dari sel darah merah dan sel epitel yang menyusun dinding rahim. Darah haid mengalir melalui leher rahim (serviks) dan keluar dari tubuh melalui vagina, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Menstruasi dikendalikan oleh hormon, yakni zat kimia pembawa pesan dalam tubuh. Kelenjar pituitary di otak dan ovarium (indung telur), yang merupakan bagian dari sistem reproduksi, menghasilkan serta melepaskan hormon tertentu seperti FSH, LH, estrogen dan progesterone; selama siklus menstruasi.

Lebih lanjut, hormon-hormon ini menyebabkan penebalan lapisan rahim, sehingga jika terjadi pembuahan, sel telur yang sudah dibuahi dapat menempel pada dinding rahim. Hormon juga memicu ovarium untuk melepaskan sel telur (ovulasi). Sel telur kemudian bergerak ke tuba falopi dan menunggu sperma untuk membuahinya.

Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka kehamilan tidak terjadi. Alhasil, lapisan rahim yang terdiri dari sel pitel dan stroma akan meluruh dan keluar bersama darah melalui proses yang disebut menstruasi.

Fase-Fase yang Terjadi Selama Proses Meluruhnya Sel Epitel yang Menyusun Dinding Rahim

Masih dari sumber yang sama, naik turunnya kadar hormon dapat memicu tahapan-tahapan daam siklus menstruasi. Hormon-hormon seperti LSH, LH, estrogen, dan progresteron membuat organ reproduksi bereaksi dengan cara tertentu.

Berikut fase-fase yang terjadi selama siklus menstruasi atau proses meluruhnya sel epitel yang menyusun dinding rahim:

Fase Menstruasi (Menses Phase)

Fase ini dimulai pada hari pertama saat menstruasi berlangsung. Pada tahap ini, lapisan dinding rahim (endometrium) meluruh dan keluar melalui vagina jika kehamilan tidak terjadi. Umumnya, perdarahan berlangsung selama tiga hingga lima hari. Namun, durasi antara tiga hingga tujuh hari masih tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Fase Folikular (Follicular Phase)

Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berakhir saat ovulasi. Selama periode ini, kadar hormon estrogen meningkat, menyebabkan lapisan rahim tumbuh dan menebal.

Selain itu, hormon follicle-stimulating hormone (FSH) merangsang pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada hari ke-10 hingga ke-14, salah satu folikel akan berkembang menjadi sel telur yang matang (ovum).

Fase Ovulasi (Ovulation Phase)

Fase ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi 28 hari. Peningkatan mendadak hormon luteinizing hormone (LH) memicu ovarium untuk melepaskan sel telur yang telah matang. Peristiwa pelepasan inilah yang disebut ovulasi.

Fase Luteal (Luteal Phase)

Fase ini berlangsung dari sekitar hari ke-15 hingga hari ke-28. Setelah dilepaskan, sel telur bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Kadar hormon progesteron meningkat untuk mempersiapkan lapisan rahim menghadapi kemungkinan kehamilan.

Jika sel telur berhasil dibuahi oleh sperma dan menempel pada dinding rahim (implantasi), maka terjadilah kehamilan. Namun, jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron menurun, dan lapisan rahim yang menebal akan meluruh kembali sebagai darah menstruasi pada siklus berikutnya.

Demikian informasi tentang proses meluruhnya sel epitel yang menyusun dinding rahim. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.