Materi Mens Rea Dipolisikan, Pandji Pragiwaksono Umumkan Sudah di New York

Materi Mens Rea Dipolisikan, Pandji Pragiwaksono Umumkan Sudah di New York

GELORA.CO –  Komika Pandji Pragiwaksono, yang dilaporkan ke polisi atas materi stand up comedy bertajuk Mens Rea (istilah hukum Latin yang berarti “niat jahat”), mengumumkan dirinya kini berada di New York, Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pandji melalui akun Instagram pribadinya di tengah polemik hukum yang menjeratnya.

Seperti apa pengakuan terbaru Pandji Pragiwaksono dari New York?

Viral dan Kontroversial

Pertunjukan Mens Rea digelar di Indonesia Arena, Senayan, pada 30 Agustus 2025 dan tayang digital di Netflix sejak 27 Desember 2025.

Pertunjukan ini sempat menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix. Materinya mengulas isu sosial dan politik pasca-Pemilu 2024 dengan gaya satire yang tajam dan berani.

Namun, materi tersebut menuai kritik keras.

Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) menilai Pandji merendahkan organisasi mereka, khususnya terkait isu izin pengelolaan tambang yang disebut melibatkan NU dan Muhammadiyah dalam politik praktis.

Ketua Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman, menyebut materi itu menimbulkan keresahan dan berpotensi memecah belah bangsa.

Laporan Polisi dan Barang Bukti

Komika Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) pada Rabu, 8 Januari 2026 terkait materi stand-up comedy spesialnya Mens Rea.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, menjelaskan penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi dan menganalisis barang bukti berupa rekaman digital, tangkapan layar, serta dokumen rilis aksi.

Pasal yang diterapkan adalah KUHP baru tentang penistaan agama, yakni Pasal 300 atau 301, serta Pasal 242 atau 243 sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Sebagai lanjutan dari laporan tersebut, Pandji juga menghadapi respons lain di luar ranah hukum formal.

Somasi Pendukung Dharma Pongrekun

Selain laporan polisi, Pandji menerima somasi (teguran resmi sebelum perkara masuk jalur hukum) dari pendukung Dharma Pongrekun, purnawirawan perwira tinggi kepolisian yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024.

Materi Pandji dianggap merendahkan Dharma Pongrekun dan pilihan politik warga.

Juru Bicara Dharma Pongrekun, Ikhsan Tualeka, menyatakan pihaknya melayangkan somasi etik terbuka selama 14 hari agar Pandji memberikan klarifikasi publik.

Menurutnya, kritik seharusnya diarahkan pada visi, gagasan, atau rekam jejak, bukan penghakiman personal.

Somasi ini disebut sebagai bentuk keberatan moral atas materi Mens Rea yang ditayangkan melalui platform digital.

Pandji Santai di New York

Di tengah polemik, Pandji tampil santai dalam video di akun instagram miliknya. 

“Gue lagi di New York. Semoga lo sehat, lo baik-baik saja,” ujar Pandji, Jumat (9/1/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penonton yang tetap menghargai karya stand up comedy yang ia bawakan.

“Terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy. Moga-moga gue masih punya banyak perkomedian untuk anda. Bye,” katanya menutup video.

Pandji menegaskan dirinya dalam kondisi baik dan merasa bersyukur karena menerima banyak doa serta dukungan.

“Gue cuma mau bilang terima kasih untuk doanya, dukungannya. Banyak banget yang doain yang baik-baik ke gue. Gue juga baik-baik saja,” ujarnya.

Hingga kini, Pandji belum memberikan klarifikasi khusus terkait laporan polisi maupun somasi, selain pernyataan santai di media sosial.

Publik kini menanti, apakah polemik Mens Rea akan berakhir di panggung hukum atau tetap jadi perdebatan panjang di ruang publik.