Masih Banyak yang Salah, Inilah Perbedaan Inovatif dan Kreatif yang Wajib Anda Tahu untuk Sukses

Masih Banyak yang Salah, Inilah Perbedaan Inovatif dan Kreatif yang Wajib Anda Tahu untuk Sukses

YOGYAKARTA – Apakah Anda termasuk orang yang masih menganggap kata ‘kreatif’ dan ‘inovatif’ sama? Padahal, memahami perbedaan inovatif dan kreatif adalah kunci untuk mencapai keberhasilan yang sesungguhnya, baik dalam karier maupun bisnis.

Banyak perusahaan terjebak dalam menghasilkan ide-ide cemerlang tanpa implementasi. Artikel ini akan membedah dua konsep tersebut, menunjukkan mengapa yang satu hanya sebatas pemikiran, sedangkan yang lain menghasilkan nilai nyata dan berdampak.

Definisi dan Ciri

Kata “kreativitas” dan “inovasi” terus-menerus muncul dalam setiap sesi brainstorming, rapat korporat, hingga mission statement perusahaan. Kedua nilai ini sangat dihargai di dunia kerja modern, namun apakah para pemimpin yang menggunakannya benar-benar mengetahui perbedaan inovatif dan kreatif yang mendasar?

Dilansir dari laman businessnewsdaily, berikut ini beberapa poin penting mendasar mengenai inovatif dan kreatif:

Definisi dan Fokus Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir dengan cara baru dan menerapkan perspektif segar pada masalah lama.

Shawn Hunter, penulis Out Think, mendefinisikan kreativitas sebagai “kemampuan atau tindakan untuk memikirkan sesuatu yang orisinal atau tidak biasa.” Ini adalah keterampilan penting yang memungkinkan seseorang beradaptasi dan menciptakan pendekatan unik.

Secara esensial, kreativitas adalah titik awal atau potensi. Jika Anda memiliki rapat brainstorming dan memunculkan lusinan ide baru, maka Anda telah menunjukkan kreativitas.

Ciri-Ciri Utama Kreativitas

Penelitian Arne Dietrich membagi kreativitas menjadi empat tipe (misalnya: disengaja dan kognitif, atau spontan dan emosional). Namun, secara umum, ciri utama kreativitas sebagai berikut:

Berpikir Divergen: Proses berpikir yang melebar dan menghasilkan banyak kemungkinan ide.Fokus pada Ide: Output-nya adalah pemikiran atau konsep baru.Pra-syarat Inovasi: Kreativitas adalah prasyarat yang diperlukan bagi lahirnya inovasi, namun keduanya bukanlah hal yang sama.

Baca juga artikel yang membahas Cara Kaya dengan Modal Kecil? Semua Orang Pasti Gagal, Tapi Kamu Bisa Coba!

Inovatif, Sebagai Seni Menerapkan Nilai

Jika kreativitas adalah potensi, maka inovasi adalah aplikasinya. Inovasi terjadi ketika percikan ide baru diubah menjadi solusi atau proses yang berhasil dan bernilai.

Hunter mendefinisikan inovasi sebagai “implementasi atau penciptaan sesuatu yang baru yang telah menghasilkan nilai yang terealisasi bagi orang lain.”

Inovasi terwujud paling nyata dalam bentuk alat, manfaat fisik, atau bantuan yang memecahkan masalah atau menciptakan keunggulan.

Inovasi adalah tindakan mewujudkan ide ke dalam realitas praktis, terlepas dari tantangan dan resistensi yang mungkin ada. Contoh mudahnya ketika melukis adalah kreatif, maka meluncurkan bisnis lukisan dengan model berlangganan baru adalah inovatif.

Doblin, sebuah firma inovasi, mengidentifikasi Tiga Kategori Besar Inovasi: Model Bisnis, Produk, dan Pemasaran. Namun, karakteristik utamanya adalah:

Berpikir Konvergen: Proses berpikir yang fokus pada solusi dan implementasi.Fokus pada Nilai: Output-nya adalah produk, layanan, atau proses baru yang sukses dan memiliki nilai jual/dampak.Dampak Nyata: Inovasi membuat perbedaan yang terbukti, sering kali disruptif, dalam suatu produk, layanan, atau industri

Lantas, Apa Perbedaan Inovatif dan Kreatif?

Perbedaan mendasar antara kreativitas dan inovasi terletak pada aksi dan hasil. Kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan menghasilkan ide baru, dengan fokus utama pada potensi, pemikiran, dan konsep yang outputnya hanyalah sebuah ide baru.

Karena hanya terjadi di pikiran, risiko kreativitas cenderung rendah dan berperan sebagai starting point atau awal dalam proses bisnis.

Sebaliknya, Inovasi adalah implementasi ide yang menghasilkan nilai, dengan fokus pada aksi, implementasi, dan nilai nyata. Output-nya adalah produk, layanan, atau proses baru yang sukses.

Selain itu, inovasi memiliki risiko lebih tinggi karena memerlukan investasi dan sumber daya, namun menjadi kunci utama yang krusial untuk eksekusi dan kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.

Selain pembahasan mengenai perbedaan inovatif dan kreatif, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!