Marak LGBT, Ansor Tuban Teguhkan Komitmen Edukasi Kaum Muda Jaga Moralitas

Marak LGBT, Ansor Tuban Teguhkan Komitmen Edukasi Kaum Muda Jaga Moralitas

Tuban (beritajatim.com) – Maraknya keberadaan grup LGBT di media sosial yang aktif di wilayah Kabupaten Tuban mendorong Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Tuban untuk mempertegas komitmen mereka dalam menjaga moralitas publik, terutama di kalangan generasi muda. Langkah ini ditegaskan menyusul diamankannya dua admin grup “Gay Tuban” oleh Polres Tuban pada Rabu (18/6/2025).

Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Abdul Muiz, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat aparat kepolisian dalam menindak aktivitas online yang dianggap menyimpang dari norma sosial dan agama. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah cepat dan tegas Polres Tuban dalam menangani kasus tersebut,” ujarnya, Kamis (19/6/2025).

Ia menyebut fenomena ini sebagai peringatan pentingnya peran aktif masyarakat sipil dalam menjaga ruang publik, khususnya media sosial, dari pengaruh negatif terhadap moral generasi muda. Menurutnya, GP Ansor akan terus menggiatkan edukasi publik mengenai bahaya perilaku menyimpang.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya perilaku menyimpang, baik dari sisi agama, sosial, maupun kesehatan, dan akan kami fokuskan pada sekolah, pesantren, dan lingkungan komunitas melalui pendekatan persuasif dan berbasis nilai keagamaan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya konkret, GP Ansor Tuban mengandalkan peran Badan Siber Ansor yang aktif melakukan patroli media sosial. Gus Muiz, sapaan akrab Abdul Muiz, mengatakan bahwa pengawasan digital ini penting untuk mencegah penyebaran konten berbahaya, terutama di kalangan remaja.

“Kami akan pantau secara berkala untuk mencegah penyebaran konten berbahaya di kalangan remaja,” ujarnya.

Selain itu, GP Ansor Tuban juga membangun sinergi dengan lembaga pendidikan, tokoh agama, dan instansi pemerintah dalam rangka mengawal nilai-nilai luhur bangsa yang dinilai terancam oleh budaya luar yang bertentangan, termasuk aktivitas LGBT.

“Kami tidak akan tinggal diam. Media sosial bukan ruang bebas nilai. Patroli digital akan kami intensifkan demi menjaga ruang publik tetap sehat dan bermoral,” pungkas Gus Muiz. [dya/beq]