Jakarta –
Para demonstran di Bangladesh telah merusak dan membakar rumah mendiang ayah perdana menteri yang digulingkan, Sheikh Hasina, serta rumah-rumah anggota partainya yang lain.
Dilansir BBC, Sabtu (8/2/2025), kerusuhan itu dipicu oleh berita bahwa Hasina akan menyampaikan pidato di negara itu melalui media sosial dari India, tempat ia tinggal sebagai pengungsi sejak aksi-aksi protes yang dipimpin mahasiswa berhasil menggulingkannya tahun lalu.
Hasina yang berusia 77 tahun, yang memimpin Bangladesh selama 20 tahun, dipandang sebagai seorang otokrat yang pemerintahannya dengan kejam menindas para oposisi.
Pada Rabu malam waktu setempat, sebuah ekskavator menghancurkan rumah mendiang ayah Hasina, Sheikh Mujibur Rahman, yang juga merupakan presiden pendiri Bangladesh.
Bangunan itu selama ini telah dialihfungsikan menjadi museum. Ayah Hasina secara luas dipandang sebagai pahlawan kemerdekaan, tetapi telah menjadi sasaran kritik terhadap putrinya, Hasina.
Dalam siaran langsung Facebook, Hasina mengutuk serangan itu dan menuntut “keadilan”.
“Mereka dapat merobohkan sebuah bangunan, tetapi mereka tidak dapat menghapus sejarah,” katanya.
Hasina, yang pernah dipuji sebagai ikon pro-demokrasi, reputasinya memburuk setelah menjabat. Ia dituduh melakukan kecurangan pemilu dan memenjarakan para pengkritiknya, dan pemerintahannya secara luas dianggap korup.
Lihat juga video: Momen Istana Bangladesh Diacak-acak Demonstran
Ia menghadapi surat perintah penangkapan karena menindak tegas aksi protes yang dipimpin mahasiswa tahun lalu, yang mengakibatkan ratusan orang tewas.
Sementara Hasina melarikan diri ke India pada Agustus lalu, kemarahan belum mereda terhadapnya dan rekan-rekan partainya di Liga Awami.
Pada hari Rabu lalu, para pengunjuk rasa juga merusak dan membakar rumah-rumah dan tempat usaha para pemimpin senior Liga Awami. Ada seruan di media sosial untuk membersihkan negara dari “situs ziarah fasisme”.
Lihat juga video: Momen Istana Bangladesh Diacak-acak Demonstran
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu