Mojokerto (beritajatim.com) – Memperingati Hari Ibu, PT StatsMe menggelar aksi tanam pohon produktif di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa.
Aksi tanam pohon tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) StatsMe yang kali ini dimaknai lebih luas.
Tidak hanya sebagai penghormatan kepada sosok ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap Ibu Pertiwi.
Direktur Utama StatsMe, Lussi Agustin, mengatakan peringatan Hari Ibu menjadi momentum refleksi untuk mencintai dan merawat bumi sebagai sumber kehidupan.
“Peringatan Hari Ibu kami maknai lebih luas, bukan hanya tentang kasih sayang kepada ibu, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Bumi adalah ibu bagi kita semua yang harus dijaga dan dirawat,” ujar Lussi.
Dalam pelaksanaannya, StatsMe berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan menanam sebanyak 100 pohon produktif di lahan tanah kas desa (TKD) Desa Kesiman, Kecamatan Trawas. Pohon yang ditanam terdiri dari 50 pohon alpukat dan 50 pohon matoa.
Pemilihan kedua jenis tanaman tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayah Trawas yang berhawa sejuk serta memiliki tingkat pertumbuhan relatif cepat.
Selain bernilai ekologis, alpukat dan matoa juga memiliki potensi ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi lingkungan dan ekonomi. Satu kali tanam akan memberikan banyak manfaat di masa depan. StatsMe tidak hanya bergerak di bidang data dan riset, tetapi juga peduli pada keberlanjutan lingkungan,” tegas Lussi.
Ke depan, lahan penanaman di Desa Kesiman direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan wisata desa, seperti outbound, glamping, hingga fasilitas kafe dan kafetaria. Seluruh pengelolaan kawasan tersebut nantinya berada di bawah kewenangan desa agar mampu menjadi sumber pendapatan baru dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Pemilihan lokasi kegiatan dilakukan melalui diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Dari sejumlah wilayah yang dikaji, Desa Kesiman dinilai paling siap untuk dikembangkan dalam waktu dekat, meskipun StatsMe membuka peluang kolaborasi serupa di daerah lain.
Lussi menambahkan, program CSR lingkungan ini menjadi langkah awal perluasan kontribusi StatsMe. Selama empat tahun terakhir, CSR StatsMe Impact lebih berfokus pada sektor pendidikan dan pembangunan keberlanjutan pendidikan. Namun, hasil kajian internal menunjukkan isu lingkungan juga memerlukan perhatian serius.
Sementara itu, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT StatsMe yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Muspida, OPD, hingga pemerintah desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT StatsMe. Kegiatan ini manfaatnya sangat besar dan benar-benar dirasakan masyarakat. Aksi nyata seperti ini sangat dibutuhkan saat ini,” kata Nuryadi.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendukung penuh kolaborasi pelestarian lingkungan yang sejalan dengan misi pembangunan daerah, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (ted)
