Jakarta, Beritasatu.com – Paskah merupakan salah satu momen paling sakral dalam kalender keagamaan umat Kristen. Lebih dari sekadar perayaan, Paskah adalah pengingat agung akan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah kematian-Nya di kayu salib.
Peristiwa tersebut menjadi inti dari iman Kristen, simbol kemenangan terang atas kegelapan, dan kasih Allah yang tak terbatas bagi umat-Nya.
Dalam bahasa Latin dan Yunani, kata Pascha merujuk pada peristiwa besar yang menandai kemenangan kehidupan atas kematian. Kebangkitan Kristus bukan hanya sebuah mukjizat sejarah, melainkan dasar utama dari pengharapan hidup kekal dalam iman Kristen.
Bagi umat percaya, Paskah mengandung tiga makna utama yang menjadi fondasi iman dan pengharapan seperti berikut ini.
Makna Mendalam Paskah
1. Paskah adalah kepastian
Yesus menyatakan dalam Yohanes 11:25: “Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Perkataan ini menegaskan, melalui kebangkitan-Nya, Yesus memberikan kepastian akan kehidupan kekal bagi semua yang percaya.
Paskah menghapus ketakutan akan kematian dan menggantikannya dengan harapan. Hidup tidak berhenti di dunia ini, tetapi berlanjut dalam kemuliaan bersama Kristus.
2. Paskah adalah kemenangan
Dalam 1 Korintus 15:3–4, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Kebangkitan-Nya menjadi bukti nyata Kristus telah mengalahkan kuasa dosa dan maut.
Paskah adalah lambang kemenangan, yaitu kemenangan Kristus dan juga kemenangan kita yang percaya kepada-Nya. Melalui pengorbanan-Nya, umat manusia memperoleh pengampunan, keselamatan, dan hak untuk hidup sebagai anak-anak Allah.
3. Paskah adalah kehidupan baru
Dalam Roma 6:4 dinyatakan, “Karena kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru”.
Paskah adalah ajakan untuk hidup dalam pembaruan. Kehidupan baru yang dimaksud adalah hidup yang dipenuhi kasih, meninggalkan dosa, dan senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap langkah. Paskah adalah panggilan untuk bangkit dari keterpurukan, memperbarui iman, dan berjalan dalam terang kasih Allah setiap hari.
Tradisi dan Refleksi Paskah
Di balik makna spiritualnya yang mendalam, Paskah juga dirayakan dengan beragam tradisi. Ibadah Jumat Agung, misalnya, diperingati untuk mengenang wafatnya Yesus di kayu salib, suatu bentuk kasih yang paling dalam.
Kemudian, perayaan Minggu Paskah menjadi momen sukacita yang melambangkan kebangkitan, pengharapan baru, dan kemenangan iman.
Dalam momen ini, umat Kristen diajak untuk tidak hanya bersukacita, tetapi juga merefleksikan kembali kasih Tuhan yang tidak pernah berubah, kasih yang setia dari dahulu, sekarang, hingga selamanya.
Paskah bukan sekadar perayaan tahunan. Hari itu adalah pengingat abadi hidup memiliki tujuan yang kekal, kasih Allah lebih besar dari segala ketakutan, dan setiap hari adalah kesempatan baru untuk hidup dalam terang kebangkitan Kristus.
