Longsor di Pulau Bawean Gresik Terjadi Lagi, Penebangan Pohon Jadi Sorotan Utama

Longsor di Pulau Bawean Gresik Terjadi Lagi, Penebangan Pohon Jadi Sorotan Utama

Gresik (beritajatim.com)- Longsor kembali menerjang Pulau Bawean Gresik. Imbas kejadian ini, akses jalan menuju Gunung Malang di Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura terputus.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, longsor terjadi sekitar pukul 14.30 wib. Mendapat laporan ada kejadian longsor. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat serta perangkat desa melakukan pemantauan, dan penanganan awal di lokasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi mengatakan, diduga penyebab longsor ini dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam waktu lama menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya terjadi longsor,” katanya, Kamis (8/1/2026).

BPBD Kabupaten Gresik mencatat panjang longsor mencapai sekitar 25 meter dengan tinggi material runtuhan kurang lebih 3 meter. Longsor tersebut menutup sebagian badan jalan dan mengganggu akses utama menuju kawasan Gunung Malang. Kendati demikian, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Badan pemerintah daerah yang menangani bencana itu juga merekomendasikan permasalahan teknis. Diantaranya, pemasangan dinding penahan tanah berupa talud atau bronjong, penanaman vegetasi berakar kuat, serta perbaikan dan penguatan struktur jalan yang dilengkapi sistem drainase guna mencegah terjadinya longsor susulan.

“Kami juga melakukan sosialisasi untuk menekan penebangan pohon di wilayah hutan,” ungkap Sukardi.

Tahun lalu, kejadian serupa juga terjadi. Tepatnya di Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. dny