Laka Lantas di Pasuruan Kota Turun Drastis, Polisi Catat 188 Kasus Sepanjang 2025

Laka Lantas di Pasuruan Kota Turun Drastis, Polisi Catat 188 Kasus Sepanjang 2025

Pasuruan (beritajatim.com) – Catatan kepolisian menunjukkan dinamika keselamatan jalan raya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota mengalami perubahan signifikan selama dua belas bulan terakhir. Sebanyak 188 insiden lalu lintas terdata menghiasi jalanan kota sepanjang periode tahun 2025.

Meskipun ratusan tabrakan terjadi, pihak berwenang mengapresiasi adanya penurunan fatalitas yang cukup tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan angka kecelakaan secara keseluruhan ini diklaim mencapai angka lebih dari lima puluh persen.

Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Yokbeth Wally, merinci bahwa dari total kejadian tersebut, terdapat 44 korban yang dinyatakan meninggal dunia. “Secara tren, laka lantas di wilayah Polres Pasuruan Kota sepanjang tahun 2025 turun 51,83%,” ujar Yokbeth.

Dampak dari insiden di jalan raya ini juga menyisakan luka bagi ratusan orang lainnya, baik kategori luka berat maupun ringan. Tercatat ada 29 warga mengalami luka serius serta ratusan pengendara lainnya yang beruntung hanya menderita luka lecet.

Selain kerugian nyawa dan fisik, dampak ekonomi akibat kerusakan kendaraan juga menyentuh angka yang cukup fantastis bagi para korban. Total kerugian materiil yang dikumpulkan dari seluruh lokasi kejadian perkara mencapai hampir setengah miliar rupiah.

Kepolisian menyoroti perilaku pengendara sepeda motor yang masih mendominasi daftar pelanggaran aturan di jalanan umum. Mayoritas dari ribuan pelanggar tersebut kedapatan tidak menggunakan pelindung kepala yang sangat krusial untuk keselamatan.

Terkait kedisiplinan tersebut, Kompol Yokbeth Wally memberikan perhatian khusus pada rendahnya penggunaan helm di kalangan pemotor. “Kami mencatat 2.100 pengendara motor kena tilang karena tidak memakai helm, padahal itu bagian dari safety riding,” imbuhnya.

Guna menekan angka korban di masa depan, edukasi mengenai kelalaian manusia terus digencarkan sebagai langkah preventif utama. Petugas berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga konsentrasi dan mematuhi rambu agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (ada/kun)