Bisnis.com, JAKARTA — Warga negara Spanyol yang juga merupakan pelatih klub sepakbola Valencia B, Fernando Martin, menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM KM Putri Sakinah di Labuan Bajo yang membawa 11 orang termasuk kru kapal.
Insiden tenggelamnya kapal tersebut terjadi di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/12/2025) pukul 21.00 WITA.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengungkapkan kronologi insiden kapal tenggelam, yang bermula saat kapal berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo.
Berdasarkan catatan KSOP, kapal pun dalam kondisi laik laut. Prakiraan cuaca dari BMKG juga menunjukkan gelombang kurang dari 0,5 meter. Oleh karena itu, kapal tetap berlayar.
“Tetapi terjadi anomali cuaca yang tidak terprediksi berupa gelombang tinggi swell yang berlangsung dalam periode singkat yang membuat kapal tenggelam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Akibatnya, empat dari 11 orang dinyatakan hilang, sedangkan tujuh lainnya berhasil selamat. Hingga hari keempat pencarian, baru satu korban yang ditemukan.
Pasalnya, diketahui pelatih sepak bola klub Spanyol Valencia Fernando Martin (44) dan ketiga anaknya, yakni Elia (12), Kike (10), dan Mateo (9), menjadi korban dalam kecelakaan ini.
Mengutip laman resmi Polda Nusa Tenggara Timur, satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah ditemukan oleh nelayan pada Senin pagi (29/12/2025) sekitar pukul 06.15 WITA di perairan Pulau Serai, kawasan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Jenazah yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Untuk memastikan identitas korban, pihak berwenang masih menunggu hasil otopsi dan proses identifikasi resmi di RSUD Komodo.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menjelaskan, setelah ditemukan nelayan, jenazah sempat diamankan di sekitar Selat Pulau Cincin sebelum informasi diteruskan kepada Tim SAR gabungan.
Informasi awal diterima Tim SAR Gabungan dari seorang warga Pulau Serai bernama Nasaruddin, yang melaporkan melihat satu jenazah mengambang di tepi perairan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi penemuan.
Tidak lama berselang, personel Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, dan Basarnas langsung menuju lokasi menggunakan armada laut untuk melakukan evakuasi.
“Jenazah dievakuasi menggunakan RIB milik Basarnas, dengan pengawalan dan pengamanan dari personel Polri, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi,” jelasnya.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga orang korban Warga Negara Asing (WNA) yang dilaporkan belum ditemukan. Operasi pencarian dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi lintas instansi.
