Komisi Percepatan Reformasi Polri jaring masukan di Aceh

Komisi Percepatan Reformasi Polri jaring masukan di Aceh

Dalam pertemuan tersebut, banyak kritik dari masyarakat Aceh yang disampaikan. Kami mencermati setiap masukan dan ini akan menjadi bahan bagi kami dalam reformasi kepolisian

Banda Aceh (ANTARA) – Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar dengar pendapat dalam rangka menjaring masukan dan saran komponen masyarakat terkait reformasi kepolisian dari Provinsi Aceh.

Rapat penjaringan masukan reformasi kepolisian dari Provinsi Aceh tersebut berlangsung tertutup untuk media massa digelar di ruang rapat senat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Kamis.

Rapat diikuti sejumlah guru besar dari berbagai perguruan tinggi, praktisi hukum, lembaga bantuan hukum, organisasi kemasyarakatan, dan komponen masyarakat lainnya.

Rapat turut dihadiri Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Yusril Ihza Mahendra yang juga Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan serta Idham Azis yang menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) 2019-2021.

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya banyak menerima masukan di antara terkait struktur, kultur, layanan kepolisian, dan lainnya.

“Dalam pertemuan tersebut, banyak kritik dari masyarakat Aceh yang disampaikan. Kami mencermati setiap masukan dan ini akan menjadi bahan bagi kami dalam reformasi kepolisian,” katanya.

Menyangkut struktur, kata dia, berkembang wacana kepolisian berada di bawah kementerian. Ada juga tetap di bawah Presiden. Namun soal struktur, kepolisian tetap berada di bawah Presiden.

Kemudian, pelayanan penegakan hukum banyak masukan. Begitu jug dengan pendidikan kepolisian, disarankan tidak menonjolkan militer karena polisi adalah sipil, kata dia.

“Yang banyak menjadi sorotan adalah proses penyelidikan dan penyidikan. Apa yang disampaikan di Aceh ini kami catat dan menjadi masukan untuk selanjutnya menjadi rekomendasi komisi kepada Presiden,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Dalam kesempatan itu, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan duka atas bencana yang dialami masyarakat Aceh. Serta menyampaikan terima kasih atas dukungan Universitas Syiah Kuala memfasilitasi pertemuan tersebut

“Pertemuan serupa juga dilaksanakan di berbagai provinsi di Aceh Indonesia. Dari semua pertemuan tersebut, Komisi Percepatan Reformasi Polri merekomendasikan apa saja poin untuk kepolisian yang lebih baik lagi,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.