Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Kisah Mistis di Balik RS Gatoel Mojokerto: Pembuangan Jenazah Pejuang dan Luka Perang

Kisah Mistis di Balik RS Gatoel Mojokerto: Pembuangan Jenazah Pejuang dan Luka Perang

Mojokerto (beritajatim.com) -Kisah Kebakaran di RS Gatoel Kota Mojokerto membuat warga menjadi mengingat nostalgia saat menjalani perawatan medis atau sedang merasakan pemeriksaan di RS terkemuka di Kota Mojokerto ini.

Bagi sebagian warga sekitar, area belakang RS Gatoel Mojokerto menyimpan aura mistis dan cerita-cerita angker. Di balik megahnya bangunan modern, tersimpan sejarah kelam yang meninggalkan jejak tak terlupakan.

Berdasarkan penelusuran Ayuhanafiq, seorang penulis sejarah Mojokerto di Facebook (beritajatim.com telah meminta ijin untuk menculpiknya).

“Pada masa revolusi, RS Gatoel diambil alih oleh Republik Indonesia,” kata Ayuhanafiq.

Mojokerto menjadi pusat pengungsian dan RS Gatoel pun menjadi rumah sakit Divisi IV Narotama pimpinan Kolonel Sungkono.

Peralatan kesehatan dari RS Simpang Surabaya dipindahkan ke RS Gatoel untuk meningkatkan kemampuannya dalam menangani korban pertempuran. Lorong dan teras pun dimanfaatkan sebagai ruang perawatan karena jumlah pasien yang membludak.

Pada pertengahan Maret 1947, Belanda menduduki Mojokerto dan RS Gatoel. Pasien yang kebanyakan pejuang tidak sempat dievakuasi dan mengalami nasib tragis.

Menurut beberapa kesaksian, tentara Belanda membunuh sebagian pejuang dan menguburkan mereka dalam lubang besar di belakang rumah sakit.

Setelah kemerdekaan, RS Gatoel dibagi dua. Sebagian digunakan oleh TNI dan dinamai RS Hoediono Singgih, sedangkan sisanya dikembalikan kepada pihak PN Perkebunan dan berkembang menjadi RS Gatoel yang kita kenal sekarang.

Kisah kelam di balik RS Gatoel menjadi pengingat sejarah kelam bangsa. Luka perang dan pengorbanan para pejuang terekam dalam setiap sudut bangunan, dan aura mistis yang tercipta menjadi pengingat akan tragedi yang tak terlupakan. (ted)

Merangkum Semua Peristiwa