Probolinggo (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Tak hanya menenggelamkan jalan dan permukiman warga, bencana ini juga memutus akses ke layanan kesehatan darurat, yang mengancam keselamatan seorang ibu hamil yang hendak melahirkan.
Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore (17/1/2026) menyebabkan sungai di desa tersebut meluap, menenggelamkan jalur utama dan membuat ambulans tak dapat mencapai rumah warga. Genangan air yang tinggi membuat akses ke lokasi kejadian terhambat dan waktu menjadi faktor krusial dalam penyelamatan.
Situasi semakin kritis ketika seorang ibu hamil tua yang tengah mengalami kontraksi hebat tak lagi bisa berjalan. Tanpa jalur evakuasi darurat yang aman, kondisi ini sangat berisiko bagi ibu dan janin.
Dalam kondisi normal, kehadiran tenaga medis dan ambulans sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Namun, banjir mengubah keadaan menjadi sebuah tantangan besar yang membutuhkan aksi cepat dan tepat.
Karena tidak tersedia peralatan evakuasi khusus dan petugas penyelamat, warga setempat mengambil inisiatif. Puluhan warga dengan sigap mengangkat ibu hamil tersebut beserta ranjang tidurnya, menyeberangi jembatan desa yang licin dan digenangi air demi mencapai ambulans yang sudah menunggu di titik aman.
“Air cukup tinggi dan mobil tidak bisa masuk. Pasien sudah tidak kuat berjalan, jadi kami angkat pakai kasur,” kata Afandi (35), seorang warga yang turut membantu evakuasi, Minggu (18/1/2026).
Beruntung, berkat solidaritas dan gotong-royong warga, proses evakuasi berhasil dilakukan dan ibu hamil tersebut segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Proses persalinan pun dilaporkan berjalan lancar.
Namun, kisah ini juga menjadi refleksi tentang pentingnya kesiapan sistem penanggulangan darurat, yang sayangnya kurang memadai dalam menghadapi bencana seperti ini. Keberhasilan evakuasi lebih banyak ditentukan oleh tindakan warga ketimbang kesiapan sistem yang ada. [ada/suf]
