Naypyidaw –
Pejuang antikudeta di Myanmar mengumumkan gencatan senjata parsial selama dua minggu. Pengumuman ini disampaikan saat militer mulai melakukan operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan lainnya setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 melanda negara yang dilanda perang saudara itu.
“Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) akan menerapkan jeda dua minggu dalam operasi militer ofensif, kecuali untuk tindakan defensif, di daerah yang terkena dampak gempa bumi mulai 30 Maret 2025,” kata ‘Pemerintah Persatuan Nasional’ bayangan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Minggu (30/3/2025).
Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan PBB dan lembaga lain untuk memastikan keamanan, transportasi, dan pendirian kamp penyelamatan dan medis sementara di daerah yang dikuasainya. Kelompok antikudeta sendiri menguasai beberapa wilayah di Myanmar.
Gempa bumi M 7,7 melanda barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah pada hari Jumat (28/3) dan juga mempengaruhi Thailand. Setidaknya, 1.644 orang tewas di Myanmar, sementara sekitar 10 lainnya tewas di Bangkok.
Militer Myanmar telah terlibat dalam perang saudara di berbagai bidang sejak menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada Februari 2021. Perang ini ditentang oleh PDF dan organisasi etnis bersenjata, yang banyak di antaranya telah berperang selama beberapa dekade.
‘Pemerintah Persatuan Nasional’ sebagian besar terdiri dari anggota parlemen yang digulingkan setelah berusaha mengalahkan junta.
(haf/haf)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini