JAKARTA – Kehadiran LRT Jabodebek di Indonesia, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memilih transportasi publik, tetapi juga berdampak signifikan kenaikan harga properti hingga 45 persen di sekitar stasiun.
Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengatakan, kehadiran LRT Jabodebek telah membawa perubahan positif bagi mobilitas masyarakat dan perkembangan wilayah di sekitarnya.
Purnomosidi mengatakan harga tanah dan properti di area-area yang ada di sekitar stasiun, terutama di kawasan yang berada dalam radius 0,1 hingga 1 km mengalami kenaikan harga hingga 45 persen.
Sementara, sambung Purnomosidi,untuk jarak 2 sampai 3 km terjadi kenaikan harga tanah dan properti sebesar 35 sampai 40 persen.
“Jadi ini cukup menarik, cukup signifikan kenaikannya, hampir setengah, hampir 50 persen dari harga properti yang ada di sekitar stasiun LRT,” tuturnya dalam diskusi bersama media, di Stasiun LRT Jabodebek Cawang, Kamis, 20 Maret.
Dari segi efisiensi biaya, sambung Purnomosidi, masyarakat yang beralih ke LRT Jabodebek juga turut menghemat biaya bahan bakar hingga Rp114,5 miliar per tahun serta pengurangan emisi karbon hingga Rp269 miliar per tahun.
Selain berdampak pada efisiensi biaya bahan bakar, LRT Jabodebek juga diklaim mengurangi potensi kerugian akibat kecelakaan kendaraan pribadi hingga Rp4,6 triliun per tahun.
“Berkurangnya kendaraan di jalan juga mengurangi beban infrastruktur, menghemat Rp19,1 miliar per tahun dalam biaya perbaikan,” kata Purnomodisi.