Bisnis.com, JAKARTA – Ketua DPR, Puan Maharani merespons terkait masalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini disorot. Puan meminta agar pengawasan ketat di dapur MBG dilakukan.
Dia mengedepankan dapur-dapur yang dianggap bermasalah akan dievaluasi agar persoalan MBG tidak terulang kembali.
“Kemudian evaluasi terkait dengan MBG di fungsi pengawasannya nanti tentu saja kami akan melakukan pengawasan tempat-tempat yang mana ada masalah di dapur-dapur MBG untuk melihat secara langsung itu sebenarnya masalahnya itu seperti apa,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Nusantara II DPR RI, Selasa (23/9/2025).
Dia menyampaikan dari pengawasan tersebut, pemerintah dapat mengetahui akar permasalahan MBG yang baru-baru ini mengakibatkan ratusan siswa keracunan usai mengonsumsi MBG.
“Apakah di dapurnya, apakah di sekolahnya untuk bisa melihat dari hulunya itu sebenarnya masalahnya seperti apa. Jadi memang evaluasinya itu harus dilakukan secara total. Jadi jangan saling menyalahkan tapi kita evaluasi bersama sehingga jangan terulang kembali,” jelasnya.
Dilansir Bisnis, terdapat 5.626 kasus keracunan akibat MBG setelah delapan bulan diluncurkan. Keracunan makanan ini terjadi di Sumatra Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Peristiwa paling banyak terjadi di Yogyakarta, sebab hampir 1.000 siswa keracunan dan mengalami kejang-kejang saat dibawa ke rumah sakit.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan pihaknya telah mengambil langkah mitigasi usai insiden 196 siswa keracunan makanan dari Makan Bergizi Gratis di Sragen, Jawa Tengah.
“Pokoknya kami berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kejadian lagi,” ujar Dadan, dikutip Selasa (23/9/2025).
Hal serupa juga disampaikan, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang bahwa pemerintah membentuk tim investigasi untuk mengusut keracunan siswa setelah mengonsumsi MBG.
“Investigasi ini berkait dengan yang ramai sekarang adalah kasus dugaan, saya sebut dugaan karena belum tentu semua yang bermasalah atau keracunan. Jadi saya akan membentuk tim investigasi untuk masalah yang diduga keracunan dan juga tim investigasi di bidang menu makanan atau dapur,” katanya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
