Magetan (beritajatim.com) – Waktu kejadian kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Magetan sepanjang tahun 2025 paling banyak terjadi pada rentang pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Pada jam tersebut, angka kecelakaan justru mengalami kenaikan 28 kasus, dibandingkan rentang waktu lainnya yang cenderung menurun.
Kapolres Magetan, AKBP Erik Bangun Prakasa, menjelaskan bahwa berdasarkan Analisis dan Evaluasi (Anev) Kasus Laka Tahun 2025, peningkatan kecelakaan pada jam pagi hingga siang hari menjadi perhatian serius kepolisian karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Secara keseluruhan, data menunjukkan tren positif. Total kecelakaan lalu lintas di Magetan pada 2025 tercatat 610 kejadian, turun 49 kasus atau sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 659 kasus.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia (MD). Dari 80 korban pada 2024, turun menjadi 67 orang pada 2025, atau berkurang 16 persen. Sementara korban luka berat (LB) menurun dari 5 orang menjadi 3 orang, atau turun hingga 40 persen.
Untuk korban luka ringan (LR), pada 2025 tercatat 983 orang, lebih rendah dibandingkan 1.055 orang pada 2024, atau turun 72 orang (7 persen).
Dari sisi kerugian materiil, nilai kerugian akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2024, kerugian tercatat sekitar Rp1,05 miliar, sementara pada 2025 turun menjadi sekitar Rp745,2 juta, atau berkurang lebih dari Rp308 juta.
Sementara itu, pada rentang waktu lain, kecelakaan lalu lintas justru menurun. Pada pukul 00.00–06.00 WIB turun 12 kasus, 12.00–18.00 WIB turun 39 kasus, serta 18.00–00.00 WIB turun 26 kasus.
Berdasarkan kelompok usia, korban kecelakaan lalu lintas di Magetan paling banyak berasal dari usia 16–30 tahun dengan 386 orang, disusul usia di atas 50 tahun sebanyak 269 orang, usia 31–50 tahun sebanyak 222 orang, dan usia di bawah 15 tahun sebanyak 156 orang.
“Satlantas Polres Magetan akan terus meningkatkan upaya preventif melalui patroli, penegakan hukum, serta edukasi keselamatan berlalu lintas, terutama pada jam-jam rawan kecelakaan,” kata AKBP Erik. [fiq/aje]
