JAKARTA – Kanada memperkuat kemitraan strategis dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan mengumumkan pendanaan sebesar 4,2 juta dolar Kanada (Rp51 miliar) melalui Dana Perwalian Rencana Aksi ASEAN-Kanada.
Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai mengatakan pendanaan itu diambil dari total 11,7 juta dolar Kanada (Rp141,6 miliar) yang disumbang oleh Kanada melalui Dana Perwalian Rencana Aksi ASEAN-Kanada.
“Kanada akan menyediakan $4,2 juta untuk mendukung beberapa inisiatif baru yang akan membantu memperkuat standar pertanian dan keamanan pangan ASEAN, mempromosikan tata kelola AI yang bertanggung jawab, berkontribusi pada penelitian tentang ekonomi digital ASEAN, termasuk kejahatan siber dan daring,” kata Sarai dilansir ANTARA, Selasa, 13 Januari.
Pendanaan sebesar 385 ribu dolar Kanada (Rp4,6 miliar) akan digunakan untuk mendukung pengembanganASEAN Socio-Cultural Development Outlook Volume 2selama satu tahun.
Pendanaan itu akan mendukung penelitian yang dilakukan oleh The Asia Foundation yang akan berfokus pada megatren digitalisasi, termasuk kejahatan siber, penipuan daring, misinformasi, dan kesenjangan digital.
Kanada akan menyalurkan 1,8 juta dolar Kanada (Rp21,8 miliar) selama dua tahun untuk mendukung “Canada & ASEAN AI Connect: Kemitraan dengan Kanada tentang tata kelola AI yang bertanggung jawab.”
Inisiatif itu bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi regional dan ASEAN-Kanada dalam isu-isu tata kelola AI yang bertanggung jawab, selaras dengan kerangka kerja internasional, dan didukung oleh bantuan teknis.
Kemudian, pendanaan sebesar 659 ribu dolar Kanada (Rp7,9 miliar) akan disalurkan untuk Pertukaran Kanada-ASEAN untuk sistem pangan yang lebih aman dan peluang perdagangan pertanian selama satu tahun.
Inisiatif itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas regional ASEAN dalam menerapkan standar keamanan pangan dan pertanian berbasis sains yang harmonis melalui pertukaran teknis Kanada-ASEAN.
Terakhir, pendanaan sebesar 1,4 juta dolar Kanada (Rp16,9 miliar) akan disalurkan untuk studi tentang mendorong dekarbonisasi untuk daya saing ASEAN: penerapan penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCU/S)untuk pusat industri di ASEAN selama satu tahun.
Inisiatif itu bertujuan untuk mendukung penelitian yang dipimpin Pusat Energi ASEAN untuk mempercepat penerapan teknologi CCU/S di seluruh pusat industri ASEAN.
