JAKARTA – Bank sentral Kamboja melikuidasi satu bank yang didirikan Chen Zhi, taipan muda asal Kamboja sekaligus pelaku dugaan penipuan online (scam) kripto internasional berskala besar.
Mengutip AFP, bank tersebut bernama Prince Bank. Akibat dilikuidasi, maka segala macam aktivitas layanan perbankan bank tersebut, termasuk menerima deposito dan menerbitkan kredit, ditangguhkan.
Bank sentral atau Bank Nasional Kamboja (NBC) mengumumkan melikuidasi pada Kamis pekan ini dan menunjuk auditor Morisonkak MKA sebagai likuidator.
Meski dilikuidasi, NBC menyatakan bahwa nasabah Prince Bank dapat menarik deposito seperti biasa dengan menyiapkan dokumen yang diperlukan.
Ditambahkan bahwa debitur harus terus memenuhi kewajiban pinjaman mereka seperti biasa.
Prince Bank diketahui anak perusahaan dari Prince Holding Group milik Chen.
Otoritas Kamboja telah menangkap Chen yang lahir di China setelah buron dan mengekstradisinya ke China pada Selasa pekan ini.
Sejak diumumkan telah menangkap Chen, otoritas China belum memberikan keterangan apa pun.
Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS juga menuntut Chen atas tuduhan penipuan online dan pencucian uang yang dijalankan lewat jaringan dari Kamboja.
Chen juga diduga menjadi bos pengendali 10 kamp di Kamboja tempat kerja paksa melibatkan banyak pekerja migran korban perdagangan orang dipaksa menjalankan skema penipuan online pig butchering berskala besar di ASEAN atau Asia Tenggara.
Jika terbukti bersalah atas tuduhan memimpin operasi penipuan online besar-besaran dan pencucian uang, Chen menghadapi hukuman hingga 40 tahun penjara di AS.
Aset Chen senilai USD14 miliar atau sekitar Rp224 triliun dalam bentuk bitcoin telah disita Pemerintah AS sebagai bagian penyelidikan.
