Bisnis.com, JAKARTA — Manajemen KAI Services meminta maaf dan menempuh langkah damai dengan penumpang yang menjadi korban penyalahgunaan data pribadi penumpang.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menegaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan korban pada Jumat (9/1/2026).
“Dalam pertemuan tersebut kami meminta maaf atas kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (11/1/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam menjaga kepercayaan pelanggan, KAI Services telah mengambil langkah sanksi disiplin.
Manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk menegakkan aturan dan memberi efek jera.
KAI Services juga sudah melakukan evaluasi Internal dan menyeluruh terhadap sistem akses data operasional dan memberikan edukasi kembali kepada seluruh personel frontliner mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Nyoman menambahkan, perlindungan terhadap data pribadi pelanggan adalah prioritas utama.
“Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan demi perbaikan layanan kami,” tegasnya.
KAI Services juga melakukan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan agar para pegawai tidak melakukan kejadian serupa di masa yang akan datang serta berkomitmen untuk melindungi data penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.
Adapun, korban melalui media sosial X @oliviehateem_ menyampaikan bahwa pertemuan berjalan dengan baik dan kondusif. PT KAI dan KAI Services menyatakan bersedia memenuhi seluruh permintaan pertanggungjawaban dan telah menuangkannya dalam pernyataan resmi tertulis.
Pertama, dirinya meminta KAI Services menyampaikan pernyataan resmi tertulis yang mengakui adanya pelanggaran penggunaan data pribadi penumpang. Kedua, memberikan klarifikasi tertulis mengenai SOP pengelolaan, akses, dan pengawasan data pribadi penumpang.
Ketiga, mengonfirmasi bahwa telah dilakukan tindakan internal yang sesuai terhadap pihak terkait. Keempat,menjelaskan langkah perbaikan sistemik dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kelima, menyampaikan komitmen perlindungan data pribadi penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.
Dirinya juga telah bertemu dengan tim IT KAI terkait akses data pribadi penumpang oleh pegawai yang sedang tidak bertugas.
“Mereka mengonfirmasi bahwa KAI telah melakukan masking terhadap no telp & NIK penumpang, sehingga data tersebut tidak dapat diakses secara sembarangan lagi oleh petugas,” tuturnya.
