JAKARTA – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menanggapi pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menargetkan Jawa Tengah menjadi kandang Gajah pada 2029. Ia menyebut, putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu tengah bermimpi di siang bolong.
Menurutnya, sebagai ketum partai, Kaesang memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya. Dengan harapan, semua kader akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.
“Kaesang tampaknya coba menanamkan optimistis dengan memberi target tinggi ke kadernya di Jawa Tengah. Meskipun semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” ujar Jamiluddin di Jakarta, Senin, 12 Desember.
“Itu karena tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual. Termasuk tentunya Kaesang sang ketua umum,” sambungnya.
Jamiluddin berpandangan, Kaesang bisa jadi berupaya mengandalkan bapaknya, Joko Widodo. Namun menurutnya, nilai jual Jokowi sejak lengser dari presiden hingga sekarang juga terus melorot.
“Bahkan dilihat dari trennya, nilai jual Jokowi akan sampai titik terendah pada tahun 2029. Karena itu, berharap Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa tengah, apalagi menjadikan kandang Gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” tegas Jamiluddin.
Karena alasan itu, Jamiluddin mengatakan, target Kaesang justru direspon dingin oleh PDIP. Sebab kata dia, bisa jadi PDIP menilai ungkapan Kaesang itu hanya khayalan anak kecil.
“Jadi, bila head to head dengan PDIP, PSI memang tidak setara. Membandingkan Kaesang dengan Megawati tentu layaknya seperti bumi dan langit,” katanya.
Selain itu, kata Jamiluddin, kapasitas kadernya juga belum setara. Kader PDIP lebih ideologis dibandingkan kader PSI, sehingga berpeluang lebih diterima di Jawa Tengah.
“PDIP jauh lebih mengakar di Jawa Tengah. Hal ini membuat partai lain, apalagi PSI, akan sulit untuk menggusur PDIP dari Jawa Tengah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, menyebut Jawa Tengah merupakan kandang gajah. PSI mulai memanaskan mesin partai dan menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029 mendatang.
Kaesang menyebutkan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum ideal.
“Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” kata Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis, 8 Januari.
Dia mencontohkan capaian PSI di Kota Solo yang mengalami peningkatan signifikan. Pada Pemilu sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD. Pada Pemilu 2024, meningkat menjadi lima kursi dan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo.
Selain itu, PSI juga telah memiliki Wakil Wali Kota Solo. “Saya berharap di pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI,” katanya.
Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.
“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” katanya.
