Jenis Media: News

  • Aplikasi OMC Mulai Gelar Event Berhadiah, Tanda-tanda Bakal SCAM?

    Aplikasi OMC Mulai Gelar Event Berhadiah, Tanda-tanda Bakal SCAM?

    JABAR EKSRPRES – Aplikasi OMC atau Omnicom Group baru mengeluarkan pengumuman di website resminya sedang menggelar event promo berhadiah.

    Promo berhadiah ini di khususkan bagi anggota yang berhasil merekrut karyawan baru, dengan periode promosi mulai dari tanggal 29 April hingga 1 Mei 2025.

    Aplikasi OMC yang mengklaim sebagai penghasil uang, dengan cara mempekerjakan anggotanya untuk melakukan tugas dan memberikan komisi dari tugas tersebut.

    Adapun tugas yang harus dilakukan oleh anggotanya yakni memberikan penilaian dengan memberikan tanda bintang pada foto produk-produk bermerk dunia, yang diklaim telah bekerja sama dengan aplikasi tersebut.

    Baca juga : Bandar OMC Tolak Daftarkan Aplikasi ke OJK, Ini Alasannya

    Setiap tugas yang diberikan akan mendapatkan komisi atau gaji. Namun setelah terakumulasi, komisi tersebut tidak bisa diambil, kecuali anggotanya membayar deposit untuk kenaikan level keanggotaan.

    Di sinilah aplikasi mulai dicurigai sebagai money game karena meminta deposit untuk bisa mencairkan uang yang sudah dihasilkan anggotanya.

    Promo terbaru dari aplikasi ini adalah memberikan hadiah untuk anggota yang berhasil merekrut karyawan baru dengan ketentuan sebagai berikut :

    Aktivitas 1
    Aktivitas Rekrutmen untuk karyawan baru

    – Undang karyawan P1, hadiah APP Rp 45.000, hadiah tambahan Rp 24.000
    – Undang karyawan P2, hadiah APP Rp 135.000, hadiah tambahan Rp 108.000
    – Undang karyawan P3, hadiah APP Rp 405.000, hadiah tambahan Rp 324.000

    Aktivitas 2
    Aktivitas Ketenagakerjaan untuk karyawan yang naik level keanggotaan

    – Magang bergabung dan menjadi karyawan P1, dan diberi penghargaan Rp 10.000
    – Magang bergabung dan menjadi karyawan P2, dan mendapatkan 1 roda keberuntungan sebagai hadiah
    – Magang bergabung dan menjadi karyawan P3, dan mendapatkan 2 roda keberuntungan sebagai hadiah

    baca juga : 5 Cara Hasilkan Uang di Aplikasi OMC, Benarkah Aman?

    Aktivitas 3
    Bonus pengembangan tim

    – Selama event berlangsung, Anda bisa mendapatkan hadiah pengembangan tim sebesar Rp 30.000 setelah mengundang 3 bawahan A-level untuk bergabung dengan P1.

    – Selama event berlangsung, Anda bisa mendapatkan hadiah pengembangan tim sebesar Rp 108.000 setelah mengundang 3 bawahan A-level untuk bergabung dengan P2

    – Selama event berlangsung, Anda bisa mendapatkan hadiah pengembangan tim sebesar Rp 324.000 setelah mengundang 3 bawahan A-level untuk bergabung dengan P3.

  • Marak Kekerasan Seksual, Ketua DPR Minta Pemerintah Bangun Warning System di Ruang Publik

    Marak Kekerasan Seksual, Ketua DPR Minta Pemerintah Bangun Warning System di Ruang Publik

    JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharani menilai kasus kekerasan seksual yang belakangan marak terjadi di tanah air harus mendapat penanganan extra ordinary. Bukan hanya berfokus pada penegakan hukum, namun menurutnya, penanganan harus dibarengi dengan upaya pencegahan yang konkret.

    “Kasus kekerasan seksual di Indonesia yang sudah seperti gunung es perlu penanganan komprehensif yang terstruktur, termasuk bagaimana Negara membangun sistem yang mampu mencegah kejahatan seksual terjadi sejak awal,” ujar Puan Maharani, Rabu, 30 April

    Misalnya, lanjut Puan, Pemerintah melalui kementerian terkait dapat membangun sistem pengamanan dan peringatan dini (warning system) di ruang-ruang publik. Serta lingkungan sosial terutama yang rawan menjadi tempat perburuan predator seksual. Khususnya bagi anak-anak dan perempuan yang kerap menjadi korban kekerasan seksual.

    “Kita bisa mengadopsi dari negara-negara sahabat. Di sejumlah negara maju, sistem perlindungan anak telah dilengkapi dengan alarm sosial, pelacakan digital, hingga kontrol ketat terhadap konten dan aktivitas daring yang menyasar anak-anak. Indonesia harus segera menyusul,” kata dia.

    Puan menilai, sarana sistem peringatan seperti itu dapat mengurangi kasus kekerasan seksual sedikit demi sedikit. Terlebih, kata dia, Indonesia tengah dalam kondisi darurat kekerasan seksual yang banyak menyasar anak-anak perempuan.

    “Maka harus ada terobosan-terobosan yang dilakukan Negara, termasuk melalui langkah-langkah menciptakan sistem peringatan terhadap ancaman tindak kekerasan seksual,“ kata Puan. 

    “Sama seperti bencana alam, kita memiliki early warning system. Metode seperti ini yang juga harus diciptakan untuk mengurangi dampak buruk yang berpotensi terjadi. Caranya seperti apa dan bagaimana, ini harus menjadi kerja bersama para stakeholder terkait,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, baru-baru ini seorang pemuda berusia 21 tahun di Jepara, Jawa Tengah, ditangkap pihak kepolisian karena melakukan kasus kekerasan seksual seksual berbasis online (KBGO).

    Predator seksual itu diduga merekam aktivitas seksual korban yang masih remaja dan memeras korban dengan ancaman akan menyebarkan video mereka. Korbannya mencapai puluhan orang ABG dengan rentan usia 12, 14, sampai 18 tahun.

    Tak hanya itu, seorang ustaz atau pendakwah muda di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) berinisial AHA (34) diduga juga mencabuli mahasiswi berinisial N (18). Atas dugaan itu, AHA dilaporkan ke Polda Sumut.

    Puan pun menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di Jepara dan Medan. Ia berharap para pelaku mendapat sanksi pidana tegas.

    “Pelaku harus mendapatkan ganjaran atas perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Dan saya mengingatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan perlindungan bagi para korban,” tegas Puan.

    Puan pun mendorong adanya kebijakan yang menjamin keamanan dan kenyamanan anak melalui integrasi teknologi, keterlibatan aparat lokal, dan pengawasan komunitas. Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, sekolah, dan tokoh-tokoh lokal dalam menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja.

    “Pemerintah harus membangun iklim yang membuat anak-anak dan perempuan merasa aman saat berada di luar rumah atau saat sedang mobilitas,” kata Puan. 

    “Kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga dalam menciptakan ekosistem perlindungan anak sangat diperlukan,” pungkasnya.

  • Ribut-ribut Maut di Asrama Pelaut

    Ribut-ribut Maut di Asrama Pelaut

    Jakarta

    Pesta minuman keras (miras) di asrama pelaut di Jakarta Utara (Jakut) berujung maut. Seorang pelaut tewas dibacok pelaut lainnya.

    Acara senang-senang berubah jadi tegang. Peristiwa itu bermula dari ucapan korban yang membuat pelaku tersinggung.

    Keributan memakan korban jiwa itu terjadi di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakut. Satu orang tewas dalam kejadian tersebut.

    Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, Iptu Tommy Brian, mengatakan korban menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja.

    “Korban meninggal saat tiba di RSUD Jakarta Utara,” kata Iptu Tommy, Sabtu (19/4).

    Kasus keributan maut itu terjadi pada Jumat (18/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, awalnya terdengar keributan dari asrama pelaut.

    Kemudian saksi melihat korban tergeletak bersimbah darah di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menyelidiki kasus dengan memeriksa 5 orang saksi berinisial S, A, CR, MH, dan UF.

    Polisi lantas mengamankan seorang terduga pelaku dengan sejumlah barang bukti dari TKP berupa sebilah parang, handphone (HP) milik korban, serta pakaian korban.

    Bermula Pesta Miras

    Foto: Seorang pelayar tewas dibacok rekannya. Kasus bermula saat korban, pelaku, dan saksi pesta minuman keras di Asrama Pelaut Tanjung Priok, Jakarta Utara. (dok Istimewa)

    Kasus keributan maut di Asrama Pelaut Tanjung Priok bermula dari pesta miras. Pesta minuman beralkohol itu berakhir saat YR alias Acil (25) tersinggung ucapan korban berinisial LH (26).

    “Sebelum kejadian, tersangka, korban, dan sejumlah rekan lainnya berkumpul di asrama, menikmati makanan dan minuman beralkohol yang disiapkan tersangka dan dibeli oleh saksi,” kata Kapolres Metro Jakut, Kombes Ahmad Fuady, dalam keterangan, Rabu (30/4/2025).

    Awalnya, tak ada persoalan di antara mereka. Ketegangan terjadi saat korban YR menyinggung kontribusi Acil di Asrama Pelaut itu.

    “Suasana yang awalnya akrab berubah tegang ketika tersangka merasa tersinggung atas perkataan korban yang menyinggung dirinya terkait kontribusi kebutuhan asrama,” terangnya.

    Acil merasa terhina dan tersulut emosinya atas ucapan korban. Dia lalu membubarkan pesta miras. Rekan-rekan pelaut lain diusir dari lokasi pesta miras.

    “Emosi tersangka memuncak setelah merasa dihina, hingga akhirnya menyuruh saksi lain meninggalkan ruangan dan mengambil sebilah parang dari atas lemari,” ucapnya.

    Acil kemudian membacok korban YR sebanyak tiga kali. Korban mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan pundak.

    Korban sempat dilarikan oleh warga ke RSUD Koja, namun nyawanya tak tertolong dalam perjalanan.

    Pelaku Dibekuk Saat Ngumpet

    Foto: Gedung Polres Metro Jakarta Utara (dok detikcom)

    Keributan maut di Asrama Pelaut itu terjadi pada Jumat (18/4) malam. Polisi bergerak cepat dan menangkap tersangka Acil pada Sabtu (19/4) sekitar pukul 08.00 WIB.

    “Tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di pos keamanan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara,” ucapnya.

    Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang, celana jeans biru, celana pendek bercorak biru-putih, serta hasil visum dan autopsi korban. Tersangka Acil dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

    Fuady menyatakan kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya pengaruh alkohol dan pentingnya pengendalian emosi. Proses hukum terhadap tersangka akan terus dikawal hingga tuntas.

    Halaman 2 dari 3

    (jbr/aud)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • TNI Masuk Kampus Bagian dari Keterbukaan

    TNI Masuk Kampus Bagian dari Keterbukaan

    JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Togar M Simatupang menyebutkan adanya berbagai kegiatan yang digelar oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kampus-kampus merupakan bagian dari keterbukaan perguruan tinggi.

    “Kehadiran TNI adalah bagian dari keterbukaan itu sendiri,” katanya dilansir ANTARA, Rabu, 30 April.

    Ia menjelaskan perguruan tinggi merupakan ruang ilmiah terbuka atau inklusif, di mana seluruh anak bangsa dapat mengakses dan berkontribusi di dalamnya.

    Togra memastikan berbagai kegiatan di perguruan tinggi yang melibatkan TNI secara umum berkenaan dengan tridarma perguruan tinggi, baik berdasarkan undangan, kerja sama, maupun mandat perundang-undangan.

    Selain itu, Togar memastikan stigma negatif publik terkait kepakaran TNI yang menjadi pembicara di kampus-kampus tidak benar, sebab masing-masing instansi memiliki standar dan praktik terbaik yang menjadi acuan kegiatan yang melibatkan pihak ketiga.

    “Kepakaran dan kompetensi serta teknologi juga berkembang di TNI. Berbagi pengetahuan dan keterampilan diperlukan agar dapat dikembangkan keilmuan yang lebih maju,” ujarnya.

    Jika kegiatan yang melibatkan TNI berkaitan dengan pengajaran di kelas, kata dia, maka masing-masing perguruan tinggi juga memiliki syarat bahwa strata dan kualifikasi anggota TNI yang bersangkutan terpenuhi.

    Togar juga menekankan kehadiran TNI di kampus-kampus tidak dalam upaya untuk membungkam suara publik yang disalurkan lewat mahasiswa.

    “Ada proses penjamin mutu, ada audit, bahkan sistem pengaduan untuk mencegah atau menegakkan ataupun menangani masalah,” kata dia.

  • Karena Rugi atau Salah Urus?

    Karena Rugi atau Salah Urus?

    Jakarta

    Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo menyoroti wacana kenaikan tarif TransJakarta (TransJ). Dia mempertanyakan alasan tarif TransJakarta dinaikkan.

    “TransJakarta perlu merumuskan dengan rinci dasar dari kenaikan tarif. Apakah karena perusahaan terus menutupi kerugian atau bagaimana? Lalu kenapa sampai merugi padahal sudah support juga oleh PSO. Di mana letak salahnya. Apa semata karena tarif atau salah urus?,” kata Dwi Rio Sambodo saat dihubungi, Rabu (30/4/2025).

    Dwi meminta pihak TransJakarta mencari alternatif lain, selain menaikkan tarif di tengah kondisi perekonomian Indonesia. Salah satunya, kata dia, dengan menekan biaya operasional.

    “Apakah target penumpang telah terpenuhi? Atau justru melampaui sehingga terjadi over capacity sehingga berdampak pada membengkaknya biaya operasional TransJakarta,” kata dia.

    “Dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak baik baik saja, saya berharap TransJakarta memiliki alternatif atau opsi lain untuk menekan tingginya biaya operasional daripada menaikkan tarif,” imbuhnya.

    Dwi meminta regulasi yang akan diterapkan nantinya memperhatikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dia juga meminta dilakukan audit transparan dalam perusahaan.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan rencana kenaikan tarif ini sudah cukup lama dibahas. Dia pun berharap ada pembahasan lebih lanjut terkait hal ini.

    “Seperti kita ketahui, tarif Jakarta tarif Rp 3.500 per penumpang ini berlaku sejak tahun 2005, 20 tahun yang lalu, dan rencana penyesuaian ini sudah cukup lama direncanakan,” kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4).

    (wnv/aud)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Nusron Wahid Ungkap Baru 232.000 Bidang Tanah Wakaf di RI Bersertifikat

    Nusron Wahid Ungkap Baru 232.000 Bidang Tanah Wakaf di RI Bersertifikat

    JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, baru 232.000 bidang tanah wakaf yang telah disertifikatkan.

    Ini artinya masih ada 568.000 bidang tanah wakaf yang belum bersertifikat dari total 800.000 bidang tanah wakaf.

    “Di Indonesia ini, total jumlah masjid, musala, pesantren dan lain-lain itu 800.000 Se-Indonesia. Dari 800.000 itu yang baru bersertifikat wakaf 232.000. Masih 500.000 lebih madrasah, pesantren, masjid, musala, sulung. Kalau di Jawa, langgar, yang belum bersertifikat wakaf,” ujar Nusron dalam agenda Peluncuran Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan serta Pembukaan Konferensi cabang Fatayat NU di kantor Wali Kota Tangerang, Banten, Rabu, 30 April.

    Oleh karena itu, Nusron mengingatkan para wakil untuk segera menyertifikatkan tanahnya. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi pelebaran jalan tol yang kemudian memicu pertengkaran antar-pengurus maupun almarhum wakif.

    Adapun memang pada masa lampau, banyak keluarga memiliki tanah wakaf tidak menyertifikatkan asetnya tersebut, karena menilai harga jualnya rendah.

    Akan tetapi, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan tata kota, juga ditambah dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalan tol, harga tanah pun ikut melonjak.

    “Kebetulan, anaknya yang dulu wakaf, anaknya wakif, nyalon anggota DPR yang terpilih, nyalon wali kota tidak terpilih, utangnya banyak. Lama-lama nyari mana aset yang bisa saya jual. Inget bapaknya dulu punya tanah, lupa kalau sudah diwakafkan, akhirnya itu diotak-atik lagi. Sehingga, mau dijual,” jelas dia.

    Menurut Nusron, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di satu atau dua tempat, tetapi di berbagai tempat.

    Sehingga, Nusron meminta sertifikat tanah wakaf tersebut segera dilakukan karena tidak dipungut biaya sepeser pun.

    “Oleh karena itu, ibu-ibu Fatayat (NU), ayo kita ingatkan sama-sama masjid, langgar, musala, madrasah, apalagi pesantren yang belum disertifikatkan wakaf, ayo segera disertifikatkan wakaf. (Ini) gratis,” pungkasnya.

  • Begini Cara Cek NISN untuk Status Penerima PIP Kemendikbud 2025 untuk SD, SMP, dan SMA!

    Begini Cara Cek NISN untuk Status Penerima PIP Kemendikbud 2025 untuk SD, SMP, dan SMA!

    JABAR EKSPRES – Kamu punya anak, saudara, atau kenalan yang sedang sekolah di SD, SMP, atau SMA yang terdaftar PIP 2025?

    Yuk, jangan sampai ketinggalan informasi penting seputar Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 dari Kemendikbud!

    PIP hadir sebagai angin segar bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Tujuannya? Supaya semua anak Indonesia tetap bisa sekolah tanpa terhambat biaya.

    Nah, dana PIP ini bisa banget dipakai buat beli alat tulis, seragam, bahkan ongkos ke sekolah. Keren, kan?

    BACA JUGA: Punya Koin Rp1000 Kelapa Sawit? Coba Jual di Tempat Ini Laku Jutaan Rupiah!

    Tapi, bantuan ini hanya bisa diterima oleh mereka yang terdaftar dan terverifikasi. Maka dari itu, penting banget untuk tahu dua hal penting ini:

    NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)Status Penerima PIP

    Tenang, cara ceknya nggak ribet kok. Yuk kita bahas satu per satu!

    Apa Itu NISN?

    NISN adalah kode unik untuk setiap siswa di Indonesia. Nomor ini berlaku seumur hidup dan penting banget buat segala keperluan pendidikan, termasuk pencairan dana PIP. Jadi, pastikan kamu tahu NISN-mu ya!

    Cara Cek NISN (Mudah dan Cepat!)

    Buka situs resmi NISN Kemendikbud: https://nisn.data.kemdikbud.go.idIsi nama lengkap, tempat lahir, dan tanggal lahir sesuai data asli.Centang “I’m Not a Robot” sebagai verifikasi.Klik tombol “Cari Data” dan… tada! NISN kamu akan muncul di layar.

    Cara Cek Status Penerima PIP 2025

    Setelah tahu NISN, sekarang saatnya cek apakah kamu terdaftar sebagai penerima PIP atau belum. Ikuti langkah ini:

    Kunjungi situs PIP Kemendikbud: https://pip.kemdikbud.go.idPilih menu “Cek Penerima PIP”.Masukkan NISN, tanggal lahir, dan nama ibu kandung.Lakukan verifikasi dengan mengetik hasil hitung yang muncul.Klik “Cek Penerima PIP” dan lihat hasilnya di layar!Kalau terdaftar, selamat! Kamu bisa segera mencairkan bantuan sesuai jadwal dari sekolah.

    Karena dana PIP bisa membantu banget untuk meringankan biaya pendidikan. Jangan sampai kamu atau orang terdekat kehilangan kesempatan ini hanya karena belum cek NISN atau status PIP!

  • Rusia Sebut 288 Warga Sipil Tewas Selama Serangan Ukraina di Kursk

    Rusia Sebut 288 Warga Sipil Tewas Selama Serangan Ukraina di Kursk

    Moscow

    Rusia menyebut 288 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina selama berbulan-bulan ke wilayah Kursk. Moskow mengklaim wilayah Kursk telah sepenuhnya dibersihkan dari pasukan Kyiv selama akhir pekan.

    Dilansir AFP, Rabu (30/4/2025), Kyiv mengirim pasukannya melintasi perbatasan pada bulan Agustus 2024 sebagai balasan atas serangan besar-besaran Moskow terhadap Ukraina.

    Kremlin mengatakan dalam beberapa hari terakhir dengan bantuan pasukan Korea Utara, mereka telah mengusir pasukan Ukraina dari wilayah perbatasan barat. Sementara Kyiv menyebut masih bertempur di Kursk.

    “Menurut data kementerian kesehatan Rusia, sejak Agustus, kesehatan 791 orang terganggu, 288 di antaranya tewas,” kata gubernur wilayah Kursk, Alexander Khinstein, di media sosial.

    Dia menambahkan bahwa pihak berwenang masih jauh dari menemukan semua jenazah warga sipil yang tewas dari daerah perbatasan tersebut.

    Khinstein tidak memberikan perincian tentang bagaimana warga sipil tersebut tewas.

    Rusia melancarkan serangan terhadap Ukraina pada Februari 2022 dalam konflik yang telah menewaskan ribuan orang.

    (fas/fas)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Cara Daftar PIP Online untuk Siswa SD, SMP, dan SMA

    Cara Daftar PIP Online untuk Siswa SD, SMP, dan SMA

    JABAR EKSPRES – Lagi cari cara gampang daftar Program Indonesia Pintar (PIP) secara online untuk anak SD, SMP, atau SMA? Tenang aja, kita bakal kasih panduan lengkapnya biar Kamu nggak bingung lagi!

    PIP adalah program dari pemerintah yang bertujuan untuk bantu siswa dari keluarga kurang mampu agar bisa tetap sekolah.

    Bantuan dana dari PIP bisa dipakai buat beli seragam, sepatu, alat tulis, sampai bayar transport ke sekolah. Jadi, pastikan anak Kamu ikut program ini, ya!

    BACA JUGA: Punya Koin Rp1000 Kelapa Sawit? Coba Jual di Tempat Ini Laku Jutaan Rupiah!

    Siapa yang Bisa Dapat PIP?

    Siswa SD, SMP, dan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu, termasuk yang sudah terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau punya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

    Kalau anak Kamu sudah pernah dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP), peluangnya makin besar!

    Cara Daftar PIP Secara Online

    Yuk, ikuti langkah-langkah ini supaya proses pendaftaran lancar:

    Pastikan Anak Terdaftar di Dapodik
    Cek dulu ke sekolah, apakah data anak Kamu sudah masuk ke sistem Dapodik. Ini syarat utama sebelum daftar PIP.Buka Situs Resmi PIP
    Akses https://pip.kemdikbud.go.id atau portal sekolah anak Kamu yang terintegrasi dengan program PIP.

    Siapkan Dokumen Ini, Ya!

    Kartu Keluarga (KK)KTP orang tua/waliKIP (kalau ada)SKTM atau bukti terdaftar di DTKS

    Isi Formulir Pendaftaran

    Masukkan data lengkap siswa, seperti NISN, nama lengkap, alamat, dan data orang tua. Lengkapi semuanya sesuai dokumen resmi, ya.

    Unggah Dokumen
    Scan dokumen yang dibutuhkan, lalu unggah sesuai petunjuk di laman pendaftaran.Kirim dan Tunggu Verifikasi
    Setelah semua beres, klik “Kirim” dan tunggu proses verifikasi dari sekolah dan dinas pendidikan.Pantau Status Pendaftaran
    Gunakan NISN dan nama ibu kandung untuk cek status di situs resmi PIP.

    Tips Supaya Pendaftaran PIP Kamu Berhasil!

    Gunakan jaringan internet yang stabil saat unggah dokumen.Pastikan data di formulir sama persis dengan dokumen resmi.Cek ulang dokumen sebelum dikirim.Kalau bingung, jangan ragu minta bantuan ke pihak sekolah.

  • Warga Tangerang Dilatih Menangani Kasus Gawat Darurat

    Warga Tangerang Dilatih Menangani Kasus Gawat Darurat

    JAKARTA – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi kritis atau keadaan gawat darurat kesehatan, pelatihan penanganan kegawatdaruratan digelar di lingkungan padat penduduk, seperti Kota Tangerang.

    Kegiatan ini menyasar warga di tingkat RT/RW agar mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat medis di sekitar mereka.

    Dinas Kesehatan Kota Tangerang menjadi penggagas kegiatan ini dengan menyelenggarakan pelatihan dan edukasi di wilayah RW 10, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci. Kepala Dinas Kesehatan, Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan, dan memerlukan respons cepat untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah kecacatan.

    “Darurat medis tidak memilih tempat. Bisa saja terjadi di rumah, di jalan, atau di ruang publik. Karena itu, masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan dalam detik-detik pertama sebelum tenaga medis datang,” ungkapnya di sela pelatihan, Rabu (tanggal kegiatan).

    Pelatihan ini diikuti oleh puluhan warga bersama perwakilan pengurus lingkungan setempat. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman dasar tentang tindakan cepat dan tepat dalam menangani situasi darurat medis, termasuk bagaimana memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

    Peserta diajarkan teknik pertolongan pertama pada kondisi seperti kecelakaan rumah tangga, henti jantung, kehilangan kesadaran, hingga penanganan luka berat. Selain materi teori, simulasi praktis juga diberikan untuk memperkuat pemahaman warga.

    “Lingkungan padat penduduk memiliki risiko tinggi terhadap berbagai kejadian darurat. Maka pelatihan semacam ini sangat penting agar warga bisa berperan sebagai penolong pertama sebelum layanan gawat darurat tiba,” kata Dini.

    Dinkes Kota Tangerang berharap pelatihan ini dapat menciptakan komunitas yang lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan dan keterampilan dasar tersebut diharapkan dapat menekan angka kematian atau kecacatan yang disebabkan oleh keterlambatan penanganan awal.

    “Kami berharap apa yang dipelajari warga hari ini bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Respons cepat masyarakat bisa jadi pembeda antara hidup dan mati dalam situasi kritis,” pungkasnya.