Jenis Media: News

  • Subuh Berdarah di Musala Al Manar, Sujito Bacok 3 Jamaah Sholat Subuh karena Sakit Hati

    Subuh Berdarah di Musala Al Manar, Sujito Bacok 3 Jamaah Sholat Subuh karena Sakit Hati

    TRIBUNJATENG.COM – Salat subuh di Musala Al Manar, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/4/2025) diwarnai pembunuhan.

    Saat Sujito (67) masuk ke dalam musola dan secara membabi buta membacok  jamaah 

    Walhasil, tiga orang jamaah jadi korban pembacokan, dan satu di antaranya meninggal dunia, Abdul Aziz (63).

    Dua korban lainnya yakni Arik Wijayanti, istri Abdul Aziz dan Cipto Rahayu (60).

    Kedua korban kini masih menjalani perawatan di RSUD Bojonegoro.

    Mengutip TribunJatim.com, pelaku pembacokan telah ditangkap.

    Pelaku nekat membacok korban saat salat diduga karena masalah sengketa tanah dan dendam.

    Sujito sakit hati lantaran tanah pribadinya dijadikan atau diusulkan untuk dijadikan jalan umum oleh korban yang menjabat sebagai ketua RT setempat.

    Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adji Sudarmono mengonfirmasi hal tersebut.

    Ia menuturkan, pelaku juga marah karena tanah miliknya diminta untuk jadi jalan lingkungan oleh korban tanpa izin.

    “Motifnya itu karena dendam dan perkara tanah,”

    “Jadi keterangan pelaku tanahnya akan atau diusulkan menjadi jalan desa oleh korban.,” ungkap Bayu.

    Kepada TribunJatim.com, Bayu menuturkan bahwa salah satu korban kritis setelah disabet senjata tajam oleh pelaku.

    “Informasi sementara, korban CR (Cipto Rahayu) masih kritis dalam perawatan medis,”

    ‘Sedangkan istri korban meninggal AW (Arik Wijayanti) saat ini sudah sadar dan masih menjalani perawatan di RSUD Bojonegoro,” ujar Bayu.

    Ia menuturkan, Abdul Aziz meninggal setelah mendapatkan luka bacok di kepala bagian belakangnya.

    Korban juga meninggal dunia di lokasi kejadian.

    “Tadi sudah selesai pemeriksaan korban meninggal, korban meninggal akibat luka bacok di bagian kepala belakang, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” lanjutnya.

    Kronologi Kejadian

    Aksi pembacokan ini bermula ketika pelaku datang ke musala.

    Bukannya membawa alat ibadah, pelaku justru membawa parang saat datang ke musala pada saat salat Subuh.

    Setelah mengetahui korban dan jamaah lain mulai salat subuh, pelaku langsung masuk dan menebas kepala korban.

    “Pelaku ini dari awalnya sudah menunggu korban di musala, sambil menyembunyikan parang,”

    “Lalu saat korban melaksanakan salat subuh berjamaah, pelaku langsung masuk dan membacok korban hingga akhirnya korban meninggal dunia ditempat,” jelasnya.

    Setelah menebas korban, pelaku juga menebas jamaah lainnya, yakni Cipto Rahayu yang berusaha melerai.

    Pelaku juga membacok istri korban yang saat itu tengah menolong suaminya.

    “Kedua korban lainnya saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit (RSUD Bojonegoro) satu orang yakni CR (Cipto Rahayu) ini masih kritis, sementara istri korban sudah siuman dan masih dirawat,” bebernya.

    Setelah aksi pembacokan tersebut, warga sekitar gaduh dan histeris saat melihat pelaku berjalan keluar dari musala dengan parang yang penuh darah.

    Pelaku akhirnya diamankan warga dan dibawa ke kantor polisi.

    “Setelah diamankan oleh warga, pelaku kemudian meminta warga untuk diantarkan ke Polsek Kedungadem untuk menyerahkan diri,” sambungnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Dua Penyebab Pria Bojonegoro Tega Bacok Saat Salat Subuh Berjamaah di Musala, Parang Bawa Korban

    (Tribunnews.com)

  • Awal Mula Terbongkar Aksi Predator Seks Jepara: Berawal dari HP Rusak

    Awal Mula Terbongkar Aksi Predator Seks Jepara: Berawal dari HP Rusak

    Jakarta

    Polisi menangkap, pria berinisial S (21), warga Jepara, Jawa Tengah, karena aksi bejatnya menjadi predator seks dengan jumlah korban 31 ABG. Terbongkarnya aksi predator seks ini berawal dari handphone yang rusak.

    Dilansir detikJateng, Kamis (1/5/2025), salah satu orang tua korban tidak sengaja memperbaiki HP milik anaknya yang rusak. Selepas diperbaiki, orang tua korban, melihat isi konten video yang tidak senonoh dalam HP anaknya.

    “Itu pun ada laporan dari pihak keluarga korban. Orang tua korban tidak sengaja memperbaiki HP kemudian dibawa ke tempat perbaikan begitu bagus dibuka ada video itu. Ini kejahatan terhadap anak,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, saat konferensi pers di Jepara, Rabu (30/4/2025).

    Namun, Dwi tak menjelaskan kapan orang tua korban melapor ke polisi. Dalam kasus ini, ada sebanyak 31 anak yang menjadi korban kebiadaban pelaku sejak September 2024.

    “Aksinya kurang lebih enam bulan,” ujarnya.

    Pelaku dijerat pasal berlapis. Yakni tentang pornografi, perlindungan anak, dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    (isa/dhn)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Tersangka Dugaan Korupsi Hibah Ternak dari Kementerian di Karanganyar Ditahan

    Tersangka Dugaan Korupsi Hibah Ternak dari Kementerian di Karanganyar Ditahan

    TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR – Satreskrim Polres Karanganyar menangkap dan menahan tersangka dugaan korupsi hibah bantuan dari kementrian berinisial, TM.

    Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka TM di kediamannya wilayah Kecamatan Jaten pada Selasa (29/4/2025).

    Seperti diketahui, TM ditetapkan sebagai tersangka karena merekayasa pembuatan proposal untuk hibah 20 ekor sapi kepada kelompok ternak.

    Tindakan tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp 269,6 juta.

    Setelah hibah diterima diketahui tersangka menjual 11 ekor sapi, menyewakan 7 ekor sapi tanpa seizin Dinas Pertanian dan 2 ekor lainnya mati karena tidak dirawat.

    Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto melalui Kasatreskrim, AKP Bondan Wicaksono menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka perlu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses penanganan perkara tersebut.

    “Dikarenakan sudah ada penetapan tersangka. Perhitungan kerugian keuangan negara sudah keluar serta guna memenuhi beberapa petunjuk sebagai kelengkapan berkas. Selanjutnya kepada tersangka dilaksanakan penahanan di tahanan Polres Karanganyar,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/5/2025).

    Dia menuturkan, tersangka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dilakukan penahanan. Di samping itu polisi telah memberitahukan kepada pihak keluarga mengenai penahanan tersebut.

    “Selanjutnya penyidik melengkapi berkas perkara dan melaksanakan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar,” terang AKP Bondan. (Ais)

  • RSU Kumala Siswi Kudus Kantongi Penghargaan dari BPJS

    RSU Kumala Siswi Kudus Kantongi Penghargaan dari BPJS

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kelengkapan layanan di rumah sakit menjadi suatu keharusan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan, membentuk sebuah kepercayaan bagi masyarakat sebagai rumah sakit rujukan yang dipercaya.

    Hal tersebut menjadi bagian dari prinsip manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Kumala Siwi Kudus hingga menyabet penghargaan peringkat kedua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2024.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus baru-baru ini, dalam kegiatan Monitoring Evaluasi Mutu Layanan FKRTL di Kabupaten Kudus.

    Direktur Utama RSU Kumala Siwi, dr. Dian Norma Damawati mengatakan, capaian  prestasi merupakan bentuk komitmen RSU Kumala Siwi dalam mendukung program kesehatan di Kabupaten Kudus.

    Pada 2023 lalu, RS yang berlokasi di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu tersebut juga mendapatkan penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik ke-1 dalam Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Peserta JKN.

    Saat itu, penghargaan didapatkan ketika rumah sakit masih kategori rumah sakit tipe D.

    Kini, RSU Kumala Siswi yang sudah naik kelas ke tipe C kembali menorehkan penghargaan serupa atas pelayanan yang diberikan sepanjang 2024.

    Manajemen RSU Kumala Siwi berupaya konsisten membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mewujudkan capaian Universal Coverage Healt (UHC) bagi masyarakat.

    “Kami terus berupaya untuk selalu berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung program JKN, dengan memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada peserta JKN,” terangnya, Kamis (1/5/2025).

    Dr Dian menjelaskan, beberapa layanan kesehatan yang tersedia di RSU Kumala Siwi di antaranya adalah, layanan poli dokter spesialis dan dokter umum, layanan baby home care, layanan Analisa Gas Darah (AGD), hingga layanan pemasangan AV Shunt dan CDL.

    AGD merupakan layanan unggulan dalam bentuk pemeriksaan darah untuk mengukur kadar oksigen, karbon dioksida, dan tingkat asam basa (pH) dalam darah.

    Pasien dapat melihat kemampuan paru-paru untuk mengirim oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah.

    Pemeriksaan AGD juga dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit dalam. Seperti gagal nafas, asma, pneumonia, gagal hati, gagal jantung, gagal ginjal, jingga gangguan tidur.

    Sementara layanan pemasangan AV Shunt merupakan suatu metode pembedahan untuk membuat akses vaskular (pembuluh darah) yang bersifat permanen pada pasien, utamanya yang memerlukan hemodialisis pada kasus penyakit gagal ginjal kronik.

    Untuk layanan Chateter Double Lumen (CDL), adalah layanan pemasangan kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah di leher atau pangkal paha. Layanan ini biasanya digunakan untuk hemodialisis jangka pendek.

    Layanan AV Shunt dan CDL juga bisa diakses oleh peserta BPJS Kesehatan tanpa ada tambahan biaya.

    “Semoga dengan layanan kesehatan yang sudah ada, dapat menjadikan RSU Kumala Siwi sebagai rumah sakit rujukan yang dipercaya oleh masyarakat. Baik itu dari lokal Kudus maupun luar daerah,” pungkasnya. (Sam)

  • Detik-detik Terungkapnya Kecurangan UTBK SNBT di Undip, Peserta Simpan Alat Bantu di Balik Jilbab

    Detik-detik Terungkapnya Kecurangan UTBK SNBT di Undip, Peserta Simpan Alat Bantu di Balik Jilbab

    TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG – Kronologi terbongkarnya temuan kecurangan UTBK SNBT 2025 di Undip Semarang. Pelaku simpan alat bantu dengar dan handphone di balik jilbab

    Seorang perempuan tertangkap basah melakukan kecurangan saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 di Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Minggu, 27 April 2025.

    Tindakan kecurangan yang dilakukan oleh perempuan ini dengan menyembunyikan sejumlah alat kamera dan ponsel dipasang di ciput atau penutup rambut.

    Alat lainnya berupa transmiter diduga dipasang di kuncir rambut dan alat bantu dengar dipasang di telinga.

    Petugas bisa mengungkap kecurangan ini dengan memeriksa jilbab yang dikenakan korban menggunakan alat pendeteksi logam atau metal detector.

    “Iya ada kejadian itu, secara otomatis peserta itu gagal mengikuti ujian,” jelas Wakil Rektor I Akademik dan Kemahasiswaan Undip Heru Susanto, di Kota Semarang, Rabu (30/4/2025).

    Selepas berhasil mengungkap dugaan kecurangan itu, panitia lantas mengirimkan sejumlah alat-alat bukti itu ke panitia pusat ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

    Sementara Heru enggan mengungkapkan identitas terduga pelaku kecurangan dan tujuan kampus yang hendak disasar.

    “Tidak semua peserta yang ikut ujian di Undip tidak selalu pilihannya di kampus yang sama,” paparnya.

    Proses UTBK SNBT 2025 di Undip ini berlangsung dari 23 April hingga 3 Mei 2025. Buntut dari kasus ini, panitia semakin memperketat pengawasan.

    “Proses pengawasan dilakukan secara ketat kepada para peserta. Selain metal detector, juga diperiksa seluruh tubuh,” jelas Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Undip  Paramita Prananingtyas.

    Dia menyebut, panitia telah memasang metal detector sebanyak 68 unit. Jumlah itu disesuaikan dengan jumlah ruangan yang ada. “Ada 68 ruangan jadi metal detectornya sebanyak itu,” paparnya. (Iwn)

  • Sopir Truk Tronton Mabuk Tabrak Sejumlah Kendaraan, 1 Korban Kecelakaan Tak Terselamatkan

    Sopir Truk Tronton Mabuk Tabrak Sejumlah Kendaraan, 1 Korban Kecelakaan Tak Terselamatkan

    TRIBUNJATENG.COM, GRESIK – Rabu (30/4/2025), kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menewaskan satu orang.

    Sejumlah kendaraan disasak truk yang melaju dengan kecepatan tinggi.

    Truk ugal-ugalan tersebut dikemudikan oleh Leonarus Nainoe, berusia 24 tahun, asal Sumpun, Biboki Selatan, Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Leonarus mengemudikan truk tronton L 9364 UO dalam kondisi mabuk.

    Di saat jam pulang kerja pukul 15.30 WIB, truk tronton yang dikemudikan Leonarus berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi.

    Sampai di Jalan Raya Driyorejo, depan Masjid Al Mutaqim, menabrak sepeda motor Honda yang ada di depannya.

    Sepeda motor L 5059 GH itu dikendarai oleh Suhardi berusia 50 tahun asal Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

    Kemudian truk itu menabrak pengendara sepeda motor Beat S 4025 OAM yang dikendarai seorang perempuan Eti Dwi Ningtyas berusia 28 tahun asal Desa Tangunan, Prambon, Sidoarjo.

    “Truk tidak berhenti masih berjalan dengan kecepatan tinggi sampai depan perusahaan, truk yang dikemudikan Leonarus menabrak lagi pengendara sepeda motor,” ujar Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram.

    Truk menabrak sepeda motor Honda GL 150 dengan nomor polisi AG 3887 GU yang dikendarai Adin Tri Kuncoro berusia 31 tahun warga Desa Kepuh Papar, Kabupaten Kediri.

    Dengan kecepatan tinggi truk menabrak truk Fuso yang DK 8488 VF yang dikemudikan Munawar berusia 51 tahun asal Klumprit, Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

    “Akibat dari kecelakaan tersebut, pengendara motor atas nama Suhardi meninggal dunia, pengendara Honda GL Adin Tri Kuncoro luka lecet pada kaki, dan pengendara motor Eti Dwiningtyas mengalami patah kelima jari kaki kiri,” jelasnya.

    Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan kecelakaan, menggali keterangan para saksi di lokasi kejadian.

    Kemudian, membawa korban luka ke rumah sakit dan melaporkan ke piket Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik.

    “Faktor yang mempengaruhi, pengemudi   truk tronton (Leonarus) kondisi mabuk, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya,” imbuhnya.

    Leonarus sempat menjadi bulan-bulanan warga diamankan di Mapolsek Driyorejo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (*)

     

  • Soroti Praktik Obral Nilai di Perguruan Tinggi, Bupati Pati Sudewo: Itu Kejahatan Pendidikan

    Soroti Praktik Obral Nilai di Perguruan Tinggi, Bupati Pati Sudewo: Itu Kejahatan Pendidikan

    TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Sudewo menyoroti praktik “obral nilai” di perguruan tinggi.

    Dia menyebut praktik semacam itu sebagai kejahatan pendidikan.

    Hal itu dia sampaikan ketika memaparkan sebuah slogan atau kata mutiara yang dia sebut sebagai buah pikirannya, yakni “Nilai yang kaudapat harus kaupertanggungjawabkan terhadap ilmu yang kaukuasai”.

    “Jangan nilainya 9, tapi ilmunya sebetulnya hanya 4 atau 5. Itu bahaya bagi bangsa Indonesia. Oknum perguruan tinggi banyak yang mengobral nilai, nilai mahasiswa dibuat tinggi, bahkan indeks prestasinya 4.0 atau mendekati 4.0, tapi sebetulnya ilmunya rendah. Ini modus kejahatan pendidikan,” kata Sudewo dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Tim Penggerak PKK di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (30/4/2025).

    Sudewo mempertanyakan, sebetulnya motif atau tujuan apa yang dimiliki oleh institusi pendidikan yang mengobral nilai? 

    “Agar orang tua bangga? Merasa anaknya pinter sehingga semangat dan lancar membayar kuliahnya. Mahasiwa juga senang nilainya tinggi. Namun ketika lulus, melamar di mana-mana, ditolak, tidak dapat kerja. Jadi ijazah hanya selembar kertas tanpa nilai. Hanya dia punya ijazah, tulisan hitam di atas putih, tanpa ilmu,” ungkap dia.

    Sudewo berkomitmen agar praktik obral nilai seperti itu tidak terjadi di seluruh institusi pendidikan di Kabupaten Pati.

    Pelajar atau mahasiswa hanya bisa mendapat nilai tinggi kalau memang dia menguasai ilmu.

    “Semua kepala sekolah akan saya kumpulkan untuk mewujudkan ini,” ucap dia.

    Sudewo juga punya kata-kata mutiara lain yang berbunyi “Satu tetes keringat orang tuamu harus kauhargai untuk menjemput masa depanmu”.

    Bagi Sudewo, setiap tetes keringat orang tua yang berjuang menafkahi keluarga harus dibalas nyata dengan cara belajar sungguh-sungguh.

    Bagi dia, tidak cukup jika jasa orang tua hanya dibalas dengan sopan santun dan tata krama. Kesungguhan dalam belajar adalah wujud nyata balas budi.

    “Belajar sungguh-sungguh, itu wujud nyata menghargai orang tua. Satu tetes keringat orang tua saja harus kaubayar dengan belajar sungguh-sungguh. Apalagi orang tua bekerja keras untuk membiayai pendidikanmu,” tandas dia. (mzk)

  • BREAKING NEWS: 353 Calon Jamaah Haji Kloter 1 Asal Purbalingga Memasuki Asrama Haji Donohudan

    BREAKING NEWS: 353 Calon Jamaah Haji Kloter 1 Asal Purbalingga Memasuki Asrama Haji Donohudan

    TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Sebanyak 353 calon jamaah haji asal Kabupaten Purbalingga yang tergabung dalam kloter 1 sudah memasuki Asrama Haji Donohudan (ADH) Solo pada Kamis (1/5/2025).

    Pantauan di lokasi wilayah Kabupaten Boyolali, 10 bus yang membawa rombongan calon jamaah haji tersebut tiba di ADH sekira pukul 05.30.

    Mereka langsung disambut oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ADH Solo. 

    Di sisi lain, tampak para keluarga calon jamaah haji turut mengantarkan rombongan hingga ke luar asrama.

    Setibanya di kawasan asrama, rombongan calon jamaah haji langsung diarahkan petugas ke Gedung Jeddah untuk mengikuti proses penerimaan.

    Tampak petugas PPIH Embarkasi Solo membantu para calon jamaah haji lansia turun dari bus menujunke Gedung Jeddah.

    Sementara petugas lainnya mengangkuti koper jamaah untuk ditata sesuai kelompok masing-masing.

    “Kita menerima kloter 1 dari Purbalingga dengan jumlah jamaah 353 orang. Ada 4 petugas kloter dan petugas daerah. Totalnya 360 dan akan kita terbangkan dini hari Jumat (2/5/2025) jam 01.45 menuju Madinah,” kata Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi kepada Tribunjateng.com, Kamis pagi.

    Selain kloter 1, lanjutnya, PPIH ADH juga akan menerima kedatangan rombongan dari kloter 2, 3 dan 4 berasal dari Purbalingga, Banjarnegara dan Banyumas.  

    Khusus kloter pertama ini calon jamaah haji tertua berusia 88 tahun dan termuda 27 tahun.

    Dia menerangkan, PPIH ADH menerapkan one stop service untuk memberikan kemudahan para calon jamaah haji.  Sehingga setelah calon jamaah haji di Gedung Jeddah akan dilakukan cek kesehatan dengan prioritas lansia terlebih dahulu.

    “Setelah itu akan menerima paspor, living cost sebesar 750 real, lanjut penerimaan gelang identitas lanjut diarahkan ke kamar. Jamaah akan berisitirahat maksimal 24 jam setelah itu bersiap keberangkatan. Kemudian fast track persiapan 5-6 jam sebelum terbang jamaah sudah harus siap. Jadi jam 20.00, jamaah sudah disiapkan. Pelepasan dari Pak Wagub (Wakil Gubernur Jateng),” terangnya.

    Menurutnya, one stop service dilakukan untuk memberi kenyamanan jamaah dan mempersingkat proses. Mengingat sebelum 2023, jelas Gentur, jamaah diterima cek kesehatan saja kemudian masuk kamar. Setelah itu selang 3 jam ada penerimaan living cost, penerimaan gelang dan menerima paspor.

    “Jadi jamaah seperti itu akan capek, keluar masuk untuk perlengkapan syarat ke Arab Saudi. Dengan one stop service jamaah datang langsung menerima semua dokumen penerbangan, langsung istirahat menunggu jadwal pemberangkatan. Mempersingkat waktu,” jelasnya.

    Sementara itu secara keseluruhan total ada 34.073 orang calon jamaah haji di ADH Solo yang terbagi ke dalam 95 kloter. Dari jumlah itu ada 30.494 orang dari Jateng dan 3.302 dari DIY. Sementara itu dari keseluruhan jumlah calon jamaah haji ada 15 ribu kategori lansia.

    “Petugas sudah ada yang mengikuti pembekalan untuk pendmapingan lansia dan disabilitas. Jangan sampai lansia, disabilitas tidak mendapatkan layanan maksimal,” pungkasnya.

    Calon jamaah haji asal Purbalingga, Sunarjo (60) bersyukur mendapatkan kesempatan menunaikan haji bersama istri setelah menunggu selama 13 tahun. Dia menabung sedikit demi sedikit untuk biaya keberangkatan haji dari hasil panen menanam cabai dan sayur.

    “Alhamdulillah, senang bisa berangkat (haji),” tuturnya. (Ais)

  • Sosok Pemuda Jepara yang Cabuli 31 Anak, Tetangga hingga Pak RT Sampai Terkaget-kaget

    Sosok Pemuda Jepara yang Cabuli 31 Anak, Tetangga hingga Pak RT Sampai Terkaget-kaget

    TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Tetangga tidak pernah menduga kalau (21) menjadi pelaku predator seksusal.

    S tinggal di RT 02 RW 03 Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara

    Seorang etangga tersangka S yang enggan disebut namanya, menyampaikan sosok tersangka seorang pendiam dan jarang keluar ke rumah.

    Pelaku merupakan sosok yang tertutup. 

    Pelaku predator seks pun dikenal sebagai pribadi yang baik, karena kerap ikut aktifitas kegiatan kampung yang baik.

    “Orangnya di rumah terus. Tidak pernah keluar. Kalau acara yang baik-baik ikut,” katanya kepada Tribunjateng, Rabu (30/4/2025).

    Ia pun tidak menyangka jika tersangka S (21) nekat untuk melakukan aksi bejat pornografi hingga asusila terhadap anak di bawah umur. 

    “Sudah tau (berita) tapi masih tidak percaya. Sudah satu minggu (lalu). Kabarnya dari Instagram Polres Jepara (tentang) predator seks,” ungkapnya.

    Diketahui tersangka S (21) merupakan karyawan konfeksi di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. 

    Senada dengan hal itu, Ketua RT 02, Jazri, mengatakan kaget jika warga di lingkungannya menjadi pelaku tindak asusila. 

    Sehari hari-hari, pelaku merupakan karyawan konfeksi. 

    “Sehari-hari itu pekerja konfeksi. Saya syock (kaget) taunya baru tadi pagi jam 9,” ungkap ketua RT setempat.

    Kronologi penangkapan

    PENGGELEDAHAN – Tim Ditreskrimum Polda Jateng melakukan penggeledahan rumah terduga pelaku penyalahgunaan seksual berinisial S (21) di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Beberapa barang bukti telah disita dalam upaya pengembangan kasus tersebut.  (POLRES JEPARA)

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah menyebutkan tersangka S (21) diduga mencabuli anak dibawah umur sudah melancarkan aksinya selama 6 bulan, dan ada korban yang hendak ingin bunuh diri.

    Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menyampaikan dari hasil pemeriksaan sementara kepada tersangka S (21), sudah melakukan aksinya sejak bulan september 2024.

    “Pelaku melakukan aksinya dari bulan September, sudah 6 bulan,” ucap Kombes Pol Dwi Subagio kepada Tribunjateng, Rabu (30/4/2025).

    Dia menjelaskan korban tersangka berasal dari berbagai daerah namun didominasi di kabupaten Jepara.

    Semua korban dari tersangka S (21) masih berusia dibawah umur.

    “Korban kemarin 21 itu dari jawa timur, semarang, lampung, dan sebagian besar di Jepara,” ujarnya.

    Polisi pun mendapati jumlah korban dari pemeriksaan Handphone milik tersangka S (21).

    Didalam gawai tersangka S (21) menyimpan rekaman video korban yang telah didapatkan.

    “Semua kegiataannya direkaman vidoecall dan disimpen dengan nama,” ujarnya.

    Dari banyakan korbanya kata Dirreskrimum Polda Jateng, ada satu di antaranya korban tersangka merasa ketakutan hingga ada yang hendak melakukan bunuh diri.

    “Korbannya pada saat diancam ada yang mau bunuh diri juga ada,” ungkapnya.

    Sementara, polisi berhasil mengungkapkan kegiataan tersangka S (21) dari hasil laporan satu di antaranya orang tua korban yang mendapati ada gambar ataupum video di anaknya.

    Ia menjelaskan orang tua korban mendapati anaknya menjadi korban tersangka S (21) bermulai seusai melakukan perbaikan gawai milik korban.

    Setelah diperbaiki, ternyata didalam gawai milik anaknya ada video dan photo tidak berbusana tersimpan di galery handphone.

    “Itu berawal dari laporan orang tua korban,  orang tua korban tidak sengaja memperbaiki HP milik korban, Sudah baik dibuka baru diketahui , anak malu tidak berani mengungkapkan,” tuturnya.

    Sampai saat ini, tersangka melancarkan aksinya di aplikasi sosial media telegram.

    Namun polisi juga mendapati beberapa akun media sosial yang dimiliki tersangka S (21).

    “Medsos digunakan yaitu Telegram.Sementara baru satu yang digunakan telegram, kami sudah mendapatkan beberapa akun medsos namun kami sedang dalami,” tutupnya. (Ito)

  • Diduga Sengketa Lahan, 2 Kelompok Bentrok Bawa Senjata Laras Panjang di Jakarta Selatan

    Diduga Sengketa Lahan, 2 Kelompok Bentrok Bawa Senjata Laras Panjang di Jakarta Selatan

    TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Bentrok antarkelompok terjadi di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/4/2025) pagi. 

    Insiden tersebut terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. 

    Salah satunya diunggah oleh akun instagram @wargajakarta.id.

    Dalam video tersebut, tampak dua kelompok pria saling melempar batu.

    Dari bagasi sebuah mobil kuning, sejumlah senjata laras panjang diambil oleh empat orang dari satu kelompok yang berseteru.

    Beberapa kali terdengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api tersebut.

    Sementara kelompok satunya terus melempar batu ke arah lawan.

    Perseteruan itu membuat masyarakat yang melintas di jalan tersebut panik.

    Suara klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan.

    “Dua kelompok pemuda terlibat bentrok, di jalan sekitar Kemang, Jakarta Selatan, Rabu pagi. Belum diketahui penyebab bentrok, namun diduga bentrok terjadi karena selisih paham lahan kosong,” tulis dalam akun Instagram @wargajakata.id.

    Diduga sengketa lahan

    Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki aksi bentrok ini.

    Dugaan sementara, terjadinya bentrok ini akibat perebutan lahan kosong yang ada di lokasi bentrok.

    “Sekitar jam 09.00 WIB ada salah satu pihak sekitar 20 orang mendatangi sebidang tanah. Satu pihak ini ingin memasuki satu bidang tanah tersebut, kemudian dihalangi oleh sekelompok orang yang menempati lahan yang mengaku ahli waris, sehingga terjadi sedikit keributan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).

    Di depan lahan kosong yang diperebutkan itu, tampak banner berisi pemberitahuan dari kepolisian tentang perkara lahan dipasang di gerbang berwarna hitam.

    “Tanah/lahan ini perkaranya telah ditangani oleh penyidik Dittipidum Bareskrim Polri berdasarkan Surat Perintah Tugas nomor: SP.GAS/788/II/RES.1.9./2025/DITTIPIDUM tanggal 13 Februari 2025,” bunyi pemberitahuan tersebut.

    Saling lempar batu

    Selama bentrok, dua kelompok masyarakat ini diketahui saling melempar batu dan disaksikan oleh sejumlah masyarakat setempat.

    “Iya, benar tadi saya lihat. Kayaknya tadi jam 09.00 WIB saya lihatnya, itu udah mulai lempar-lemparan batu,” kata pria yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

    Polisi juga membenarkan aksi lempar batu ini.

    Kejadian ini sempat membuat kemacetan lalu lintas.

    “Ada aksi saling lempar menyebabkan sedikit kemacetan.

    Namun, dalam waktu cepat anggota Polsek Mampang, Polres Jaksel mendatangi TKP, sehingga situasi bisa terkendali,” kata Ade Ary.

    Setelah menyebabkan keresahan masyarakat dan kemacetan di Jalan Kemang Raya, polisi datang ke TKP untuk mengamankan kedua kelompok tersebut.

    Pada pukul 09.30 WIB, aksi bentrok sudah berhenti dan lalu lintas kembali lancar.

    Tepat di depan gerbang lahan kosong yang diperebutkan, tampak bekas-bekas lemparan batu di permukaan trotoar.

    19 orang ditangkap

    Dari dua kelompok yang terlibat bentrok ini, polisi sudah mengamankan 19 orang untuk diselidiki lebih dalam penyebab dan motif aksi tersebut dilakukan.

    Di samping itu, polisi juga masih mengejar anggota lainnya yang melarikan diri.

    “Kami akan mengejar siapa yang membuat situasi tidak baik tadi pagi. Sampai saat ini situasi aman terkendali. Sampai saat ini setidaknya ada 19 orang yang diamankan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta selatan,” ucap Ade Ary.

    Berdasarkan pernyataan perempuan penjaga toko rokok elektrik di sekitar TKP, polisi mulai tampak mencari bukti kejadian dari CCTV pertokoan sejak siang hari.

    “Kalau ke sini sih tadi polisinya sore ya, kalau ke toko lain mungkin dari siang,” kata perempuan beralis oranye itu.

    CCTV tokonya tidak berfungsi sehingga tidak dapat membantu polisi dalam penyelidikan.

    “Tapi CCTV kita mati, enggak ada yang kerekam,” kata dia. (*)