Jembatan Nangkaan Bondowoso Kembali Retak, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Jembatan Nangkaan Bondowoso Kembali Retak, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Bondowoso (beritajatim.com) – Jembatan Nangkaan yang berada di Jalan Mastrip, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, kembali mengalami retakan meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat jembatan ini merupakan jalur penghubung dengan volume lalu lintas yang cukup padat.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Plt Kalaksa BPBD) Bondowoso, Kristianto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan awal di lokasi untuk memastikan kondisi jembatan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“BPBD sudah melakukan pengecekan awal. Namun perlu kami tegaskan, Jembatan Nangkaan merupakan aset dan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur,” kata Kristianto, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurutnya, BPBD Bondowoso fokus pada upaya pemantauan dan mitigasi risiko guna mengurangi potensi bahaya bagi masyarakat yang melintas di jembatan tersebut. Meski bukan kewenangan langsung, BPBD tetap menjalin koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk PU Provinsi Jawa Timur, untuk menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami terus berkoordinasi agar penanganan bisa segera dilakukan sesuai kewenangan. Informasi dari lapangan sudah kami sampaikan,” ujarnya.

Kristianto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jembatan Nangkaan. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, menghindari area yang mengalami retakan, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.

“Kami minta masyarakat tidak memaksakan melintas jika kondisi dirasa tidak aman. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya penambahan retakan atau perubahan kondisi jembatan yang berpotensi membahayakan.

Lebih lanjut, Kristianto mengungkapkan bahwa PU Provinsi Jawa Timur telah memiliki rencana untuk melakukan pembangunan atau penanganan jembatan tersebut pada tahun ini. Sebagai langkah pengamanan sementara, barier pembatas jalan juga telah kembali dipasang di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

“Barier dipasang sebagai langkah antisipasi. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari PU Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (awi/ted)