Blitar (beritajatim.com) – Seorang janda muda dua anak nekat terjun ke Sungai Brantas di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Aksi nekat perempuan berinisial DP itu diduga dilakukan karena dirinya depresi.
Sebelum terjun ke Sungai Brantas, janda berusia 35 tahun itu sempat terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Tak berselang lama, DP terlihat menghentikan kendaraannya di tepi Sungai Brantas dan langsung melompat ke dalam air.
“Dugaan awal Depresi sudah 3 tahun. Saat meninggalkan rumah pamit ibunya mau bunuh diri dan langsung meninggalkan rumah. Status korban janda dua anak,” ungkap Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa pada Selasa (13/1/2026).
Dari informasi yang diperoleh polisi, sebelum bunuh diri, DP sempat berpamitan dengan sang ibu. Dalam percakapan itu, terungkap janda dua anak itu ingin mengakhiri hidup.
Selama 3 tahun terakhir, perempuan 35 tahun itu memang didiagnosa mengalami depresi. Ibu dua anak itu juga rutin menjalani perawatan di Puskesmas Sananwetan. Kondisi inilah yang diduga kuat menjadi pendorong bagi DP untuk nekat terjun ke Sungai Brantas.
“Perempuan tersebut diketahui datang, kemudian memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga, dan selanjutnya turun dan menuju ke pinggir sungai Brantas,” tegasnya.
Sebenarnya, aksi DP sempat akan digagalkan warga. DP juga sempat berpegangan pada sebuah akar pohon, namun tak berselang lama, janda dua anak itu melepaskan pegangan sehingga tubuhnya hanyut terbawa arus sungai.
“Saat itu korban masih memegang akar pohon untuk bertahan, saat warga berusaha memberi pertolongan dan jarak sudah dekat korban diduga melepas pegangan tersebut,” bebernya.
Kini petugas gabungan dari TNI-Polri serta Basarnas Trenggalek tengah melakukan upaya pencarian terhadap DP. Penyisiran sepanjang Sungai Brantas pun akan dilakukan untuk mencari janda dua anak itu. [owi/beq]
