GARUT – Arus lalu lintas kendaraan di jalur mudik H-1 Lebaran atau saat malam takbiran dalam kondisi landai di jalur nasional lintas Limbangan ataupun jalur provinsi lintas Kadungora menuju perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu malam.
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan, arus lalu lintas kendaraan bermotor di berbagai jalur utama Kabupaten Garut terpantau sudah berubah menjadi normal dibandingkan hari sebelumnya.
“Alhamdulillah pada hari ini situasi arus lalu lintas terpantau normal serta berkurangnya volume kendaraan hingga saat ini, dan kami belum memberlakukan sistem ‘one way’ pada hari ini,” katanya di Garut, Antara, Minggu, 30 Maret.
Kapolres bersama jajarannya usai puncak arus mudik H-2 memantau langsung kondisi arus lalu lintas di jalur nasional seperti Limbangan-Malangbong, kemudian Kadungora-Leles.
Saat ini H-1 Lebaran, kata dia, jalur yang sebelumnya dipadati arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut sudah dalam kondisi landai, tidak terjadi kepadatan.
Ia menyampaikan, meski kondisi arus lalu lintas kendaraan lancar di jalur mudik, jajarannya tetap siaga untuk melakukan pemantauan dan pengaturan agar tetap lancar.
“Kami terus melakukan pengawasan dan pengaturan untuk memastikan kelancaran lalu lintas, serta memberikan rasa aman bagi para pengendara,” katanya.
Selain pengamanan di jalur mudik, Polres Garut juga melakukan peningkatan pengamanan di jalan wilayah perkotaan Kabupaten Garut pada malam takbiran.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan pihaknya pada pengamanan malam takbiran di wilayah perkotaan Garut memberlakukan rekayasa jalur, dan penutupan jalan untuk diberlakukan “car free night” di Jalan Ahmad Yani sampai tengah malam.
“Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk lingkaran dalam perkotaan, kecuali kendaraan logistik, kesehatan, dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Ia menyampaikan sejumlah anggota disiagakan di seluruh jalur untuk melakukan penyekatan, dan hanya mengizinkan masyarakat pejalan kaki untuk memasuki daerah perkotaan Garut selama malam takbiran.
Menurut dia, upaya penutupan jalan di wilayah perkotaan itu untuk menghindari terjadinya kepadatan kendaraan yang dapat mengganggu dan menghambat aktivitas masyarakat lainnya.
“Bagi masyarakat yang hendak mengikuti kegiatan ‘car Free Night’ ini, pemerintah menyediakan lokasi parkir kendaraan di lima titik,” katanya.