Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai 2.710.532 orang. Kendati tumbuh, namun dari sisi kualitas penyerapan tenaga kerja terjadi penurunan.
Sekadar informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, capaian penanaman modal pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu bahkan melampaui target yakni Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari sasaran Rp1.905,6 triliun. Dari capaian investasi itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 2,7 juta orang.
Artinya untuk menyerap satu pekerja, jumlah investasi yang dibutuhkan sebesar Rp712.48 juta pada tahun 2025. Sementara itu, tahun 2024 untuk 1 pekerja hanya dibutuhkan investasi Rp673,25 juta.
“Saya sampaikan penyerapan pekerjaan ini adalah yang paling esensial, yang menjadi parameter kami atas investasi yang masuk kurang lebih 2.710.532 orang atau peningkatan 10,4% dari tahun sebelumnya,” terangnya pada konferensi pers di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Apabila dibandingkan 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap dari realisasi investasi mencapai 2.456.130 orang. Saat itu, realisasi penanaman modal sepanjang tahun mencapai Rp1.714,2 triliun.
Meski demikian, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sepanjang 2025 itu hanya 10,4% (YoY) alias melambat dari capaian 2024 yang tumbuh hingga 34,7% (YoY).
Secara keseluruhan, realisasi investasi sepanjang 2025 terkumpul Rp1.931,2 triliun atau terpenuhi 101,3% dari target Rp1.905,6 triliun. Capaian investasi itu tumbuh 12,7% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari 2024 sebelumnya yakni Rp1.714,2 triliun.
Capaian target penanaman modal di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu meliputi pada kuartal I/2025 Rp465,2 triliun, kuartal II/2025 Rp477,7 triliun, kuartal III/2025 Rp491,4 triliun, dan terakhir kuartal IV/2025 Rp496,6 triliun.
Realisasi investasi itu juga meliputi penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp1.030,3 triliun serta penanaman modal asing (PMA) Rp900,9 triliun.
Sebelumnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta pada awal 2025 lalu, Rosan menyebut pemerintah butuh realisasi investasi sebesar Rp13.302 triliun pada 2025-2029 agar ekonomi bisa tumbuh sebesar 8% di akhir pemerintahan Presiden Prabowo.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS itu menyampaikan bahwa investasi dalam lima tahun ke depan akan meningkat secara bertahap.
Adapun, nantinya pada tahun kelima pemerintahan Prabowo atau 2029, Indonesia menargetkan realisasi investasi sebesar Rp3.414 triliun. Sebelumnya, realisasi investasi ditargetkan naik secara bertahap dari 2026 sebesar Rp2.280 triliun, naik ke Rp2.684 triliun pada 2027 dan Rp3.116 triliun pada 2028.
