Info Brand Gelar IBOS EXPO, Pertemukan 70 Brand dengan Calon Mitra Bisnis

Info Brand Gelar IBOS EXPO, Pertemukan 70 Brand dengan Calon Mitra Bisnis

BEKASI – Info Brand secara resmi membuka Indonesia Business Opportunity Show (IBOS) EXPO 202 yang digelar di Convention Hall Grand Galaxy Park Mall, Bekasi, Sabtu 17 Januari.

Acara yang digelar selama dua hari ini merupakan ajang pameran berskala nasional yang mempertemukan brand pilihan konsumen dengan calon mitra bisnis, investor, dan pelaku usaha dari berbagai sektor industri. Pameran ini hadir dengan konsep lebih fokus, interaktif, dan berorientasi hasil (result-driven), menjadikannya pameran peluang bisnis paling prospektif di awal tahun 2026.

CEO Info Brand, Susilowati Ningsih, mengatakan di tengah penguatan perekonomian nasional, dunia usaha menghadapi berbagai tantangan yang makin kompleks seperti persaingan ketat, pasar cepat berubah dan tututan efisiensi tinggi. Kendati demikian ia menyebut peluang usaha juga semakin terbuka dari retail, distribusi keagenan, reseller, kemitraan, maklon hingga waralaba.

“Namun banyak peluang bisnis yang kuat belum bertemu dengan mitra potensial dan sebaliknya banyak calon mitra yang siap modal dan tentu saja semangat tetapi belum menemukan peluang bisnis yang potensial.Karena itulah kami percaya penguatan ekosistem bisnis dimulai dari mempertemukan brand peluang bisnis dengan calon mitra dalam kegiatan pameran brand dan peluang bisnis,” ujar Susi dalam sambutannya, Sabtu, 17 Januari.

Ia menambahkan, dalam penyelenggaraan iBoss Expo ini pihaknya menghadirkan lebih dari 70 eksibitor yang terdiri dari brand-brand dengan berbagai model bisnis mulai dari peluang bisnis distributor, keagenan, reseller, maklon, kemitraan dan waralaba serta bisnis support.

Menurutnya, kehadiran 70-an eksibitor ini mencerminkan kesiapan brand-brand di Indonesia untuk dikembangkan melalui sistem kemitraan dan distribusi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Selain itu kami juga berharap ribuan pengunjung akan hadir di pameran ini yang terdiri dari calon mitra yang tentu saja memiliki minat di bidang distribusi, keagenan, reseller, kemitraan, waralaba, kerja sama maklon hingga bisnis support,” sambung dia.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia, Tri Raharjo, mengatakan IBOS Expo tidak hanya menjadi ajang pameran melainkan juga kegiatan strategis yang dirancang untuk mengembangkan brand Indonesia agar mampu berkembang secaranasional melalui pola kerja sama strategis

“Melalui IBOS Expo kami menghadirkan ruang pertemuan antara pemilik brand dnegan calon mitra bisnis dalam berbagai skema pengembangan. DIharapkan melalui wirausaha tidak selalu dimulai dari nol tapi melalui kolaborasi,” kata dia.

Ia juga menegaskan jika Asosiasi Brand Indonesia hadir sebagai organisasi yg mewadahi pemilik, pengelola, praktisi dengan tujuan membangun brand Indonesia tumbuh kuat dan berdaya saing.

Apalagi, lanjut dia, perkembangan brand di Indonesiadalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.Brand tidak lagi sebagai identitas visual,melainkan sebagai value, pembeda utama dan penentu kepercayaan konsumen.

“Dari sinilah kita melihat bahwa brand berperan besar dalam memperkuat posisi bisnis,memperluas akses pasar dan juga menjaga keberlanjutan usaha,” sambung Tri.

Tri juga mengutip survey Jackpot tahun 2025 yang menyebutkan jika brand lokal Indonesiasemakin kuat di pasar domestik. Data tersebut menunjukkan jika 95 persen konsumen sudah menggunakan produk lokalterutama di sektor makanan, fashion dan juga kecantikan yang sangat populer.

“Mengapa produk lokal jadi semakin diminati?Berdasarkan survei tersebut, keterjangkauan harga menjadi alasan utama 72 responden,khususnya dari kalangan Gen X,” terang dia.

Kendati demikian, Tri menyebut di tengah menguatnya brand lokal, jumlah wirausaha Indonesia makin belum ideal. Untuk itu, Tri menegaskan Indonesia tidak hanya menciptakan lebih banyak brand Indonesia yang unggul,tetapi juga membuka akses lebih banyak masyarakat yang bisa masuk ke dunia wirausaha.

Untuk informasi, IBOS EXPO 2026 menampilkan kombinasi brand unggulan dan peluang bisnis kemitraan yang siap dikembangkan di seluruh Indonesia. Pameran ini menghadirkan profil exhibitor yang terdiri dari 75 persen peluang bisnis distributor, agen, dan reseller; 20 persen peluang bisnis kemitraan; 3 persen sektor perbankan dan lembaga pembiayaan, serta 2 persen business support seperti supplier, vendor, dan penyedia layanan bisnis pendukung lainnya.