ICRC akan Tingkatkan Operasi di Gaza-Sudan Meski Pendanaan Dipangkas

ICRC akan Tingkatkan Operasi di Gaza-Sudan Meski Pendanaan Dipangkas

JAKARTA – Komite Palang Merah Internasional atau International Committee of the Red Cross (ICRC) berencana memperluas operasional di Jalur Gaza dan Sudan meskipun menghadapi pengurangan pendanaan.

Direktur Operasi ICRC, Yasmine Praz Dessimoz, kepada RIA Novosti mengatakan pengurangan pendanaan yang dilakukan berdampak pada seluruh tingkat organisasi. Namun, di sejumlah lokasi seperti Sudan, Israel, dan wilayah pendudukan, sumber daya justru akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah.

Sementara itu, di wilayah lain, ICRC menggabungkan struktur yang sudah ada guna meningkatkan efisiensi.

Dilansir ANTARA, Dessimoz menegaskan pengurangan tersebut dilakukan secara cermat agar tetap menjaga operasional utama di pusat-konflik bersenjata yang paling menghancurkan, sekaligus memastikan upaya advokasi untuk menghormati aturan-aturan perang tetap berjalan.

Praz Dessimoz juga mendorong dilakukannya perundingan diplomatik sebagai langkah untuk mengurangi penderitaan dan menekan kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan.

Pada 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Palestina Hamas mulai berlaku.

Tiga hari kemudian, (13/10), Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi terkait gencatan senjata di Gaza.

ICRC telah beroperasi di Sudan sejak 1978 dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak konflik di berbagai wilayah negara tersebut.

Sementara di Jalur Gaza, organisasi ini telah hadir sejak 1967.