Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Bertumbangan di Mojokerto

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Bertumbangan di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa wilayah Kabupaten Mojokerto. Peristiwa ini terjadi di tiga desa yang berada di Kecamatan Kutorejo dan Kecamatan Pungging.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan aplikasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, cuaca ekstrem mulai terdeteksi sejak siang hari.

“Berdasarkan pantauan BMKG Juanda, wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Kondisi ini mengakibatkan beberapa pohon tumbang di sejumlah titik,” ungkapnya, Rabu (24/12/2025).

Lokasi pertama berada di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo. Dua pohon berukuran besar, masing-masing pohon mangga berdiameter sekitar 40 sentimeter dan pohon kesono berdiameter sekitar 60 sentimeter, tumbang dan menutup akses jalan desa.

Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang. [Foto : ist]Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pohon berhasil dievakuasi oleh petugas sekitar pukul 15.10 WIB.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo. Sebuah pohon kersen dengan diameter sekitar 20 sentimeter tumbang dan menutup sebagian badan jalan.

“Evakuasi berhasil dilakukan pada pukul 14.50 WIB tanpa menimbulkan korban. Sementara itu, di Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, angin kencang menyebabkan pohon trembesi berdiameter sekitar 50 sentimeter menutup sebagian jalan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pohon jati dengan diameter sekitar 30 sentimeter tumbang dan menimpa bangunan warung milik warga bernama Iksan, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap galvalum. Pohon-pohon tersebut berhasil dievakuasi pada pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah tidak ada korban, baik luka maupun meninggal. Kerugian hanya bersifat material dan sudah kami tangani bersama unsur terkait. Dalam penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Diantaranya Damkar Pos Mojosari, TNI/Polri, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, potensi relawan, serta warga setempat.

“BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan gangguan aktivitas warga,” tegasnya. [tin/but]