JAKARTA – Produsen sepeda motor Jepang mulai jor-joran di pasar motor listrik Vietnam. Seperti Honda dan Yamaha yang memperluas kehadiran lewat peluncuran model baru dan promosi agresif berupa diskon yang nilainya tembus 15 juta VND atau Rp9 jutaan.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi antisipasi menjelang kebijakan pelarangan motor bensin yang diberlakukan di Vietnam pada 2026. Salah satu regulasi yang paling disorot adalah larangan sepeda motor masuk kawasan pusat kota Hanoi, yang rencananya berlaku mulai Juli tahun ini.
Dalam situasi itu, pasar motor listrik Vietnam perlahan beralih dari dominasi merek lokal ke persaingan baru yang melibatkan pabrikan Jepang. Setelah bertahun-tahun memantau perkembangan, merek-merek besar dari Negeri Sakura kini mempercepat langkah lewat produk anyar dan program penjualan berskala besar.
Honda disebut menyiapkan motor listrik strategis bernama UC3, model yang diperkenalkan pada awal 2026 dan diperkirakan mulai dijual sekitar Juni mendatang. Honda UC3 menawarkan desain modern dengan lampu DRL horizontal dan lampu depan LED.
Area kontrol dibuat minimalis, termasuk panel TFT 5 inci yang sudah terintegrasi Honda RoadSync, sehingga pengendara dapat memantau informasi perjalanan melalui konektivitas pintar. Untuk performa, UC3 dibekali motor listrik dengan daya maksimum 6,0 kW, yang diklaim setara motor bensin 160 cc.
Motor ini memiliki tiga mode berkendara: Sport, Standard, dan Economy, serta dilengkapi fitur bantuan mundur. Sementara baterai LFP berkapasitas 3.174 kWh membuatnya mampu menempuh sekitar 120 km dalam sekali pengisian penuh dan mendukung pengisian cepat, dengan waktu pengisian sekitar empat jam.
Selain UC3, Honda Vietnam juga mengonfirmasi harga untuk lini CUV e: seharga 65 juta VND atau Rp41 jutaan termasuk PPN, dua baterai, dan charger. Dilansir dari Baonghean, Kamis, 15 Januari, bagi konsumen yang memilih skema sewa baterai, harga turun menjadi 45 juta VND a:tau Rp28 jutaan.
Honda CUV e: yang sudah dijual di Indonesia ini ditargetkan mulai tersedia di dealer Honda Vietnam pada Maret 2026. Keunggulan CUV e: salah satunya terletak pada sistem baterai Mobile Power Pack e: (MPP) yang memungkinkan penggantian baterai secara fleksibel di stasiun penukaran atau pengisian di rumah.
Motor listrik Yamaha Neos. (Foto: Yamaha)
Untuk memperketat persaingan, pabrikan Jepang juga menggencarkan insentif langsung. Seperti Yamaha, yang menawarkan voucher tunai 15 juta VND, yang memangkas pengeluaran calon pembeli secara signifikan dibanding harga jual resmi sekitar 49 juta VND atau Rp31 jutaan.
Honda tak mau ketinggalan, pabrikan ini memberikan promosi bonus tunai 5 juta VND atau Rp3 jutaan bagi pembeli model ICON e: hingga 16 Februari 2026. Harga ICON e: sendiri berada di rentang 26,4–26,8 juta VND, namun belum termasuk baterai.
Dengan fondasi teknologi kuat serta jaringan distribusi yang luas, agresivitas pabrikan Jepang dinilai akan menciptakan tekanan besar di pasar motor listrik Vietnam. Perang harga, promo, dan peluncuran model yang terus bergulir menunjukkan target jangka panjang mengamankan pangsa pasar kendaraan ramah lingkungan di Vietnam dalam beberapa tahun ke depan.
