JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemandangan anak-anak yang antusias menanti kedatangan Makan Bergizi Gratis atau MBG seharusnya mampu menyentuh nurani siapa pun sebab menjadi bukti kuat pentingnya program itu di masyarakat.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyaksikan pemutaran video distribusi MBG yang disambut dengan penuh suka cita para penerima manfaat, di sela penyampaian Taklimat Awal Tahun dalam Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari.
“Saya tidak paham, manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu,” kata Prabowo seusai pemutaran video dilansir ANTARA.
Video berdurasi singkat itu ditayangkan di selataklimat Kepala Negarasaat memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 55 juta penerima manfaat dalam kurun satu tahun sejak digulirkan pada 6 Januari 2025.
Lampu ruang rapat di Padepokan Garuda Yaksa perlahan diredupkan. Kilatan cahaya dari layar memecah suasana, menampilkan momen kedatangan kendaraan pengantar menu MBG yang telah lama dinantikan anak-anak sekolah.
Dalam tayangan tersebut, sorak sorai kegembiraan spontan terdengar saat anak-anak berlarian dan berebut menerimatrayberisi menu MBG.
Kepala Negara menuturkan dalam berbagai kunjungan ke daerah kerap menyaksikan langsung bagaimana anak-anak dengan penuh harap menunggu giliran mendapatkan MBG.
“MBG dinantikan oleh semua rakyat. Bahkan sekarang saya sedih, kalau saya ke daerah anak-anak panggil saya, Pak, kapan kami terima MBG,” ujar Presiden.
Presiden mengatakanMBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat, khususnya anak-anak yang selama ini berangkat sekolah dalam kondisi lapar atau dengan asupan gizi yang sangat terbatas.
Prabowo menegaskan respons positif masyarakat terhadap MBG menjadi bukti nyata program tersebut benar-benar dibutuhkan.
Antusiasme anak-anak dan keluarga penerima manfaat, menurut Presiden, justru menjadi penguat semangat pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program tersebut.
Presiden Prabowo juga menyinggung adanya kritik hingga ejekan terhadap MBG sejak awal peluncurannya.
Namun, Prabowo menilai kritik tersebut menjadi tidak relevan ketika dihadapkan pada kenyataan di lapangan.
“Hei orang-orang pintar, hei orang-orang yang mengejek, lihatlah dengan mata hatimu, rakyat kita, anak-anak itu,” kata Presiden.
