JAKARTA – Aktris Hanggini kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting melalui film terbaru karya rumah produksi MVP Pictures dan penulis Pidi Baiq berjudul Sadali.
Dalam film ini, perempuan yang akrab disapa Jeha tersebut didapuk memerankan karakter bernama Arnaza.
Bukan perkara mudah bagi Hanggini untuk menghidupkan karakter Arnaza. Ia mengaku menghadapi tantangan besar, terutama terkait latar belakang budaya karakter yang ia mainkan.
Sebagai sosok yang bukan berasal dari Sumatera Barat, Hanggini dituntut untuk bisa merepresentasikan gadis Minang secara autentik.
“Kalau dari aku pribadi, mungkin kesulitan syutingnya karena aku aslinya bukan orang Padang. Jadi, tantangannya adalah gimana aku bisa menjadi Arnaza yang ‘Minang banget’ gitu,” ujar Hanggini di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari.
Selain kendala dialek dan budaya, tantangan lain yang dirasakan Hanggini adalah teknis proses syuting. Film Sadali rupanya memiliki keterkaitan erat dengan film sebelumnya, di mana proses pengambilan gambar dilakukan secara bersamaan atau back-to-back.
Hanggini menjelaskan bahwa ia harus pintar-pintar menjaga emosi dan konsistensi karakter karena dalam satu hari syuting, ia bisa berpindah dari satu lini masa ke lini masa lainnya.
“Bener kata Mbak Asti (Adinia Wirasti), kita syutingnya di bulan yang sama. Bahkan dalam satu hari, kita bisa syuting untuk film kedua, terus balik lagi ke film kesatu,” ungkapnya.
Hal ini menjadi semakin menantang karena Arnaza digambarkan tumbuh dalam rentang waktu yang berbeda, yakni era 1990-an dan awal 2000-an.
“Tantangannya di situ, gimana caranya Arnaza di tahun 90-an nanti bisa balik lagi ke Arnaza versi tahun 2000-an dengan segala macam perubahan situasinya,” tambah Hanggini.
Selain Hanggini, film Sadali juga diperankan oleh Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Ciara Nadine hingga Fariz Vishal. Rencananya film ini akan mulai tayang pada 5 Februari mendatang.
