Liputan6.com, Jakarta – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat, didorong kekhawatiran potensi gangguan produksi Iran serta ketidakpastian pasokan dari Venezuela. Pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik yang dinilai berisiko terhadap pasokan global.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/1/2026), harga minyak Brent naik USD 1,45 atau 2,34% ke level USD 63,44 per barel pada pukul 13.28 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD 1,48 atau 2,56% menjadi USD 59,24 per barel.
Kedua acuan harga minyak tersebut juga mencatatkan kenaikan lebih dari 3% pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya melemah dua hari berturut-turut. Secara mingguan, Brent berpeluang naik sekitar 2,8%, sementara WTI menguat 1,5%.
“Aksi protes di Iran tampaknya semakin menguat, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan,” ujar Head of Commodity Analysis Saxo Bank Ole Hansen.
Gejolak sipil di Iran, salah satu produsen minyak utama di Timur Tengah, serta kekhawatiran meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina terhadap ekspor minyak Rusia, turut meningkatkan kekhawatiran pasar akan pasokan global.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723197/original/079083300_1705922196-fotor-ai-20240122181351.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)