Lumajang (beritajatim.com) – Bunyi sirine peringatan menggema di kawasan lereng Gunung Semeru saat erupsi awan panas dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer kembali muncul, Rabu (14/1/2026).
Ini sudah kali keempat Gunung Semeru menunjukkan aktivitas vulkanik berupa erupsi awan panas dengan jarak luncur 5 kilometer sejak satu minggu terakhir.
Detik-detik Gunung Semeru mengalami erupsi ini terekam CCTV di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Kepulan awan panas guguran terlihat jelas keluar dari kawah Jonggring Saloko menuruni lereng Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi awan panas mulai terekam di seismogram pada pukul 11.25 WIB dengan amplitudo maksimal mencapai 20 milimeter berdurasi 3.000 detik.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, erupsi awan panas yang belakangan terus terjadi dipengaruhi adanya hujan yang sering mengguyur kawasan pegunungan dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini menyebabkan tumpukan material yang ada di lereng menjadi labil dan mengalami longsor hingga memicu munculnya awan panas.
“Jadi, 3-4 hari ini, intensitas hujan hampir setiap hari dan Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur antara 4-5 kilometer,” terang Indah saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, sesaat erupsi mulai muncul, early warning sistem (EWS) akan secara otomatis berbunyi untuk memberikan peringatan kepada masyarakat yang masih berada di kawasan rawan.
Indah memastikan, masyarakat sudah paham dan akan selalu siap saat Gunung Semeru menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
“Ya ini aktivitas Semeru, kalau jarak luncur itu sekitar 3-5 kilometer, Insya Allah masih aman. Masyarakat sana juga terus waspada, early warning sistem sempat bunyi, tapi masyarakat memang sudah siap dan mengetahui lebih dulu,” tambahnya.
Saat ini, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang masih disiagakan di titik krusial untuk memberikan peringatan kepada masyarakat.
Upaya ini dilakukan untuk terus memastikan bahwa kawasan rawan bencana Gunung Semeru sudah disterilkan dari aktivitas manusia.
“Tim BPBD sudah siap untuk terus mengawasi, pergerakan masyarakat di lapangan. Di radius 5 kilometer jalur luncuran awan panas Gunung Semeru juga sudah kami pastikan streril,” ungkap Indah. (has/but)
