JAKARTA – xAI, perusahaan milik Elon Musk, telah membatasi sistem penggunaan Grok dalam membuat gambar yang vulgar. Keputusan ini diambil setelah X dikecam banyak negara akibat kemampuan Grok.
Selama beberapa hari terakhir, Grok mendapatkan perhatian di X karena kemampuan yang dapat mengubah gambar secara akurat. Pengguna dapat menghilangkan objek tertentu tanpa mengaburkan, menghilangkan, atau mengubah wajah subjek di dalam foto.
Sayangnya, fitur ini banyak disalahgunakan oleh pengguna. Tak sedikit orang yang mengubah gambar mereka, gambar orang lain, atau gambar tokoh penting untuk menghilangkan busana dan menggantinya dengan bikini. Akibatnya, banyak negara yang mengkaji dan mengecam X karena membiarkan kemampuan tersebut.
Untuk menghindari langkah hukum dari sejumlah negara, X memutuskan untuk membatasi akses fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok. Kini, hanya pengguna berbayar yang dapat menggunakan fitur tersebut.
Dengan mengubah kebijakan ini, X berharap dapat menghentikan pembuatan dan penyebaran gambar eksplisit di kolom komentar atau balasan unggahan. Namun, faktanya, pengguna berbayar masih dapat membuat konten yang tergolong deepfake ini di tab interaksi Grok.
Karena itu, meski X mengubah kebijakannya, foto vulgar yang dapat merugikan sejumlah pihak ini tetap bisa diunggah dalam kolom komentar atau balasan. Hal ini yang menyebabkan beberapa regulator merasa bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.
“Membatasi fitur hanya untuk pelanggan berbayar tidak mengubah masalah mendasar kami. Kami tidak ingin melihat gambar-gambar seperti itu,” kata juru bicara Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan, dikutip pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Terkait dengan perubahan ini, Reuters melakukan uji coba setelah kebijakan barunya ditetapkan. Hasilnya, chat buat grup di X sudah tidak bisa mengubah sebuah gambar menjadi foto bikini atau ketelanjangan. Grok membalas dengan menyatakan bahwa alat tersebut hanya tersedia untuk pelanggan berbayar.
