Dulu Getol Kritik Utang RI, Kini Prabowo Bakal Tarik Utang Rp832,2 Triliun Tahun Ini

Dulu Getol Kritik Utang RI, Kini Prabowo Bakal Tarik Utang Rp832,2 Triliun Tahun Ini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo bakal menarik utang sebesar Rp832,2 triliun atau naik dari target pembiayaan utang 2025 sebesar Rp775,9 triliun. Tertuang dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) Tahun Anggaran 2026.

Hal ini menuai sorotan, mengingat Prabowo sebelum menjadi presiden kerap mengkritik utang Indonesia. Misalnya saat dia bertandang ke rumah dinas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkfili Hasan Senin 25 Juni 2018.

Kala itu, Prabowo memaparkan bahaya ekonomi Indonesia karena utang luar negeri yang terus menumpuk.

Dia menunjukkan data dari sejumlah lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serta data dari Bloomberg.

Di kesempatan lain, Prabowo juga mengungkapkan hal serupa. Itu dia sampaikan saat wawancara dengan jurnalis senior, Alfito Deannova.

“Ada pemimpin yang bangga pinjam uang, bagaimana kita menjalankan pembangunan ekonomi dengan menjalankan pinjam uang,” kata Prabowo kala itu.

“Ngak ada Pak, perusahaan di dunia, saya kira negara pun, yang tenang kalau hanya bayar overhead,” tambahnya.

Selama ini, kata Prabowo, pemerintah berlindung di balik rasio yang masih normal. Tapi menurutnya tidak sesederhana itu.

“Tapi dia ada nilai yang bisa dia kompensasi. Dia ada produksi, sekarang Anda lihat kita punya produksi menurun, ekspor menurun,” terangnya.

Di sisi lain, dia mengakui infrastruktur yang dibangun dari utang penting. Tapi mestinya infrastruktur tak asal dibangun.

“Kita harus tanya, infrastruktur itu memang penting. Tapi infrastruktur itu harus mendukung produksi, bukan infrastruktur untuk infrastruktur,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)